Para pengurus cabang olahraga Panjat Tebing saat melakukan foto bersama di salah satu area venue Panjat Tebing Mimika, Rabu (26/5). ( FOTO: Cesar For Cepos)

PON 2021 Papua

JAYAPURA – Thecnical Delegate (TD) cabang olahraga Panjat Tebing Sabto Haryono membeberkan, bahwa progres venue Panjat Tebing yang berada di kluster Kabupaten Mimika kini telah rampung 100 persen. Bahkan Sabto mengatakan bahwa venue juga telah siap digunakan untuk menggelar pertandingan.

“Secara umum fisik venue Panjat Tebing telah rampung 100 persen dan sudah siap menggelar pertandingan PON XX Papua,” ungkap Haryono kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Rabu (26/5) siang kemarin.

Menurut Haryono, venue yang bersumber dari APBD Kabupaten Mimika itu kini sedang memasuki tahap penataan kawasan. “Saat ini tinggal penyelesaian bagian luar venue, seperti taman, parkiran dan beberapa pekerjaan perapian venue. Yang menjadi kendala saat ini adalah peralatan pertandingan yang belum siap,” ujar Haryono.

Ia juga menceritakan, bahwa venue Panjat Tebing Mimika merupakan yang terbaik di Indonesia. Apalagi menurut Haryono, venue tersebut memiliki beberapa fasilitas yang tak dimiliki oleh venue-venue lainya di Indonesia.

“Saya secara umun saya sudah jalan ke daerah-daerah sejak tahun 2000-an, dan ini mungkin yang terbaik di Indonesia, karena seluruh fasilitas semuanya lengkap, mulai dari ruang juri, pemanansan, ruang VIP, ada musolahnya, dan juga ruang kesehatannya yang semuanya permanen, di tempat lain kita tidak akan dapat seperti ini,” ujar Haryono.

Selain itu menurut Haryono, venue Panjat Tebing Mimika juga telah berstandarisasi Dunia. Sehingga venue tersebut tak hanya diperuntukan untuk event PON XX Papua, namun event-event dunia pun dapat dilaksanakan di Mimika.

Bahkan Haryono menuturkan, bahwa mereka akan mendorong kejuaraan-kejuaraan dunia bisa dilaksanakan di Mimika. Selain itu, Haryono juga memesan agar Pemerintah Daerah serta Pengprov FPTI Papua pasca PON harus lebih kreatif memanfaatkan venue tersebut guna pembinaan atlet Panjat Tebing. 

“Karena pasca PON itu persoalanya pada penggunaannya, itu yang sangat penting. Itu yang saya wanti-wanti sekarang. Karena selama pasca PON, banyak venue terbengkalai dan semoga ini bisa dimanfaatkan. Dan kami juga sudah punya gambaran bahwa event-event dunia harus dilaksanakan di Mimika, nanti tinggal berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan Pengprov FPTI Papua,” pungkasnya. (eri/gin).