Tas Mewah Pemain Piala Dunia 2026, Hermès hingga Dior Curi Perhatian

Gaya Hidup79 Views

Tas Mewah Pemain Piala Dunia 2026, Hermès hingga Dior Curi Perhatian Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan persaingan para pemain di lapangan. Kedatangan kontingen di bandara, hotel, dan pusat latihan turut berubah menjadi panggung mode yang menarik perhatian penggemar serta pengamat barang mewah.

Para pemain datang dengan pakaian resmi tim, setelan jas, atau baju olahraga yang seragam. Namun, pilihan tas pribadi membuat penampilan mereka tetap berbeda. Ada yang membawa tas perjalanan berukuran besar, tas tangan berstruktur tegas, ransel kulit, hingga tas koleksi yang sulit ditemukan di toko biasa.

Hermès menjadi salah satu rumah mode yang paling sering terlihat. Sejumlah pemain membawa model Haut à Courroies, Birkin, dan Kelly dalam ukuran yang sesuai untuk perjalanan. Louis Vuitton juga mendominasi melalui Keepall yang dikenal sebagai tas perjalanan klasik, sedangkan Dior, Chanel, Loewe, Bottega Veneta, Goyard, dan Gucci melengkapi daftar.

Kemunculan tas tersebut menunjukkan perubahan gaya atlet sepak bola. Tas tidak lagi diperlakukan hanya sebagai tempat menyimpan pakaian, paspor, dan barang pribadi. Pilihannya menjadi bagian dari citra pemain ketika memasuki turnamen dengan perhatian media yang sangat besar.

Erling Haaland Membawa Hermès Bergambar Pemandangan

Erling Haaland menjadi salah satu pemain yang paling banyak dibicarakan dalam urusan tas. Penyerang Norwegia itu terlihat membawa Hermès HAC Birkin 50 Endless Road ketika tiba bersama timnya.

Tas tersebut menggunakan dasar berwarna terang dengan gambar pemandangan berwarna biru yang membentang pada bagian depan. Desainnya terlihat kontras dengan setelan perjalanan Norwegia yang berwarna gelap.

Model HAC merupakan singkatan dari Haut à Courroies. Tas ini mempunyai sejarah panjang sebagai wadah perlengkapan berkuda sebelum kemudian berkembang menjadi salah satu barang perjalanan Hermès yang paling dicari kolektor.

Ukuran 50 membuat tas tersebut lebih besar daripada Birkin yang biasa digunakan sehari hari. Ruangnya sesuai untuk membawa pakaian, perlengkapan pribadi, tablet, atau barang yang dibutuhkan selama penerbangan.

Seri Endless Road berasal dari koleksi terbatas dan jarang ditemukan di pasar. Tas milik Haaland diperkirakan bernilai puluhan ribu dolar AS di pasar sekunder, bergantung pada kondisi, bahan, kelengkapan, dan riwayat kepemilikannya. Koleksi Hermès Haaland bahkan disebut menyerupai kumpulan barang lelang karena berisi sejumlah model langka, bukan hanya produk yang tersedia secara umum.

“Haaland memperlakukan tas sebagai benda koleksi. Pilihannya tidak berhenti pada logo terkenal, tetapi bergerak menuju model langka yang mempunyai identitas visual kuat.”

Tim Prancis Membawa Deretan Tas Rumah Mode Lokal

Pemain Prancis menjadi rombongan yang paling banyak mengundang pembicaraan ketika tiba di Amerika Serikat. Sebagian besar anggota tim membawa tas dari rumah mode Prancis, terutama Hermès, Louis Vuitton, Chanel, dan Dior.

Ousmane Dembélé terlihat membawa Hermès HAC Birkin. Rayan Cherki menggunakan Hermès Kelly 42 Maxi, tas besar dengan bentuk tegas dan pegangan pada bagian atas.

Ibrahima Konaté juga menjadi perhatian melalui Hermès Birkin Cargo. Model tersebut menggabungkan bentuk Birkin dengan kantong tambahan pada bagian luar sehingga terlihat lebih kasual dan fungsional.

Pemain Prancis tidak memakai tas dalam satu ukuran yang sama. Ada yang memilih tas besar untuk kebutuhan perjalanan, sedangkan lainnya membawa tas selempang dan tas tangan yang lebih ringkas.

Pemilihan merek Prancis menciptakan kesan yang selaras dengan identitas tim. Kedatangan kontingen tersebut terlihat seperti pertunjukan sejumlah rumah mode utama Paris meskipun para pemain tetap mengenakan pakaian perjalanan resmi dari federasi.

Rayan Cherki Memilih Hermès Kelly Maxi

Rayan Cherki tampak membawa Hermès Kelly 42 Maxi dalam warna netral. Tas tersebut dikenakan menggunakan tali panjang sehingga dapat dibawa menyilang di tubuh.

Kelly dikenal melalui bentuk trapesium, penutup bagian depan, pegangan tunggal, dan pengunci khas Hermès. Versi Maxi mempunyai ukuran jauh lebih besar daripada Kelly yang umum dipakai sebagai tas tangan.

Ukuran besar membuatnya cocok untuk perjalanan. Cherki dapat menyimpan dokumen, perangkat elektronik, headphone, dan barang kecil tanpa harus membuka koper utama.

Penggunaan tali bahu juga memberi kebebasan tangan ketika pemain perlu menarik koper. Hal ini penting dalam perjalanan tim karena pemain biasanya membawa lebih dari satu barang.

Warna netral membuat tas menyatu dengan pakaian olahraga Prancis yang memakai perpaduan warna terang, hitam, dan jingga. Penampilannya tidak terlalu mencolok dari kejauhan, tetapi bentuk Kelly tetap mudah dikenali oleh penggemar barang mewah.

Marcus Thuram Tampil dengan Chanel Berwarna Hijau

Marcus Thuram memilih tas yang berbeda dari rekan setimnya. Ia terlihat membawa Chanel x Pharrell Williams Suede Lambskin XXL Flap Bag berwarna hijau terang.

Tas tersebut berasal dari kolaborasi Chanel dengan Pharrell Williams. Bentuknya memakai tutup depan khas Chanel dengan ukuran sangat besar, sementara warnanya langsung menarik perhatian di antara koper dan pakaian tim.

Model ini memakai bahan kulit domba lembut dan memiliki unsur koleksi yang kuat. Barang dari kolaborasi terbatas biasanya tidak selalu tersedia di butik setelah musim penjualan selesai.

Thuram membawanya sebagai tas tangan, bukan sekadar aksesori kecil. Ukurannya mampu menampung banyak barang perjalanan dan memperlihatkan bahwa model tas berpenampilan lembut kini juga digunakan atlet pria.

Pilihan ini menjadi salah satu penampilan paling banyak dibicarakan dari kontingen Prancis. Tas hijau tersebut terlihat jelas dalam foto kedatangan, bahkan ketika pemain lain membawa Hermès dan Louis Vuitton yang nilainya tidak kalah tinggi.

Kylian Mbappé Mengandalkan Dior yang Lebih Ringkas

Kylian Mbappé mempunyai pendekatan berbeda dalam memilih tas. Kapten Prancis tersebut lebih sering memakai tas kecil dengan bentuk terstruktur daripada tas perjalanan besar.

Salah satu model yang dikaitkan dengan penampilannya di Piala Dunia 2026 adalah Dior A5 Triangle Pouch. Tas ini mempunyai bentuk geometris yang tegas dengan monogram Dior dan ukuran yang cukup untuk menyimpan telepon, dompet, paspor, serta barang pribadi berukuran kecil.

Harga ritelnya dilaporkan sekitar 1.350 dolar AS. Nilai itu lebih rendah daripada Hermès langka yang dibawa sejumlah pemain, tetapi Dior memberi kesan formal dan rapi yang sesuai dengan gaya Mbappé.

Mbappé dikenal sebagai duta Dior. Hubungan tersebut membuat kemunculan produk rumah mode itu tidak mengejutkan. Namun, pilihan tas berukuran kecil tetap memperlihatkan kebiasaan pribadinya yang lebih menyukai aksesori ringkas.

Untuk barang perjalanan besar, pemain dapat menyerahkan koper kepada staf perlengkapan. Tas pribadi kemudian hanya digunakan untuk benda yang harus tetap dekat selama berada di bandara atau pesawat.

Achraf Hakimi Datang dengan Dior Weekender 40

Dior juga terlihat pada rombongan Maroko melalui Achraf Hakimi. Bek kanan tersebut membawa Dior Weekender 40 yang mempunyai bentuk memanjang dengan dua pegangan atas.

Tas ini dirancang sebagai barang perjalanan untuk waktu singkat. Ukuran 40 memberi ruang yang cukup untuk pakaian ganti dan kebutuhan pribadi tanpa terasa sebesar koper kabin.

Bentuknya rapi dan cenderung formal sehingga sesuai dengan setelan tim Maroko. Para pemain datang mengenakan jas biru tua dengan dasi merah dan detail bendera nasional.

Hakimi tidak memilih warna yang terlalu terang. Tas Dior yang dibawanya mempertahankan kesan tenang dan terkoordinasi dengan pakaian resmi.

Noussair Mazraoui dari tim yang sama terlihat membawa Hermès Kelly Messenger PM, sedangkan Bilal El Khannouss menggunakan ransel Goyard Alpin. Perbedaan itu membuat rombongan Maroko menghadirkan beberapa pilihan tas mewah tanpa kehilangan keseragaman setelan tim.

Cristiano Ronaldo Tetap Setia pada Tas Perjalanan Gucci

Cristiano Ronaldo tiba bersama Portugal dengan Gucci Mega Web Trademark large duffle bag. Model tersebut memakai bentuk tas perjalanan klasik dengan unsur garis khas Gucci.

Ronaldo mengenakan setelan resmi Portugal dari Sacoor Brothers. Tas Gucci yang dibawanya memberi sentuhan olahraga tanpa mengurangi kesan formal dari pakaian tim.

Tas duffle menjadi pilihan yang mudah digunakan dalam perjalanan. Bukaan lebar memudahkan pemain menata pakaian, sepatu, dan perlengkapan pribadi.

Berbeda dari tas Hermès yang sering diperlakukan sebagai barang koleksi, Gucci duffle milik Ronaldo terlihat dipilih untuk memadukan fungsi dan citra merek.

Rekan satu timnya membawa pilihan lain. Samú Costa terlihat memakai Gucci Small GG Canvas Clutch Bag, sedangkan Pedro Neto membawa Hermès HAC 40 dengan penampilan lebih sederhana.

Pedro Neto Menyukai Desain yang Tidak Terlalu Ramai

Koleksi Pedro Neto disebut cenderung mengutamakan bahan dan pengerjaan daripada logo yang sangat menonjol. Ia sering memilih tas dengan warna netral serta perpaduan kulit dan kain bertekstur.

Saat bersama Portugal, Neto terlihat membawa Hermès HAC 40. Model ini lebih kecil daripada HAC 50 milik Haaland, tetapi tetap menyediakan ruang memadai untuk perjalanan.

HAC 40 mempertahankan bentuk tinggi dengan dua pegangan, tali penutup, dan perangkat logam khas Hermès. Tas tersebut dapat ditempatkan di atas koper atau dibawa langsung menggunakan tangan.

Pilihan Neto menunjukkan bahwa barang mewah tidak selalu harus memakai warna mencolok. Bahan berkualitas, proporsi, dan konstruksi dapat menjadi pusat perhatian tanpa menampilkan logo besar.

Gaya tersebut juga memudahkan tas digunakan berulang kali bersama berbagai jenis pakaian, baik setelan resmi maupun pakaian olahraga.

Virgil van Dijk Membawa Chanel Large Shopping Bag

Kontingen Belanda juga datang dengan koleksi yang beragam. Virgil van Dijk terlihat membawa Chanel Large Shopping Bag yang mempunyai ruang lebar dan bentuk lebih santai.

Tas belanja berukuran besar memberi kemudahan ketika pengguna perlu memasukkan barang dengan cepat. Pemain dapat menyimpan jaket, dokumen perjalanan, headphone, dan perlengkapan kecil tanpa mengatur susunan terlalu rumit.

Penggunaan Chanel oleh kapten Belanda memperlihatkan bahwa pembagian tas berdasarkan jenis kelamin semakin tidak relevan dalam gaya atlet modern. Pemain memilih berdasarkan bentuk, bahan, ukuran, serta kecocokan dengan pakaian.

Jurrien Timber membawa Hermès Kelly 32, sedangkan Memphis Depay terlihat menggunakan Hermès HAC 50. Penjaga gawang Bart Verbruggen memilih Bottega Veneta Large Andiamo dengan ciri anyaman khas rumah mode Italia.

Tas tas tersebut membuat kedatangan Belanda terlihat sangat beragam. Satu rombongan memperlihatkan Chanel, Hermès, dan Bottega Veneta dalam gaya yang berbeda.

Spanyol Datang dengan Koleksi Loewe

Tim Spanyol mempunyai hubungan resmi dengan Loewe selama Piala Dunia 2026. Kerja sama tersebut membuat banyak pemain tiba dengan tas Amazona dari rumah mode asal Spanyol itu.

Nico Williams, Pedri, Pau Cubarsí, Eric García, dan Lamine Yamal terlihat membawa Loewe XL Amazona 180 dalam sejumlah pilihan bahan. Beberapa memakai suede yang memberi permukaan lembut dan penampilan hangat.

Amazona pertama kali dikenal sebagai tas dengan bentuk terstruktur dan pegangan atas. Versi XL memberi kapasitas lebih besar agar sesuai digunakan untuk perjalanan.

Kehadiran tas seragam menciptakan identitas visual yang kuat. Spanyol tidak hanya membawa pakaian tim, tetapi juga menggunakan aksesori dari merek yang berakar di negaranya.

Alex Grimaldo memilih Loewe Large Featherlight Puzzle, sedangkan Lamine Yamal pada kesempatan lain terlihat membawa Chanel XXL Urban Essential Shopping Tote.

Kerja sama Loewe dengan federasi Spanyol menunjukkan bahwa tas pemain tidak selalu sepenuhnya berasal dari keputusan pribadi. Sebagian penampilan dapat menjadi bagian dari kemitraan resmi, pemberian merek, atau kebutuhan promosi.

Enzo Fernández Membawa Louis Vuitton Berlapis Kilau

Argentina datang dengan pakaian olahraga yang lebih santai, tetapi pilihan tas para pemain tetap berada pada kelas mewah. Enzo Fernández terlihat membawa Louis Vuitton Monogram Mirror Keepall Bandoulière 45.

Model ini mempertahankan bentuk Keepall klasik, tetapi permukaannya mempunyai efek mengilap yang memantulkan cahaya. Ukuran 45 sesuai untuk digunakan sebagai tas kabin pada banyak perjalanan.

Keepall merupakan salah satu model perjalanan paling dikenal dari Louis Vuitton. Bentuknya sederhana, mempunyai dua pegangan atas, bukaan beritsleting, dan tali bahu pada versi Bandoulière.

Nicolás Otamendi juga terlihat membawa Hermès, sementara sejumlah anggota tim menggunakan tas kulit yang tampak dibuat khusus untuk rombongan Argentina.

Penggunaan Keepall memberi Enzo keseimbangan antara bentuk yang sudah dikenal dan bahan yang lebih mencolok. Tas tetap mudah dibawa, tetapi terlihat berbeda ketika terkena cahaya bandara.

Louis Vuitton Menjadi Pilihan yang Paling Mudah Dikenali

Selain Hermès, Louis Vuitton termasuk merek yang paling banyak terlihat di antara para peserta. Bentuk Keepall muncul pada pemain Prancis, Argentina, Republik Demokratik Kongo, dan sejumlah tim lain.

Malo Gusto membawa Louis Vuitton Keepall Bandoulière 50, sedangkan Adrien Rabiot dan Robin Risser memakai Monogram Macassar Keepall Bandoulière 55.

Ukuran 50 dan 55 memberi kapasitas lebih besar untuk pakaian serta barang perjalanan. Corak monogram membuat tas mudah dikenali bahkan dari jarak cukup jauh.

Louis Vuitton mempunyai hubungan panjang dengan perjalanan. Rumah mode tersebut berawal dari pembuatan koper, sehingga kemunculan Keepall di bandara terasa sesuai dengan sejarah produknya.

Bagi pemain, model tersebut menawarkan bentuk yang lebih ringan daripada koper keras. Tas dapat ditempatkan di atas koper beroda atau dibawa dengan tali bahu.

Jude Bellingham Mengoleksi Louis Vuitton Terbaru

Jude Bellingham dikenal dekat dengan dunia mode dan Louis Vuitton. Koleksinya disebut mencakup Keepall bermonogram khusus serta Speedy berbahan kulit lembut dari era kreatif Pharrell Williams.

Hubungan Bellingham dengan rumah mode memberinya akses terhadap produk terbaru, termasuk model yang belum mudah ditemukan di pasar umum. Ia tidak hanya membeli barang klasik, tetapi mengikuti perubahan desain setiap musim.

Speedy versi pria hadir dalam warna berani dan bahan kulit yang terasa lebih lembut daripada kanvas monogram tradisional. Model ini menggabungkan bentuk lama dengan pendekatan pakaian jalanan modern.

Bellingham menggunakan tas untuk memperkuat gaya yang sudah terlihat melalui pakaian, sepatu, dan aksesori. Setiap kedatangan tim kemudian menjadi kesempatan bagi media mode untuk memperhatikan barang yang ia bawa.

Ko Itakura dari Jepang juga disebut menyukai Speedy berwarna cerah dari periode awal Pharrell di Louis Vuitton. Pilihan tersebut memperlihatkan luasnya pengaruh koleksi yang sama terhadap pemain dari tim berbeda.

Republik Demokratik Kongo Mengangkat Desainer Lokal

Tidak semua tas yang mendapat perhatian berasal dari rumah mode Eropa yang sudah sangat besar. Republik Demokratik Kongo tiba dengan tas perjalanan khusus dari JMAKxPARIS, merek milik desainer Kongo.

Tas tersebut memakai detail yang terinspirasi corak macan tutul. Unsurnya merujuk pada julukan tim, Les Léopards, sekaligus memberi penghormatan kepada generasi yang terakhir tampil di Piala Dunia lebih dari lima dekade sebelumnya.

Rombongan Kongo memadukan tas dengan setelan khusus. Penampilannya membentuk identitas yang lebih personal daripada sekadar membawa produk mahal.

Fiston Mayele juga terlihat menggunakan Louis Vuitton Keepall Bandoulière. Namun, koleksi JMAKxPARIS tetap menjadi pusat perhatian karena berkaitan langsung dengan sejarah dan kebanggaan tim.

Pilihan tersebut menunjukkan bahwa nilai sebuah tas tidak selalu ditentukan harga pasar sekunder. Hubungan dengan negara, perajin, dan perjalanan tim dapat memberi daya tarik yang tidak dimiliki produk massal.

“Tas terbaik dalam rombongan Piala Dunia tidak selalu yang paling mahal. Barang yang membawa identitas tim dapat meninggalkan kesan lebih kuat daripada logo yang sudah dikenal di seluruh dunia.”

Tas Mewah Menjadi Bagian dari Citra Atlet

Pemain sepak bola kini mempunyai pengaruh besar di luar olahraga. Penampilan mereka di bandara dapat beredar melalui foto, video singkat, dan media sosial dalam hitungan menit.

Tas yang digunakan kemudian memperoleh perhatian dari penggemar, media mode, kolektor, dan calon pembeli. Sebuah model langka dapat kembali dicari setelah terlihat dibawa pemain terkenal.

Bagi rumah mode, atlet menawarkan jangkauan yang sangat luas. Mereka tidak hanya berhubungan dengan penggemar mode, tetapi juga dengan penonton olahraga dari berbagai usia dan negara.

Sebagian tas merupakan koleksi pribadi. Sebagian lainnya mungkin berkaitan dengan kontrak, hubungan sebagai duta, pemberian merek, atau kerja sama resmi tim.

Masyarakat perlu membedakan penggunaan pribadi dengan promosi. Foto kedatangan tidak selalu menjelaskan apakah pemain membeli tas tersebut sendiri atau menerimanya melalui kerja sama.

Walau demikian, pilihan cara membawa dan memadukannya tetap membentuk gaya masing masing pemain.

Nilai Tas Bisa Berubah di Pasar Sekunder

Harga tas mewah tidak selalu berhenti pada angka butik. Model langka, warna tertentu, bahan eksotis, dan kolaborasi terbatas dapat dijual lebih tinggi di pasar sekunder.

Hermès menjadi contoh paling jelas. Ketersediaan Birkin, Kelly, dan HAC tertentu sangat terbatas. Pembeli juga tidak selalu dapat langsung memilih model yang diinginkan di butik.

Tas Haaland dengan motif Endless Road menjadi menarik karena jumlahnya terbatas dan desainnya mudah dikenali. Chanel x Pharrell milik Thuram juga mempunyai nilai koleksi karena berasal dari kerja sama khusus.

Kondisi barang sangat menentukan harga. Goresan, perubahan warna, kerusakan sudut, serta kelengkapan kotak dan dokumen dapat mengubah nilainya.

Pemakaian dalam perjalanan mempunyai risiko lebih tinggi dibandingkan penggunaan untuk acara singkat. Tas dapat terkena hujan, gesekan koper, lantai bandara, atau tekanan di dalam kendaraan.

Para pemain tetap memilih membawa barang tersebut, menunjukkan bahwa tas mewah tidak selalu disimpan sebagai pajangan. Sebagian benar benar digunakan sebagai perlengkapan perjalanan.

Fungsi Tetap Menjadi Pertimbangan Utama

Di balik harga tinggi dan nama besar, sebagian besar tas yang terlihat mempunyai bentuk yang sesuai untuk bepergian.

HAC, Keepall, Weekender, Amazona XL, dan duffle Gucci menawarkan ruang besar. Pemain dapat mengakses barang tanpa membuka koper yang sudah ditangani staf.

Tas kecil seperti Dior A5 Triangle Pouch atau Hermès Kelly Messenger dipakai untuk dokumen dan barang berharga. Ukurannya membuat tas tetap dekat dengan tubuh.

Tali bahu menjadi unsur penting karena pemain masih harus menarik koper. Pegangan kuat juga diperlukan ketika tas membawa beban cukup berat.

Bahan kulit memberi kesan mewah, tetapi membutuhkan perawatan. Kanvas berlapis biasanya lebih tahan terhadap goresan dan perubahan cuaca.

Pilihan tiap pemain akhirnya menunjukkan kebutuhan berbeda. Ada yang mengutamakan kapasitas, ada yang memilih barang langka, dan ada pula yang menggunakan tas sebagai bagian dari hubungan profesional dengan merek.

Bandara Menjadi Panggung Mode sebelum Pertandingan

Kedatangan tim dahulu lebih banyak dilihat sebagai kegiatan logistik. Kini, foto bandara menjadi bagian penting dari cerita Piala Dunia.

Pemain memasuki negara tuan rumah dengan pakaian yang telah disiapkan, koper seragam, dan tas pribadi. Momen tersebut menjadi penampilan pertama mereka sebelum latihan dan pertandingan dimulai.

Hermès milik Haaland, Chanel hijau Thuram, Dior milik Mbappé dan Hakimi, serta deretan Loewe dari tim Spanyol memperlihatkan luasnya hubungan sepak bola dengan industri mewah.

Louis Vuitton tetap menjadi pilihan paling umum untuk perjalanan, sedangkan Hermès menempati posisi khusus bagi pemain yang mencari kelangkaan. Dior menawarkan bentuk lebih rapi, Chanel memberi pilihan berani, dan Bottega Veneta menghadirkan desain yang tidak terlalu mengandalkan logo.

Koleksi tas para pemain Piala Dunia 2026 akhirnya menjadi pertandingan gaya tersendiri. Tidak ada medali atau trofi yang diberikan, tetapi setiap kedatangan meninggalkan foto yang terus dibicarakan bahkan setelah koper dibawa masuk ke hotel dan perhatian kembali berpindah ke lapangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *