Kyoto Jadi Magnet Turis Asing, Jepang Makin Ramai Dikunjungi Jepang kembali menjadi salah satu negara yang paling diburu wisatawan asing. Kota besar, kawasan bersejarah, jalur belanja, kuliner lokal, hingga pemandangan alam membuat negeri ini terus masuk daftar utama perjalanan lintas negara. Minat itu makin terlihat setelah Jepang mencatat 42,7 juta kunjungan wisatawan internasional pada 2025, jumlah tertinggi dalam catatan pariwisata negara tersebut.
Di antara banyak wilayah yang ramai dikunjungi, Kyoto muncul sebagai nama yang sulit tergeser. Survei berbasis data lokasi ponsel terhadap sekitar 25.000 distrik di Jepang menunjukkan destinasi populer turis asing sangat terkonsentrasi di tujuh prefektur, dan Kyoto memiliki jumlah titik terbanyak dalam daftar 100 lokasi teratas, yakni 17 titik.
Kyoto Tetap Menjadi Wajah Klasik Jepang yang Paling Dicari
Kyoto selalu punya tempat istimewa bagi turis asing karena kota ini memperlihatkan sisi Jepang yang berbeda dari Tokyo. Bila Tokyo lekat dengan gedung tinggi, transportasi cepat, dan pusat hiburan modern, Kyoto menawarkan kuil tua, jalan batu, taman tenang, serta kawasan tradisional yang masih terawat.
Nama Kyoto makin kuat karena wisatawan bisa menikmati banyak pengalaman dalam satu kota. Mereka dapat mengunjungi Fushimi Inari Taisha dengan deretan gerbang torii merah, menyusuri kawasan Higashiyama, datang ke Kiyomizudera, lalu menikmati suasana Gion yang terkenal dengan rumah kayu dan budaya geisha.
Kyoto bukan sekadar kota untuk berfoto. Banyak turis asing datang karena ingin merasakan ritme perjalanan yang lebih pelan. Mereka mencari kedai teh, toko kerajinan, kimono rental, makanan khas, hingga gang kecil yang memberi pengalaman lebih dekat dengan kehidupan lokal.
Fushimi Inari dan Kiyomizudera Selalu Dipadati Pengunjung
Fushimi Inari menjadi salah satu ikon paling mudah dikenali dari Jepang. Deretan torii merah yang membentuk lorong panjang membuat tempat ini sangat populer di media sosial. Wisatawan biasanya datang pagi hari agar bisa menikmati suasana lebih nyaman sebelum kawasan tersebut ramai.
Kiyomizudera juga tidak kalah diminati. Kuil ini berada di kawasan perbukitan dan menyuguhkan pemandangan Kyoto dari ketinggian. Pada musim semi, area sekitarnya ramai oleh wisatawan yang ingin melihat bunga sakura. Saat musim gugur, warna dedaunan menjadi daya tarik utama.
Tokyo Tetap Menjadi Gerbang Utama Turis Asing
Tokyo hampir selalu menjadi titik pertama bagi wisatawan yang datang ke Jepang. Kota ini memiliki bandara internasional, jaringan kereta lengkap, pilihan hotel beragam, serta pusat hiburan yang mudah dijangkau. Banyak turis asing menjadikan Tokyo sebagai tempat pembuka sebelum melanjutkan perjalanan ke Kyoto, Osaka, atau kawasan Gunung Fuji.
Daya tarik Tokyo terletak pada variasi yang sangat luas. Shibuya dikenal dengan persimpangan padat dan pusat belanja anak muda. Shinjuku menawarkan hiburan malam, gedung pencakar langit, dan taman kota. Asakusa memberi sentuhan tradisional melalui Sensoji, sementara Akihabara ramai oleh penggemar gim, anime, dan perangkat elektronik.
Tokyo juga menjadi tujuan kuliner yang kuat. Turis asing bisa mencoba ramen, sushi, tempura, kafe bertema unik, hingga restoran kecil di gang sempit. Banyak pelancong merasa Tokyo memberi pengalaman lengkap karena kota ini bisa dinikmati oleh pencinta belanja, keluarga, pasangan, sampai solo traveler.
Shibuya dan Asakusa Punya Pasar Wisata yang Berbeda
Shibuya menarik wisatawan yang ingin melihat sisi modern Jepang. Area ini sering dikaitkan dengan gaya hidup anak muda, fesyen, musik, dan kuliner cepat saji khas kota besar. Banyak turis datang hanya untuk merasakan suasana persimpangan Shibuya yang sangat terkenal.
Asakusa menawarkan suasana berbeda. Kawasan ini lebih dekat dengan citra Tokyo lama. Sensoji menjadi magnet utama, disusul Nakamise Street yang dipenuhi toko suvenir dan jajanan. Kombinasi itu membuat Asakusa tetap ramai, terutama bagi wisatawan yang ingin merasakan budaya tradisional tanpa keluar dari Tokyo.
Osaka Makin Dicari Karena Kuliner dan Hiburan
Osaka menjadi salah satu kota yang paling diminati turis asing karena suasananya lebih santai dibanding Tokyo. Kota ini terkenal ramah, penuh makanan enak, dan memiliki banyak tempat hiburan yang mudah dijangkau. Banyak wisatawan memilih Osaka sebagai basis perjalanan karena lokasinya dekat dengan Kyoto, Nara, dan Kobe.
Dotonbori menjadi wajah paling populer dari Osaka. Lampu neon, papan Glico, deretan restoran, dan aroma takoyaki membuat kawasan ini selalu hidup. Wisatawan asing biasanya datang pada malam hari untuk menikmati suasana kota yang ramai, mencicipi makanan jalanan, dan berfoto di sepanjang kanal.
Selain Dotonbori, Osaka juga punya Universal Studios Japan yang menjadi incaran keluarga dan penggemar hiburan. Taman hiburan ini sering masuk rencana perjalanan turis asing, terutama mereka yang datang bersama anak atau rombongan teman.
Osaka Cocok untuk Wisatawan yang Suka Bergerak Cepat
Osaka memberi kemudahan bagi turis yang ingin mengunjungi banyak tempat dalam waktu singkat. Jaringan kereta cukup mudah dipahami, kawasan wisata utama saling terhubung, dan pilihan makanan tersedia hampir di setiap sudut kota.
Bagi pelancong yang ingin menghemat waktu, Osaka sering dipilih sebagai pusat perjalanan Kansai. Dari kota ini, Kyoto bisa dicapai dengan kereta, Nara dapat dikunjungi dalam perjalanan satu hari, dan Kobe juga tidak terlalu jauh. Hal tersebut membuat Osaka sangat menarik bagi wisatawan yang ingin memadatkan jadwal tanpa terlalu sering pindah hotel.
Hokkaido Menjadi Pilihan untuk Alam dan Salju
Hokkaido memberi pengalaman berbeda dari kota kota besar di Jepang. Wilayah ini terkenal dengan udara sejuk, hamparan alam luas, makanan laut segar, ladang bunga, dan resor ski. Dalam daftar titik populer turis asing, Hokkaido juga tercatat kuat dengan 16 lokasi dalam 100 tempat teratas menurut survei yang dilaporkan Kyodo.
Sapporo menjadi pintu masuk utama Hokkaido. Kota ini dikenal lewat festival salju, ramen miso, bir lokal, dan suasana kota yang lebih lapang. Pada musim dingin, banyak turis asing datang untuk menikmati salju yang kualitasnya dikenal baik di kalangan pencinta ski.
Di luar Sapporo, kawasan seperti Niseko, Furano, Biei, dan Hakodate juga memiliki penggemar masing masing. Niseko ramai oleh turis yang ingin bermain ski. Furano dan Biei populer pada musim panas karena ladang bunga dan pemandangan pedesaan yang tertata indah. Hakodate disukai karena pasar pagi, makanan laut, dan pemandangan malam dari Gunung Hakodate.
Hokkaido Disukai Turis yang Ingin Menjauh dari Kepadatan Kota
Tidak semua wisatawan asing datang ke Jepang untuk belanja dan hiburan kota. Sebagian justru mencari tempat yang lebih lega, tenang, dan dekat dengan alam. Hokkaido menjawab kebutuhan itu dengan bentang alam yang berbeda dari wilayah Jepang lainnya.
Turis keluarga sering memilih Hokkaido karena perjalanan terasa lebih nyaman dan tidak selalu berdesakan. Pasangan juga menyukai wilayah ini karena pemandangannya romantis, terutama saat musim salju atau saat bunga bermekaran.
Gunung Fuji dan Yamanashi Tetap Jadi Buruan Foto
Gunung Fuji menjadi simbol Jepang yang selalu menarik perhatian turis asing. Banyak wisatawan ingin melihat langsung gunung ini karena bentuknya sangat ikonik. Kawasan Yamanashi, terutama sekitar Fuji Five Lakes, menjadi salah satu tempat favorit untuk menikmati pemandangan Gunung Fuji dari jarak yang indah.
Danau Kawaguchi menjadi titik paling populer. Dari kawasan ini, wisatawan bisa melihat Gunung Fuji dengan latar danau, penginapan tradisional, serta jalur jalan kaki yang nyaman. Pada hari cerah, pemandangannya menjadi salah satu yang paling dicari fotografer dan turis biasa.
Selain Danau Kawaguchi, banyak wisatawan juga datang ke Chureito Pagoda. Tempat ini terkenal karena menampilkan pagoda, Gunung Fuji, dan sakura dalam satu bingkai saat musim semi. Karena foto dari lokasi ini sering beredar luas, jumlah pengunjung asing pun terus tinggi.
Cuaca Menjadi Penentu Besar Pengalaman di Fuji
Berbeda dengan kota besar, wisata Gunung Fuji sangat bergantung pada cuaca. Awan tebal bisa membuat puncaknya tidak terlihat sama sekali. Karena itu, wisatawan biasanya mengecek prakiraan cuaca sebelum berangkat.
Meski begitu, kawasan sekitar Fuji tetap menarik walau puncaknya tertutup awan. Pengunjung masih bisa menikmati danau, onsen, kafe, museum kecil, serta penginapan bergaya ryokan. Banyak turis memilih menginap satu malam agar punya peluang lebih besar melihat Fuji pada pagi hari.
Okinawa Menarik Turis dengan Pantai dan Iklim Tropis
Okinawa memberi wajah lain dari Jepang. Wilayah ini tidak identik dengan kuil tua atau gedung modern, tetapi dengan laut biru, pasir putih, budaya pulau, dan cuaca hangat. Karena itu, Okinawa sering dipilih wisatawan asing yang ingin liburan santai setelah menjelajahi kota kota besar.
Naha menjadi pintu masuk utama. Dari sana, turis bisa menuju pantai, pulau kecil, pasar lokal, dan kawasan bersejarah. Okinawa juga disukai oleh penggemar snorkeling dan diving karena lautnya jernih serta kehidupan bawah lautnya kaya.
Budaya Okinawa terasa berbeda dari wilayah Jepang daratan. Musik, makanan, arsitektur, dan kebiasaan lokal memberi warna tersendiri. Hal inilah yang membuat banyak turis merasa Okinawa bukan sekadar tambahan perjalanan, melainkan destinasi utama yang layak didatangi lebih lama.
Kanagawa Kuat Berkat Yokohama, Kamakura, dan Hakone
Kanagawa sering menjadi pilihan turis asing karena lokasinya dekat dari Tokyo. Dalam satu prefektur, wisatawan dapat menikmati kota pelabuhan modern, kuil tepi laut, kawasan onsen, dan pemandangan alam. Survei lokasi wisata populer juga menempatkan Kanagawa sebagai salah satu prefektur dengan jumlah titik favorit tinggi setelah Kyoto dan Hokkaido.
Yokohama menarik bagi wisatawan yang ingin melihat sisi kota pelabuhan Jepang. Area Minato Mirai, Chinatown, dan taman tepi laut menjadi tempat yang mudah dinikmati dalam perjalanan singkat dari Tokyo.
Kamakura menawarkan suasana lebih klasik dengan kuil, pantai, dan patung Buddha besar. Banyak turis menyukai Kamakura karena bisa menikmati sejarah dan laut dalam satu hari. Hakone menjadi pilihan lain untuk onsen, museum seni, dan pemandangan Gunung Fuji dari area tertentu.
Kanagawa Sering Masuk Rute Singkat dari Tokyo
Keunggulan Kanagawa adalah akses. Turis yang menginap di Tokyo dapat datang tanpa harus memindahkan koper. Perjalanan satu hari ke Yokohama, Kamakura, atau Hakone sangat memungkinkan dengan kereta.
Faktor ini membuat Kanagawa cocok untuk wisatawan yang jadwalnya padat. Mereka bisa mendapat pengalaman berbeda tanpa perlu perjalanan panjang. Bagi turis pemula, Kanagawa menjadi cara mudah untuk melihat sisi Jepang di luar ibu kota.
Nara Masih Dicari Karena Rusa dan Warisan Budaya
Nara menjadi destinasi yang sering dipasangkan dengan Kyoto dan Osaka. Kota ini terkenal dengan rusa yang berkeliaran di Nara Park, serta kuil Todaiji yang menyimpan patung Buddha besar. Bagi turis asing, pengalaman memberi makanan khusus kepada rusa menjadi salah satu aktivitas yang paling mudah diingat.
Nara menarik karena ukurannya tidak terlalu besar. Wisatawan dapat mengunjungi beberapa tempat utama dalam satu hari. Suasananya juga lebih tenang dibanding Kyoto dan Osaka, sehingga cocok untuk pelancong yang ingin perjalanan lebih ringan.
Selain Nara Park dan Todaiji, kota ini memiliki Kasuga Taisha yang dikenal dengan lentera batu dan suasana hutan. Jalan menuju kuil memberi pengalaman berjalan kaki yang nyaman, terutama saat cuaca sejuk.
Hiroshima Menawarkan Wisata Sejarah dan Pulau Miyajima
Hiroshima menjadi tujuan penting bagi wisatawan yang ingin memahami perjalanan sejarah Jepang. Peace Memorial Park dan museum di sekitarnya sering menjadi tempat yang dikunjungi turis asing untuk merenung dan mengenal peristiwa besar yang pernah terjadi di kota tersebut.
Di luar pusat kota, Miyajima menjadi daya tarik kuat. Gerbang torii Itsukushima yang tampak berdiri di atas air saat pasang menjadi salah satu pemandangan paling terkenal di Jepang. Banyak wisatawan menggabungkan kunjungan ke Hiroshima dan Miyajima dalam satu rute.
Hiroshima juga dikenal dengan okonomiyaki khas daerah tersebut. Gaya penyajiannya berbeda dari Osaka, sehingga wisatawan kuliner sering memasukkan kota ini dalam daftar perjalanan mereka.
Jepang Makin Ramai, Wisatawan Perlu Mengatur Rute dengan Cermat
Kenaikan jumlah kunjungan membuat beberapa tempat di Jepang semakin padat, terutama Kyoto, Tokyo, Osaka, dan kawasan Fuji. JNTO menyediakan data kunjungan, wilayah yang dikunjungi, penginapan, hingga pengeluaran wisatawan, yang menunjukkan pariwisata Jepang bergerak dalam skala sangat besar.
Bagi turis asing, rute perjalanan perlu disusun dengan lebih teliti. Datang lebih pagi, memilih hari biasa, membeli tiket lebih awal, dan menghindari jam tersibuk bisa membuat perjalanan jauh lebih nyaman. Kyoto, misalnya, sangat indah saat pagi sebelum rombongan wisata memenuhi jalan kecil di Higashiyama atau area Fushimi Inari.
Wisatawan juga mulai melirik kota kedua di sekitar destinasi besar. Dari Kyoto, mereka bisa bergerak ke Uji atau Otsu. Dari Osaka, pilihan bisa menuju Wakayama atau Himeji. Cara ini membuat perjalanan terasa lebih kaya tanpa hanya berputar di titik yang sama dengan wisatawan lain.






