drg. Aloysius Giay, M.Kes ( FOTO: Gamel/Cepos)

JAYAPURA-Adanya pesan berantai di media sosial yang beredar di Kota Jayapura beberapa hari yang lalu yang menyebutkan virus Korona atau Covid-19 sudah di Papua, dibantah Direktur RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Jayapura, drg. Aloysius Giay, M.Kes. Apalagi dalam pesan berantai tersebut disebutkan ada pasien yang didorong dengan kursi roda yang tertulis Corona dan dibawa ke ruang bedah RSUD Jayapura.

Terkait pesan berantai di media sosial tersebut, dengan tegas menyatakan Aloysius Giay pesan tersebut adalah isu. “Tak betul itu, kursi rodanya memang merk Corona dan itu kursi sudah lama jadi bukan pasien Corona tapi merk kursi rodanya,” tegas Aloysius saat ditemui di Swiss Belhotel Papua, Jayapura, Kamis (12/3). 

Aloysius juga membantah jika saat ini di Papua sudah ada yang terpantau. Pasalnya dari 320 orang yang sebelumnya dilakukan pemeriksaan ternyata semuanya negatif. “Mereka hanya demam biasa,” jelasnya.

Dikatakan, RSUD Jayapura terus mengupayakan untuk bisa menyiapkan segala sesuatu seiring mewabahnya virus Corona. Papua sendiri tak bisa dinyatakan steril, sebab semua pintu masuk sangat terbuka. Siapa saja bisa masuk dan melakukan kontak fisik dengan siapa saja. 

Meski demikian masyarakat diminta  tak panik  dan perlu meningkatkan daya tahan tubuh agar selalu prima. Untuk menangani ini, RSUD Jayapura sedang menyiapkan ruangan khusus atau ruang isolasi khusus bagi pasien yang terjangkit virus Covid-19.

 “Kesiapan RSUD Jayapura saat ini semua sudah termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) tapi jujur saja untuk ruang isolasi masih direhab. Nantinya menggunakan ruang yang sempat digunakan untuk pasien flu burung dulu. Hanya saya masih harus mengecek lagi karena satu dua hari ke depan akan dilakukan simulasi,” kata. Aloysius Giay, M.Kes.

“Jadi kami sendiri sudah menyiapkan dan sesegera mungkin sudah bisa dioperasikan untuk langkah antisipasi,” sambungnya. 

Namun dikatakan sebelum mewabah dan akhirnya menjangkiti yang lain maka semua pintu masuk perlu diperketat. Aloysius juga mewanti pengawasan di bandara, perbatasan negara dan pelabuhan. Untuk itu, Kantor Kesehatan Pelabuhan dan kantor imigrasi menurutnya wajib hukumnya memperketat dan bukan hanya memeriksa suhu tetapi lebih dari itu.  “Ada alat lain yang dipasang di bandara untuk memperkuat pengawasan, jangan sampai ada yang suspect namun tak terdeteksi,” pungkasnya. (ade/nat)