MERAUKE-Pemerintah Kabupaten Merauke saat ini tengah mewaspadai kemungkinan adanya eksodus besar-besaran dari para penambang emas Kawe dari Kabupaten Pegunungan Bintang dan pisang-pisang dari Kabupaten Boven Digoel. Kemungkinan adanya eksodus ribuan penambang emas ke Merauke tersebut jika pemerintah Provinsi Papua menutup tambang emas rakyat yang ada di kawasan tersebut.

    “Yang harus kita waspadai adalah adanya kemungkinan eksodus secara besar-besaran ke Merauke ketika provinsi sudah menutup tambang emas yang ada di Kawe dan pisang-pisang tersebut,” kata Bupati Merauke Frederikus Gebze, SE, M. Si, kemarin. 

   Menurut Bupati Frederikus Gebze yang juga sebagai ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Merauke itu bahwa Merauke akan dipilih sebagai daerah tempat eksodus karena selama ini Merauke dirasa   lebih aman. Lebih dari itu, hubungan keluar Merauke akan lebih mudah. 

   Kawasan tambang emas secara tradisional tersebut menjadi salah satu kluster Covid-19 setelah pasien 01 dari Boven Digoel berasal dari kawasan Kawe tersebut. Termasuk pasien 02 dari Boven Digoel. Apalagi, para penambang yang ada di kawasan tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia yang kini berada dalam zona merah. 

   Karena itu, kata Bupati Frederikus Gebze, pihaknya telah menyurat ke pemerintah provinsi dan Pangdam XVII/Cenderawasih untuk membantu memulangkan para penambang tersebut ke daerah asal masing-masing dengan menggunakan KRI yang saat ini sedang masuk ke Merauke membawa pasukan Satgas Pamtas.

   “Jadi mereka yang turun dari Kawe dan pisang-pisang tersebut langsung kita arahkan ke atas kapal dan pulangkan ke daerah masing-masing untuk mengurangi resiko kemungkinan adanya penukaran Covid-19 ke masyarakat kita,” tambahnya. (ulo/tri)