Wabup Giri Wijayantoro saat mendapat penjelasan sensus online dari Kepala BPS Kabupaten Jayapura, Jeffrey De Fretes di kediamannya , Sabtu (15/2). ( FOTO: Robert Mboik Cepos)

SENTANI- Badan Pusat Statistik,(BPS) Kabupaten Jayapura mulai mendata penduduk Kabupaten Jayapura melalui  sensus penduduk secara online. Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro merupakan orang pertama di Kabupaten Jayapura yang didata menggunakan sistem online itu.

Kepala BPS Kabupaten Jayapura, Jeffrey De Fretes mengatakan, pendataan perdana yang dilakukan pihaknya menyasar pejabat daerah Kabupaten Jayapura. Hal ini bertujuan agar penduduk di Kabupaten  Jayapura juga termotivasi untuk mengikuti pendataan yang dilakukan oleh pihak BPS Kabupaten Jayapura itu.

“Untuk hari pertama ini, kami kami datang dan berkunjung kerumah Wabup Jayapura. Ini sekaligus untuk memberikan motivasi bagi masyarakat luas di Kabupaten Jayapura untuk mengikuti program ini,” kata Jeffrey De Fretes  kepada wartawan di kediaman Wabup Giri Wijayantoro, Sabtu (15/2).

Sehubungan dengan itu, pihaknya meminta  seluruh masyarakat Kabupaten Jayapura untuk mulai mendaftar di Website BPS online dengan mengklik situs,  Sensus.bps.go.id.,  dengan website BPS online tersebut semua  masyarakat bisa mendaftar.

Kemudian, untuk mendaftar secara online, masyarakat harus menyiapkan, KTP, KK, Surat nikah. Di website itu, masyarakat akan diminta memasukkan NIK KTP selanjutnya  NIK KK lalu mengisi kode verifikasi. Setelah itu disi maka bisa masuk kedalam sistem  data base sensus.bps.go.id.

“Didalam sensus penduduk online harus disi secara lengkap berdasarkan data base. Maka diminta agar mengisi data itu dengan benar dan tepat, jika mengalami masalah jangan langsung putus asa namun tetap berusaha melakukannya mengingat pendataan yang dilakukan dari 15 Februari sampai 31 Maret 2020,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro mengharapkan melalui pendataan sensus penduduk online ini maka seluruh masyarakat di Kabupaten Jayapura bisa terdata secara baik dan akurat.

“Ini juga mencegah adanya KTP ganda. Sensus penduduk online ini juga mencegah agar tidak terjadi penggandaan data penduduk,” tambahnya. (roy/tho)