Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni didampingi Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Mathius Fakiri, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan saat melakukan pertemuan dengan keluarga korban Pdt. Yeremias Zanambani di Intan Jaya, Jumat (25/9). ( FOTO: Humas Polda Papua for Cepos)

JAYAPURA- Kontak tembak antara aparat Kepolisian dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali terjadi di Kabupaten Intan Jaya tepatnya di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Jumat (25/9).

Kontak tembak terjadi pasca rombongan Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Mathius Fakiri  meninggalkan Bandara Intan Jaya sekira pukul 12:15 WIT. Tim gabungan yang dipimpin oleh AKP Ferdinant Numberi yang dalam perjalanan pulang mengantar Wakapolda, ditembak dari arah kiri jalan oleh KKB. Anggota pun lantas membalas tembakan tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kontak tembak tersebut. Sementar situasi saat ini telah aman dan kondusif pasca kejadian.

“Tim gabungan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok tersebut. Aparat gabungan TNI-Polri yang berada di Kabupaten Intan Jaya terus intens melakukan kegiatan patroli. Kegiatan ini untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan yang dilakukan KKB,” kata Kamal.

Ia berharap warga yang berada di Kampung Bilogai, Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Hal ini selain mengantisipasi gangguan yang dilakukan oleh KKB dan juga untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sugapa.

“Kami harap situasi ini dapat segera pulih dan tidak ada lagi kekerasan yang dilakukan kelompok tersebut baik kepada aparat TNI-Polri maupun kepada warga sipil. Kita ingin hidup damai dengan jauh dari tindakan kekerasan apapun,” ucap Kamal.

Sementara itu, sebelumnya Wakapolda Papua Brigjen Pol. Mathius Fakiri, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan dan Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni melakukan pertemuan dengan keluarga korban Pdt. Yeremias Zanambani.

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni menyampaikan, pertemuan dengan keluarga korban untuk mendengarkan kronologi kejadian yang mangakibatkan Pdt.Yeremias Zanambani meninggal dunia.

“Keluarga dapat berpikir bahwa urusan hidup adalah urusan Tuhan, hilangnya nyawa akan berurusan dengan Tuhan,” kata Bupati Natalis Tabuni sebagaimana disampaikan Kabid Humas AM Kamal, Jumat (25/9).

Lanjut Bupati, perlunya mendengar langsung kejadian dari istri pdt. Yeremia Zanambani, agar dapat mengambil langkah-langkah untuk disampaikan kepada pimpinan.

Wakapolda Papua Brigjen Pol. Mathius Fakiri menyampaikan, kehadiran TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya untuk memberikan rasa aman. Untuk itu, semua warga yang ada di Kabupaten Intan Jaya tidak perlu takut dan tetap waspada apabila melakukan aktivitas di luar rumah. “Kami dari pihak kepolisian akan melakukan penegakkan hukum bagi siapa saja yang melakukan tindakan kriminal,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Danrem 173/PVB Brigjen TNI Iwan Setiawan menyampaikan, kehadiran TNI dan Polri untuk memberi ketenangan dan rasa nyaman membantu masyarakat dan pemerintah daerah dalam membangun kabupaten ini lebih baik lagi kedepannya.

Dalam pertemuan tersebut, Danrem memaparkan  selain meninggalnya Pdt Yeremias beberapa waktu lalu akibat ditembak. Sebelumnya, ada warga sipil dan anggota TNI ditembak dan meninggal dunia.

“Kabar terbaru La Ode yang merupakan korban kekerasan yang dilakukan KKB di Kampung Mamba pada Kamis (24/9) telah meninggal dunia. Sementara Fatur masih dirawat. Selain warga sipil, anggota kami yakni Serka Sahlan dan Praka Dwi Akbar Utomo meninggal dunia akibat tertembak saat kontak tembak dengan KKB,” pungkasnya. (fia/nat)