Stadion Lukas Enembe (FOTO: Erik / Cepos)

PON 2020 Papua

JAYAPURA – Dunia saat ini tengah diliputi kecemasan akan ancaman penyakit baru yang disebabkan oleh Covid-19 atau virus corona. Infeksi virus yang bermula di Cina, pada akhir Desember 2019 lalu, telah menginfeksi setidaknya 145.695 orang, dan menyebabkan kematian kurang lebih 5.436 di seluruh dunia. 

Bahkan WHO (World Health Organizatition) menyatakan infeksi Covid-19 adalah pandemic. Artinya bahwa infeksi Covid-19 ditemukan hampir di seluruh negara yang ada di dunia, dengan jumlah kasus dan kematian yang terus meningkat.

Beberapa negara telah melakukan lock down untuk memperlambat penyebaran virus mematikan tersebut. Imbasnya, beberapa event olahraga sepakbola di Benua Eropa dan Asia dihentikan. 

Kebijakan sama pun telah dilakukan oleh petinggi olahraga tanah air. Menpora dan PSSI sepakat telah menunda kompetisi Liga 1 dan Liga 2 untuk sementara dalam jangka dua pekan ke depan. 

Tapi bagai mana dengan ajang akbar olahraga Indonesia, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang akan digelar di provinsi Papua pada bulan Oktober hingga November mendatang? 

Wakil Ketua Harian PB PON Papua, Yusuf Yambe Yabdi mengatakan, meski meski kasus virus Corona tersebut terus meningkat di tanah air. Namun PB PON terus akan bekerja hingga ada ultimatum dari pemerintah pusat dan pemerintah Papua mengenai pelaksanaan PON XX 2020.

“Kami panitia pada prinsipnya bekerja hanya menyiapkan apa yang dibutuhkan oleh panpel dan kontingen serta unsur-unsur yang lain. Sementara bagaimana pengaruh virus Corona pada PON? kami pada prinsipnya menunggu perintah dari atas saja. Jika dari atas memerintah kita untuk berhenti sejenak, kami akan melakukan itu,” ungkap Yusuf Yambe kepada awak media saat ditemui di Hotel Sahid Entrop, Kota Jayapura, Sabtu (14/3) malam. 

“Dan sampai saat ini kami belum mendapatkan perintah apa-apa, dan kami terus persiapan dengan tetap mempertimbangkan sisi waktu, anggaran dan tenaga,” sambutnya. 

Senada dengan itu, Wakil Ketua KONI Pusat, Suwarno menjelaskan, bahwa pihaknya tetap akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Tapi ia berharap virus corona bisa cepat berlalu sehingga pelaksanaan PON tetap berjalan sesuai jadwal. 

“Kita berharap penularan virus corona ini bisa cepat berlalu dan tidak mengganggu persiapan kegiatan besar yang sifatnya nasional seperti PON ini. Namun demikian, akan kita ikuti kebijakan pemerintah nantinya seperti apa dan kita ikuti perkembangan penyebaran virus itu,” tandasnya.

Diketahui saat ini, jumlah kasus virus Corona di Indonesia sendiri telah mencapai 96 kasus, 8 diantaranya sembuh dan 5 meninggal dunia. (eri/gin).