Tim Persipura Jayapura saat bermain melawan tim Persekam Metro FC di Kota Batu, Malang, Sabtu (8/2). ( FOTO: MO Persipura for Cepos)

Persipura Jayapura

JAYAPURA – Tim Persipura Jayapura kembali meraih kemenangan dalam laga ujicoba ketiganya. Kali ini, tim Mutiara Hitam julukan Persipura Jayapura berhasil menang telak, tujuh gol tanpa balas atas tim Liga 3 Jawa Timur, Persekam Metro FC di lapangan sepak bola Kota Batu, Malang, Sabtu (8/2). 

Tujuh gol kemenangan tim Mutiara Hitam dicetak melalui Arthur Cunha, Takuya Matsunaga, Patrick Womsiwor dan dua gol dari Todd Rivaldo Ferre dan dua gol dari Feri Pahabol. 

Dilaga uji coba sebelumnya, tim kebanggan masyarakat Papua itu juga meraih hasil yang sama saat menang 7-0 atas Putra Jaya, dan menang 2-0 atas Asifa FC. 

Meraih tiga kali kemenangan dalam laga uji coba membuat sang juru taktik, Jacksen F. Tiago merasa puas dengan perkembangan timnya. Menurutnya, timnya saat ini kian moncer dilaga uji coba ketiganya. 

“Kerja tim dalam sore ini (red,sabtu) sudah kelihatan mereka sudah melakukan pressure  dengan intensitas yang tinggi namun belum maksimal, perlu kita kerja lebih lagi, harusnya kita kerja terorganisir dalam pressure,” ungkap Jacksen Tiago dalam rilisnya.

Menurut pelatih asal Brasil itu, selain fisik, ia juga fokus membenahi beberapa aspek dalam timnya, termasuk transisi dalam bermain. 

“Saya rasa aspek yang perlu kita kerja, selain aspek fisik yang kita tingkatkan dari pertandingan ke pertandingan adalah transisi bertahan kita ke menyerang dan menyerang ke bertahan dan itu adalah dua aspek yang saya rasa kalau kita mau mencapai sukses musik ini kita harus sempurna,” ujarnya. 

Meski meraih tiga kali kemenangan dalam laga uji coba, pelatih berbadan gumpalan itu menegaskan jika hasil positif itu bukan menjadi patokan timnya melakoni Liga 1 2020.

“Apa yang kita terapkan dalam pertandingan, dan pemain melakukan cukup baik, peningkatan cukup signifikan. Dan ini bukan ukuran kita di kompetisi nanti karena lawan kita jauh dibawah level kita. Makanya saya lebih tekan pada faktor intensitas fisik, paling tidak dalam pertandingan seperti ini aspek itu saya bisa dapat,” jelasnya. 

“Tapi aspek taktiknya bisa terjadi karena lawan yang ada dibawah kita mungkin lebih muda, kita perlu dengan lawan yang intensitas sama kualitas yang sama dan memberi tekanan kepada kita dengan situasi yang sama,” tandanya. (eri/gin).