Sejumlah warga korban kebakaran di Dok IX, Distrik Jayapura Utara saat berada di lokasi pengungsian di aula kantor Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua, Rabu (21/10) ( FOTO: Elfira/Cepos)

Ada Warung Gratis Untuk Korban Kebakaran

JAYAPURA- Dua hari tinggal di lokasi pengunsian pasca kebakaran yang menghanguskan 158 unit rumah di Kampung Tengah, Dok IX Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara  yang terjadi pada Senin (19/10) malam, warga menginginkan tempat tinggal mereka segera dibangun.

Sebagian pengungsi tak ingin pindah dari tempat yang telah ditempati selama bertahun-tahun itu. Warga menginginkan pembangunan kembali tempat tinggal mereka. Pasalnya mata pencaharian mereka adalah nelayan.

Salah seorang warga korban kebakaran bernama Mama Dewi (55) mengaku, akan kesulitan jika mereka dipindahkan ke tempat lain. Karena mereka sudah terbiasa hidup di lautan sebagai nelayan.

“Kami kesulitan kalau ditempatkan di tempat yang jauh, karena kehidupan kami nelayan. Kami  harap dibangun kembali tempat tinggal kami,” ucap Mama Dewi kepada Cenderawasih Pos, Rabu (21/10).

Selama di lokasi pengungsian, Mama Dewi mengaku terlayani dengan baik. Malah lebih dari cukup. Diakuinya, begitu banyak perhatian Pemerintah Kota Jayapura, keluarga dan orang-orang terdekat.

“Selama mengungsi pelayanan lebih dari cukup, yang kami inginkan bisa tinggal di rumah kita masing-masing,” kata Mama Dewi.

Aksi sosial terhadap korban bencana kebakaran di Dok IX  Jayapura ternyata tidak semua datang dari warga di luar Dok IX. Ada juga tetangga korban yang berinisiatif melakukan hal – hal yang sifatnya meringankan. Salah satunya dengan membuka warung makan dan semua digratiskan. Hanya saja ini khusus bagi mereka yang dilanda musibah. 

“Karena kami termasuk yang beruntung, tidak menjadi korban jadi sudah sepatutnya bisa membantu teman – teman yang kesusahan dan ini yang bisa kami lakukan,” kata Asti Malik (32)  seorang pemilik warung makan di Dok IX Jayapura, Rabu (21/10). 

WARUNG GRATIS: Asti Malik ketika menyiapkan makanan bagi warga yang datang ke warungnya pada Rabu (21/10). Ia membuka warung makan dan siapa saja yang makan tidak dipungut biaya alias gratis. ( FOTO: Gamel/Cepos)

 Ia menyebut bahwa saat kebakaran ia bersama suami berada di warung yang lokasinya tak jauh dari lokasi kebakaran. Ia besyukur meski hanya beberapa meter ternyata warungnya selamat. Asti sendiri baru hari pertama membuka warung gratis dan ia melihat meski makanan sudah disiapkan oleh pemerintah maupun donatur ternyata tetap masih ada yang membutuhkan uluran tangan. 

“Hari ini sampai siang ini kami sudah menghabiskan 20 Kg beras dan lauk ikan maupun telur  dan kebanyakan yang makan adalah bapak – bapak dan anak – anaknya,” beber Asti.

Diakui banyak yang kaget dengan adanya warung gratis ini namun setelah dijelaskan tujuannya akhirnya banyak yang mengerti. “Ini bentuk keprihatinan saja, yang korban juga tetangga – tetangga sendiri jadi saya dan suami berpikir apa yang bisa kami buat dan sementara buka warung gratis ini,” imbuhnya. 

Rencananya Asti membuka warung gratis ini hingga hari  Sabtu. Namun jika masih dibutuhkan ia siap untuk tetap membuka secara gratis. “Untuk bahan – bahannya sebagian besar kami beli, tapi tadi ada yang datang sumbang telur dan kami siapkan satu paket dengan nasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP. Komang Yustrio Wirahadi Kusuma mengatakan, dari hasil analisa usai melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kebakaran di Dok IX disebabkan hubungan arus pendek listrik atau korsleting.

“Hasil analisa sementara adalah korsleting akibat kelebihan beban,” ucap Komang kepada Cenderawasih Pos, Rabu (21/10).

Dikatakan, barang bukti terbaru yang diamankan di TKP adalah meteran yang diduga menjadi penyebab terjadinya kebakaran. Sebelumnya, pihak Reskrim mengamankan kabel dan serpihan instalasi.

“Beberapa barang bukti yang kami amankan di TKP akan diuji leb untuk mengetahui hasil pasti penyebab kebakaran, hasilnya akan diketahui tiga hari kedepan,” terangnya.

Sejauh ini lanjut Kasat Reskrim sebanyak dua orang telah dimintai keterangan terkait dengan kebakaran yang menghanguaskan sebanyak 158 unit rumah yang terdiri dari 340 KK, di 3 RT dan 2 RW dengan jumlah penduduk sebanyak 728 jiwa.

Adapun para korban hingga saat ini mengungsi di aula Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua serta Aula Dinas Sosial Provinsi Papua. (fia/ade/nat)