*Pukul 12.17 WIT, Zero Activity Selama 3 Menit

JAYAPURA-Akibat pandemi Covid-19, upacara peringatan HUT Kemerdekaan Indonesia ke-75 tahun 2020 tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, termasuk di Provinsi Papua. 

Untuk tingkat Provinsi Papua, upacara tidak lagi dilakukan secara akbar di Stadion Mandala. Tahun ini upacara Detik-detik Proklamasi RI tingkat Provinsi Papua dilaksanakan di kantor Gubernur Papua. 

BALAP KARUNG: Sejumlah bocah terlihat bahagia saat mengikuti lomba balap karung yang digelar Rumah Bakau Jayapura bersama Pemuda Panda Marga Markas Daerah Papua yang dibantu oleh Koramil 1701-2 Jayapura Utara dalam rangka semarak HUT RI ke 75 di Kelurahan Imbi Jayapura Utara yang digelar Jumat (14/8) kemarin. ( foto: Gamel/Cepos

Pelaksanaan upacara tersebut menurut Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musa’ad dilaksanakan sesuai standard protokol kesehatan. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

“Ini petunjuk dari pemerintah pusat bahwa upacara akan dilaksanakan di kantor masing-masing dengan jumlah yang terbatas. Untuk tingkat provinsi dilakukan di kantor gubernur,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (14/8).

Sesuai dengan Pedoman Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan Indonesia tahun 2020 yang dirilis Menteri Sekretaris Negara RI, bahwa Upacara Peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI tahun 2020 dilaksanakan di kantor pemerintah daerah masing-masing, baik di tingkat provinsi, kabupaten, maupun kota.

Dengan kata lain, upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI tahun ini dilaksanakan dengan lebih sederhana. 

Meskipun upacara dilakukan secara sederhana di instansi masing-masing dengan jumlah peserta dibatasi, Musa’ad menegaskan bahwa  semangat peringatan HUT RI ke-75 harus tetap disuarakan dan wujudkan.

Musa’ad juga menyampaikan bahwa semua komponen masyarakat diminta untuk mengikuti Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI pada 17 Agustus nanti. “Bagi undangan yang hadir pada upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI di halaman Kantor Gubernur, akan mengikuti Detik-detik Proklamasi di Main Hall kantor Gubernur Papua,” jelasnya.

Sementara bagi masyarakat pada umumnya termasuk di Papua, diminta untuk menghentikan segala aktivitas (zero activity). Menurut Musa’ad, tepat pukul 12.17 WIT, selama 3 menit masyarakat diminta berdiri tegap dan dalam sikap sempurna. Ini merupakan bentuk penghargaan terhadap pejuang kemerdekaan dan pendiri bangsa dan negara Indonesia.

“Di mana pun kita berada harus hentikan kegiatan kita, baik di rumah maupun di jalan. Kalau di jalan saat berkendara, maka kita harus hentikan sejenak kendaraan kita dan berdiri dalam sikap sempurna selama 3 menit pada saat Detik-detik Proklamasi dikumandangkan di Istana Negara Jakarta. Jadi, kalau di Jakarta pukul 10.17 WIB, maka di Papua pukul 12.17 WIT,” pungkasnya. 

Senada dengan itu, Sekretaris Daerah Kota Jayapura Dr. Frans Pekey, M.Si., mengatakan, Pemerintah Kota Jayapura juga meminta masyarakat Kota Jayapura  untuk menghentikan aktivitas sejenak untuk memperingati Detik-tetik Proklamasi Kemerdekaan RI selama tiga menit dari pukul 12.17 sampai 12.20 WIT pada 17 Agustus 2020.

Hal ini dilakukan sebagai bentuk rasa cinta tanah air, rasa syukur dan menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur dalam merebut kemerdekaan. 

“Kita sudah siapkan surat imbauannya kepada masyarakat Kota Jayapura. Supaya dalam memperingati Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI harus bisa menghentikan aktivitas sejenak selama tiga menit. Masyarakat diminta berdiri tegap dengan sikap sempurna.  Imbauan ini akan disiapkan oleh Ketua Panitia HUT Ke-75  Kemerdekaan RI Tingkat Kota Jayapura tahun 2020,” ungkap Sekda Frans Pekey, kemarin. 

Mengenai upacara HUT Kemerdekaan RI tingkat Kota Jayapura, Sekda Frans Pekey mengatakan, tetap digelar di lapangan upacara kantor Wali Kota Jayapura. “Tetap digelar namun tidak mengundang banyak tamu. Khusus dihadiri pejabat saja, Forkopimda dan pimpinan OPD Pemkot. Upacara juga tetap menerapkan protokol kesehatan,” tutupnya. 

Sementara itu, semarak 17 Agustus yang digelar di RT 06 RW 09 Kelurahan Imbi, Distrik Jayapura Utara ternyata memberi makna tersendiri bagi masyarakat sekitar. 

Bagaimana tidak, selama ini agenda yang berbau  upacara maupun kegiatan lomba selalu dilakukan di  lapangan maupun sekolah dengan menghadirkan pejabat. Namun kali ini kegiatan serupa justru bisa langsung masuk ke perkampungan warga dengan pesan yang juga sama. 

Ini dilakukan  Rumah Bakau Jayapura bersama Pemuda Panda Marga Markas Daerah Papua yang dibantu oleh Koramil 1701-2 Jayapura Utara.

Yance Lambe selaku Kepala Suku Lapago di Kelurahan Imbi mengaku bersyukur karena anak-anak bisa merasakan langsung atmosfir kemerdekaan. Ini tentunya sesuai dengan harapannya yang menginginkan ada lomba – lomba 17-an di tengah warganya. 

 “Saya bersyukur dan senang sekali karena teman – teman dari komunitas bisa masuk dan menggelar lomba menghadirkan merah putih di tepat kami. Selama ini itu sulit sekali. Kami biasa hanya menonton tapi kali ini semua dilibatkan,” kata Yance Lambe kepada wartawan, Jumat (14/8).

Ia berharap jika Merah Putih bisa dikibarkan ke pelosok maka tak ada tempat yang tak boleh didatangi untuk merayakan kemerdekaan. “Yang jelas kami senang dan berharap bisa terus seperti ini,” imbuhnya. 

Beberapa pemuda di lokasi juga menyampaikan pesan untuk bisa memiliki peralatan olahraga voli. “Iya kami berharap bisa berolahraga tapi belum ada alat – alat,”  kata Ulis salah seorang pemuda. 

Meike Rottie dari Rumah Bakau Jayapura menyampaikan bahwa perayaan HUT RI tak harus menunggu pemerintah atau perusahaan.

 “Itu yang kami lakukan selama ini. Tak perlu menunggu pihak sekolah atau TNI-Polri atau pemerintah untuk melihat semarak kemerdekaan Indonesia, kalau bisa dilakukan secara mandiri mengapa harus menunggu,” singkatnya. 

Komandan Koramil 1701-2, Kapt Inf Guntur Lukas Tjoe menyampaikan bahwa kegiatan kedua kali ini yang dimotori komunitas layak diapresiasi. “Saya sendiri bagian dari Pemuda Panca Marga dan apa yang dilakukan teman – teman sangat menarik. Saya pikir ini contoh konkrit yang bisa ditularkan,” imbuhnya. (gr/dil/ade/nat)