DRIVE THRU: Wali Kota Benhur Tomi Mano didampingi Kadinkes Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari saat menyaksikan pelayanan swab antigen dengan pelayanan drive thru di RS Provita. ( FOTO: Priyadi/Cepos)

*Kemarin, Resmikan Laboratorium PCR, Drive Thru Swab PCR & Swab Antigen serta Pemberian Vaksin Sinovac 

JAYAPURA-Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., meresmikan Laboratorium PCR, Drive Thru (Swab PCR & Swab Antigen) dan pemberian vaksin Sinovac RS Provita, Rabu (20/1).

 Wali Kota Benhur Tomi Mano mengaku sangat bangga, bersyukur dan memberikan apresiasi kepada RS Provita yang totalitas dalam memberikan pelayanan kesehatan dengan baik bagi masyarakat Kota Jayapura.

Hal ini dibuktikan dengan adanya laboratorium PCR serta pelayanan swab PCR dan swab antigen dengan sistem drive thru. Pelayanan ini menurut BTM sangat penting membantu pemerintah dalam mengetahui sebaran pasien Covid-19 dengan memiliki data valid. 

Termasuk  membantu masyarakat dalam memenuhi syarat kelengkapan administrasi dalam bepergian.  “Dulu kita mau melihat hasil sampel swab sangat lama karena antre kiriman sampel dari berbagai daerah ke Litbangkes Papua. Namun adanya laboratorium PCR milik RS Provita bisa sangat membantu sekali dan pemerintah Kota Jayapura sangat bersyukur serta memberi apresiasi setinggi-tingginya,” ungkap Wali Kota BTM  saat meresmikan laboratorium PCR, Drive Thru (Swab PCR & Swab Antigen) serta pemberian vaksin Sinovac RS Provita di RS Provita Jayapura, Rabu (20/1).

TABU TIFA: Wali Kota Jayapura, Dr. benhur Tomi Mano, MM., menabuh tifa sebagai tanda diresmikannya laboratorium PCR, Drive Thru (Swab PCR & Swab Antigen) serta pemberian vaksin Sinovac RS Provita di RS Provita Jayapura, Rabu (20/1). ( FOTO: Priyadi/Cepos)

Saat ini menurut BTM, data pasien terpapar Covid-19 Kota Jayapura sudah kembali meningkat. Dimana tingkat RO RT yang dulunya sudah 0,3 kini meningkat lagi menjadi 1,5.

Hal ini tentu sangat disayangkan. Dimana kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan sudah mulai kendor lagi. Karena salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 adalah tetap memakai masker, rajin cuci tangan dengan air mengalir dan sabun/ gunakan hand sanitizer. Termasuk menjaga jarak, menjaga imunitas tubuh serta meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa .
“Namun akibat masyarakat masih ada yang  kepala batu tidak mau sabar-sabar, inginnya berkumpul dan berlibur di tempat obyek wisata tanpa menerapkan Prokes, membuat acara pernikahan mengundang banyak orang akhirnya angka pasien terpapar Covid-19 semakin meningkat lagi,”sesalnya.

BTM berharap kasus Covid-19 tidak lagi meningkat, agar tenaga kesehatan tidak kelelahan. “Ini akan jadi masalah besar bagi masyarakat. Karena tenaga kesehatan adalah garda belakang dalam menolong dan merawat pasien terpapar Covid-19,” tuturnya. 

Dikatakan, masyarakat sebagai lini tengah seharusnya menjalankan aturan dan instruksi terkait pencegahan dan penanganan  Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah sebagai garda terdepan.

“Masyarakat jangan malas tahu dan kepala batu. Oleh karena itu, sebelum masyarakat dirawat di rumah sakit sebaiknya ikuti aturan pemerintah. Jangan sampai garda paling belakang ini bekerja keras demi menyelamatkan pasien Covid-19,” pintanya. 

Dalam kesempatan itu, Wali Kota BTM kembali menyampaikan bahwa apabila kasus Covid-19 terus meningkat, maka akan dilakukan kembali pembatasan aktivitas perekonomian dan masyarakat seperti dulu. 

Terkait vaksinasi terhadap tenaga kesehatan, dokter dan petugas medis lainnya, Wali Kota BTM juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi RS Provita. Sebab hal ini (vaksinasi) sebagai bentuk perlindungan diri dan menjaga imunitas tubuh. 

Pemkot Jayapura juga telah mencanangkan vaksin Covid-19 diikuti 33 orang relawan/ influencer dimana setelah diberikan vaksin tidak ada gejala apapun. Oleh karena itu masyarakat jangan lagi berpolemik bahwa vaksin Sinovac ini berbahaya untuk kesehatan. Termasuk tidak membuat dan menyebarkan hoaks yang meresahkan masyarakat.

“Presiden Joko Widodo telah menjadi orang pertama yang diberikan vaksin Covid-19. Jadi masyarakat tidak perlu ragu apalagi sampai menyebarkan hoaks,” ucapnya. 

Di akhir sambutannya, BTM juga mengakui, RS Provita Jayapura sebagai rumah akit modern. Dimana alat-alatnya lengkap dan memberikan pelayanan yang baik. Untuk itu, dirinya merekomendasikan DPRD Kota Jayapura yang ingin melakukan check up kesehatan atau berobat saat sakit bisa di RS Provita Jayapura. “Tidak perlu lagi pergi ke luar Papua. Karena lebih hemat waktu, tenaga dan biaya,” tutupnya.

Di tempat yang sama, Direktur RS Provita Jayapura,  dr. Stefanus Andi Pranata, MARS menambahkan, RS Provita menggunakan mesin PCR bermerek Abgenix. 

“Kami berupaya untuk mengikuti harga dari Kemenkes yakni Rp 900 ribu untuk swab dan swab antigen Rp 275 ribu. Untuk PCR masih dalam proses running. Dimana RS Provita Jayapura menerima untuk umum tapi masih terbatas. Karena masih dalam proses pencocokan dengan Litbangkes. Diharapkan akhir bulan ini akan lebih luas lagi dalam pelayanan umum,” ujarnya.

Saat ini menurut dr. Stefanus, pelayanan sementara diutamakan untuk pasien internal. Namun tidak menutup kemungkinan pihaknya melayani pasien eksternal. 

“Kami tetap menjaga quality control. Diharapkan apa yang sudah diberikan RS Provita Jayapura bisa membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Jayapura pada khususnya, Papua pada umumnya,” tutupnya. 

Ketua Tim Covid-19 RS Provita Jayapura, dr. Andi Tahir menambahkan, dengan tingginya angka kasus Covid-19 terutama pasien isolasi yang cukup tinggi, RS Provita memutuskan untuk membuka layanan laboratorium PCR. Pelayanan ini dapat membantu Litbangkes dan Labkesda Papua dalam mengurangi penumpukan sampel. Selain itu untuk mempercepat ditegakkannya diagnosa serta memperpendek lost dari pasien, karena hasil swab yang belum keluar.
“Alat PCR yang kami pakai mampu memutar 96 sampel dan sehari bisa memutar sebanyak 2 kali sehingga total mencapai 188 sampel perhari,” tambahnya.  

Alat PCR yang dimiliki RS Provita menurut dr. Andi Tahir, telah divisitasi oleh Litbangkes, Labkesda dan Dinkes Provinsi Papua. Untuk biaya diakuinya sesuai dengan aturan Kemenkes yaitu Rp 900 ribu untuk PCR, sedangkan swab antigen Rp 275 ribu.
 Untuk mendukung hal tersebut RS Provita membuka layanan drive thru swab baik untuk PCR maupun antigen dimana hasilnya dapat keluar dihari yang sama. Untuk hasil rapid antigen hanya 30 menit. Untuk pendaftaran dan transaksi dapat dilakukan via online. Setelah itu pasien dapat datang untuk dilakukan swab langsung pulang dan akan dihubungi untuk hasilnya. 

Adapun pelayanan  pemeriksaan swab PCR dan rapid antigen dibuka  Senin-Jumat pukul 09.00-16.00 WIT. “Total layanan swab yang dilakukan di RS Provita dari tanggal 4 September 2020 hingga 8 Januari 2021 sebanyak 1.154 orang. Dengan adanya layanan drive thru ini, cakupan swab akan lebih meningkat. Karena prosesnya sangat mudah dan penumpukan pasien dapat dihindari saat pengambilan swab. Sehingga tidak terjadi kerumunan dan penerapan jaga jarak dapat tercapai,” pungkasnya.
Sekedar diketahui, dalam acara peresmian kemarin, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., didampingi didampingi Direktur Duta Damai Papua Paulus Arfayan, Direktur RS Provita Jayapura dr Stefanus Andi Pranata, MARS, Ketua IDI Papua dr Donald Aronggear, S.Bedah, Kadis Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari. Serta Kepala Litbangkes Papua dr Antonius Oktavian, M.Kes, dan Ketua Tim Covid-19 RS Provita Jayapura dr Andi Tahir. (dil/nat)