JAYAPURA- Memfitnah lebih kejam dari pada pembunuhan inilah kata yang diungkapkan Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM., dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Kota Jayapura. Padahal Pemkot bersama jajarannya sudah mengeluarkan seluruh kemampuan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Wali Kota Jayapura Dr Benhur Tomi Mano, MM.,didampingi Wawali Kota Jayapura Ir.H.Rustan Saru, Kadis Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari dan Sekda Kota Jayapura Dr Frans Pekey, M.Si. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Upaya yang dilakukan mulai dari sosialisasi, penegakkan hukum (sweeping masker), membuat Perwal serta Perda serta turun di lapangan, sampai menyewa Hotel Sahid dan mess LPMP sebagai tempat perawatan warga Kota Jayapura yang terpapar Covid-19.

Sehingga banyak dana dari APBD Kota Jayapura dilakukan refocusing untuk penanganan Covid-19, PAD Kota Jayapura turun, jadi ini bukti kalau perhatian Pemkot sangat besar.

Walaupun demikian, kata wali kota masih ada oknum wartawan, masyarakat atau lainnya yang menyudutkan Pemkot Jayapura dalam penanganan Covid-19 Kota Jayapura, bahwa ada keuntungan yang diambil Pemkot seperti dalam sewa hotel ada fee yang masuk di Pemkot.

“Saya tidak mengambil keuntungan sepeserpun dari penanganan wabah Covid-19 Kota Jayapura, justru saya berusaha semaksimal mungkin masyarakat saya biar tetap sehat dan yang sakit saya obati, karena adanya Covid-19 sangat merugikan masyarakat apakah perekonomian, aktivitasnya dan lainnya, jadi saya dalam bekerja tidak main-main tapi ikhlas dan serius,’’tegasnya.

Untuk itu, masyarakat diharapkan selalu bijak dan arif dalam berpikir, karena tidak mungkin adanya wabah Covid-19 banyak nyawa tim medis, dokter dan masyarakat dikorbankan demi mendapatkan keuntungan, jika ini ada yang melakukan tentu manusia ini tidak punya hati nurani dan tidak takut Tuhan.

  Oleh sebab itu, wali kota berdoa semoga warga Kota Jayapura yang  selalu berpikir jernih, arif bijaksana semoga dijauhkan dari Covid-19 sedangkan bagi yang selalu berpikir jelek mungkin Tuhan bisa berikan teguran yang nyata bagi mereka bahwa Covid-19 itu ada. (dil/wen)