Penerbangan Cargo Trigana PK-YSZ keluar dari awan dan nyaris gagal landing Di Bandara Wamena. ( foto:Dok BMKG Wamena)

WAMENA-Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Subahari memperingatkan penerbangan yang beroperasi di Wamena jika masuk di pagi hari. Sebab apabila temperatur udara turun maka akan terjadi kumpulan awan  yang menutupi  jalur masuk/mendarat ke landasan pacu  BandaraWamena.

   Pihak BMKG berharap kepada operator penerbangan, untuk bisa memperhatikan SOP untuk perubahan cuaca di Wamena dan  harus bisa mencermati SOP untuk standar data-data cuaca yang diterapkan dari BMKG Wamena. Menurut Subahari, standarnya harus jarak pandangnya lima kilometer, termasuk memperhatikan unsur-unsur meteorologi.

   Terkait keperluan standar keselamatan penerbangan, pihaknya secara rutin meng-up date data-data cuaca itu untuk update per 30 menit. Antara lain angin, jarak pandang, ketinggian awan, temperatur dan tekanan udara itu faktor-faktor yang mempengaruhi unsur-unsur cuaca.

   “Terkait insiden itu (pesawat yang nyaris gagal landing.red) rekapannya sudah disampaikan terkait jarak pandang yang pendek terhadap ATC dan sudah kita  komunikasikan,” katanya.

  Subahari menjelaskan jika yang disampaikan sebelum terjadinya insiden kemarin pertama  jarak pandang waktu itu sempat 4 kilo, 5 kilo, terus ada perubahan awan yang muncul dari ground, perubahannya ke tiga kilo, dua kilo, satu kilo itu sudah update per 30 menit dan sampaikan ke semua pihak di Bandara.

  “Kita ada jalur ASTN, jalur dari BMKG-AIRnav. Faktor lokal, di Wamena itukan elevasinya tinggi, 1.600 sekian meter atau 5435 feet itu faktor kelembapan udara juga mempengaruhi. temperatur kelembapan udara juga mempengaruhi sehingga terjadi kumpulan awan,” jelasnya.

   Ia menyatakan BMKG itu sudah menyediakan jasa pelayananan meteorologi penerbangan dan itu bisa diakses per 30 menit. jika terjadi peruabahan yang signifikan, di antara waktu 30 menit akan dibuatkan special report. di waktu-waktu tertentu dengan kondisi cuaca terkini, 

   “Kita selalu mengupdate baik  diobservasi BMKG, ini kita ontime terus. obserfatornya yang bertugas itu kita selalu observasi per 30 menit. tetapi observasi sebelumnya kita per 10 menit, kita selalu stay di kantor untuk memberikan pelayanan signifikan.”bebernya

   Subahari mengaku jika di Wamena inikan faktor lokal yang mempengaruhi perubahannya, yang mungkin 5 atau 10 menit juga bisa berubah dari membaik bisa memburuk, dalam keadaan memburuk juga bisa membaik dalam jangka waktu 5- 10 menit berubah terutama ketinggian awan yang mempengaruhi jarak pandang. 

   “Dari jarak pandang itu bisa mempengaruhi karena pergerakan awan itu terutama di final ron 15 itu signifikan sekali kalau pagi hari antara jam 6-8 pagi itu jam-jam krusial perubahan cuaca yang signifikan kita selalu observasi.”ujar Subahari yang mengaku cuaca di Wamena bisa sewaktu-waktu berubah. (jo/tri)