Penyerahan Victor ke Lapas Tunggu Penetapan dari Hakim 

JAYAPURA – Kejaksaan Tinggi Papua pastikan kondisi Victor Yeimo membaik di ruang tahanan Mako Brimob Polda Papua sejak dilakukan pelimpahan dari Polda Papua kepada Kejaksaan Tinggi Papua pada Jumat (6/8)

 Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Nikolaus Kondomo menyampaikan, terkait kondisi kesehatan terdakwa Victor Yeimo sudah dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Hanya saja hasilnya belum keluar. “Yang bersangkutan sudah dilakukan pemeriksaan tinggal menunggu hasilnya dari dokter,” kata Kondomo saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui ponselnya Jumat (13/8) kemarin. 

 Disampaikan, soal ruang penahanan terhadap Victor Yeimo di Mako Brimob ukurannya cukup besar. Hanya saja ruangan tersebut tersendiri. “Ruangannya besar cuma tersendiri, mungkin beliau (Victor Yeimo-red) rasa sepi atau bagaimana,” ungkapnya.

 Terkait dengan kapan Victor Yeimo dibawa ke Lapas Abepura, Kondomo menyampaikan pihaknya sedang menunggu penetapan dari hakim melalui persidangan. Setelah itu dibawa ke Lapas. “Ada ketentuan dari Menkumham seperti itu, penetapan dari hakim terlebih dahulu setelah itu kita swab antigen terhadap yang bersangkutan. Jika hasilnya negative langsung diserahkan ke Lapas,” terangnya.

 Kondomo meminta untuk mendoakan kesehatan terdakwa, selain itu masyarakat diminta jangan mudah percaya dengan isu yang tidak benar. “Terkadang masyarakat ini mudah terprovokasi lalu membuat statmen yang tidak benar, yang jelas kita menjamin hak hak dia (Victor Yeimo-red). Hak hak dia harus dijamin oleh negara,” tegasnya.

 Sementara itu, terkait dengan koalisi yang memasukkan surat ke Kejati meminta Victor dibantarkan untuk pengobatan kesehatan. Kajati menanggapinya sudah menerima surat tersebut dan masih mempelajari isi surat tersebut.

 “Surat pembataran dari kuasa hukum soal kondisi kesehatan Victor Yeimo sedang kami pelajari dan diskusikan dengan para jaksa,” terangnya.

Secara terpisah, Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri menyampaikan kondisi kesehatan VY sehat. Hanya saja ada sekelompok orang yang selalu memanfaatkan momentum untuk mengatakan ada pelanggaran HAM, intimidasi dan lainnya. “Selaku kapolda saya pastikan hal hal seperti itu tidak ada,” tegas Kapolda kepada wartawan.

 Menurut Kapolda, pihaknya melaksanakan serangkaian penyelidikan dan penegakan hukum sesuai dengan prosedur dan dikontrol bagaimana hak hak daripada tersangka. Sehingga masyarakat yang masih suka memanfaatkan keintelektualnya untuk berhenti dan biarkan  mekanise proses hukum berjalan sesuai dengan mekanismenya.

 “Silakan nanti di pengadilan, salah benar yang putuskan pengadilan. Tugas Polda Papua selaku penyidik telah selesai, kita telah melimpahkan kepada kejaksaan untuk melakukan penuntutan. Polda Papua hanya menerima titipan VY di rumah tahanan negara yang ada di Brimob Polda Papua,” tuturnya.

 Kapolda menegaskan bahwa ruang tahanan di Mako Brimob sangat layak, malah lebih layak daripada yang ada di Polda Papua. Sehingga kalau konsekuensi psikis maka itu bisa dipahami.

“Masyarakat yang suka mencari momentum jangan menghabiskan energi untuk hal hal yang tidak penting, berhenti menghasut atau mengajak ke hal hal yang negative. Biarlah proses hukum berjalan, saya memperlakukan dia (Victor Yeimo-red) sebagaimana tersangka lainnya. Tidak  ada dalam konteks kepolisian tahanan ini atau tahanan itu,” tegas Kapolda.

 Terkait dengan kesehatan VY, Kapolda menerangkan sebelumnya pihaknya telah mengirim tim kesehatan dari Biddokes Polda Papua  untuk menangani kesehatan yang bersangkutan. Namun yang bersangkutan menolak.

 Sehingga itu langkah berikut yang diambil Kapolda yakni berkomunikasi dengan Direktur RSUD Dok II, sehingga datanglah tim dokter RSUD Dok II dan didampingi oleh dokter Kepolisian dari Biddokes, pengacara VY, Komnas HAM, DPRP untuk menemani  VY melaksanakan pemeriksaan kesehatan. “Semua sudah dilakukan dengan baik, tinggal menunggu hasilnya yang diumumkan oleh dokter yang memeriksa VY,” kata Kapolda. (fia/wen)