JAYAPURA -Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Papua Aaron Rumainum menjelaskan cakupan vaksin di klaster PON Papua terus dikebut guna mencapai target yang telah ditetapkan yakni 70 Persen.

“Kabupaten Merauke menjadi daerah pertama di di Papua  yang cakupan vaksinasknya mencapai angka 52,3 persen, kemudian disusul Kota Jayapura 49,7 persen, Mimika 48,6 persen dan Kabupaten Jayapura 46,4 persen, lalu Keerom sebagai daerah penyangga PON sudah 32,9 persen,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (2/9) kemarin.

Diakuinya, Cakupan vaksinasi di Paoua  ada kenaikan jumlah suntikan vaksin pada lima daerah tersebut dibandingkan 31 Agustus 2021 lalu, kenaikan jumlah suntikan tersebut didominasi oleh Kota Jayapura.

“Kota Jayapura ada kenaikan 3.408 suntikan , Kabupaten Mimika sebanyak  2.082,  di Kab. Jayapura sebanyak  483 suntikan, di Kab. Merauke sebanyak 763 suntikan dan di Keerom sebanyak 152 suntikan,” terangnya.

Lanjutnya, Untuk mencapai herd immunity hingga akhir September di empat klaster tersebut, diperlukan kecepatan suntikan per hari selama satu bulan,  seperti di Kota Jayapura, minimal harus melakukan penyuntikan sebanyak 5.202 suntikan per hari. 

“Untuk kabupaten lainnya jyga harus ada percepatan suntikan, seperti Kabupaten Merauke 2.575 suntikan per hari, Kabupaten Jayapura 2.121 suntikan, Kabupaten Mimika 3.962 suntikan dan Keerom 1.039 per hari,” tambahnya. (ana/gin)