Terkait Banyaknya Calon Mahasiswa yang Tidak Terakomodir

Ratusan calon mahasiswa yang tidak lulus penerimaan calon jalur mandiri/lokal SLSB dan JMSB yang digelar Uncen Jayapura mengadu ke BEM Uncen di Kampus Uncen Waena, Kamis (10/9). ( FOTO: Noel/Cepos)

JAYAPURA-Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura telah melakukan penerimaan calon mahasiswa baru secara nasional yaitu SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri) dan SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri), serta seleksi mandiri/lokal melalui jalur SLSB (Seleksi Lokal Siswa Berprestasi) dan JMSB (Jalur Masuk Seleksi Bersama).

Rektor Uncen Jayapura, Uncen Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT., mengatakan, jumlah calon mahasiswa yang mendaftar untuk mengikuti seleksi di Uncen tahun akademik 2020/2021 sebanyak 12.800 orang. Jumlah ini melebihi daya tampung Uncen yang hanya berjumlah 3.500 orang.

Dengan kondisi ini, Uncen menurut Apolo Safanpo tentunya tidak dapat mengokomodir semua calon mahasiswa akibat adanya keterbatasan ruangan dan tenaga dosen.

“Jadi kita terima 100 persen anak-anak Papua juga tetap ada anak-anak Papua yang tidak terakomodir. Karena daya tampung sangat terbatas termasuk ketersediaan tenaga dosen juga terbatas,” jelas Rektor Apolo Safanpo yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos terkait adanya kekecewaan ratusan calon mahasiswa yang tidak lulus seleksi penerimaan mahasiswa baru Uncen, Kamis (10/9).

Uncen menurutnya tidak bisa memaksakan untuk mengakomodir calon mahasiswa daya tampung yang ada. “Jadi daya tampung dihitung berdasarkan ketersediaan ruangan dan ketersediaan tenaga pengajar dosen,” jelasnya.

Dalam penerimaan mahasiswa baru, Uncen menurut Apolo Safanpo lebih memprioritaskan calon mahasiswa yang ada di Papua. Dirinya mencontohkan untuk jalur SBMPTN, kuotanya 1.000 orang namun Uncen hanya menerima 200 orang saja. Sebab yang mendaftar melalui jalur SBMPTN ini bukan hanya dari Papua tetapi dari daerah lain di Indonesia.

“Jadi Uncen tidak terima dan lebih mengutamakan yang ada di Papua. Kementerian sempat protes, tetapi kami bersikeras untuk tetap mengambil yang ada di Papua dan kuota sisa itu untuk direkrut sesuai jalur lokal. Untuk mereka untuk anak-anak Papua, agar mereka beroleh kesempatan mengenyam pendidikan,” tegasnya.

Hal yang sama juga dilakukan Uncen untuk jalur penerimaan melalui SNMPTN. Dimana Uncen hanya menerima 400 orang dan memprioritaskan anak-anak Papua dan non Papua yang menetap di Papua dengan komposisi OAP 80 persen dan non OAP 20 persen.

Demikian juga untuk jalur mandiri atau lokal yaitu SLSB. Dimana yang diterima menurutnya dari masing-masing sekolah di kabupaten dan kota sesuai dengan keterwakilan wilayah adat dan semua anak asli Papua. Termasuk untuk jalur lokal JMSB.

“Jadi saya mau tegaskan bahwa kita tidak mungkin tampung mahasiswa dalam jumlah besar. Karena daya tampung kita tidak memadai dan jika dipaksakan akan melebar mahasiswa sampai di jalan-jalan. Untuk itu, calon mahasiswa yang tidak lulus, kami sarankan ke kampus lain,” tambahnya.

Mengenai pertemuan dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang sempat menerima aspirasi dari calon mahasiswa yang tidak lulus, Rektor Apolo Safanpo mengatakan, kampus hanya membantu untuk mengecek dan memastikan apakah calon mahasiswa lulus atau tidak lulus. Sebab Uncen tidak bisa mengakomodir calon mahasiswa yang sudah dinyatakan tidak lulus seleksi, karena keterbatasan ruangan dan tenaga dosen.(oel/nat)