Kondisi Kantor Distrik Gresi Selatan yang dipalang warga setempat, Rabu (9/12). ( FOTO: Dok distrikKemtuk Gresi)

SENTANI-Warga Kampung Bangai, Distrik Gresi Selatan melakukan pemalangan terhadap Kantor Distrik  Gresi Selatan. Pemalangan ini buntut dari kekecewaan dan kekesalan masyarakat di Kampung Bangai karena permintaan dan usulan mereka yang seringkali disampaikan pada saat Musrenbang di tingkat kampung sampai di tingkat kabupaten, tidak pernah dijawab, terutama terkait pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang saat ini rusak parah di wilayah itu.

Ondofolo Kampung Bangai, Ondo Zadrak Klement mengatakan, pemalangan yang dilakukan sejumlah masyarakat di Kampung Bangkai terhadap Kantor Distrik Gresi  Selatan itu, sebenarnya sebagai upaya untuk meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura memberikan perhatian kepada masyarakat di Distrik Gresik Selatan terkait sejumlah sarana infrastruktur yang dibutuhkan.

“Masyarakat ini protes karena jalan dan jembatan saat ini mengalami kerusakan parah, mereka melakukan pemalangan ini supaya ada perhatian dari Pemkab Jayapura,”ungkap Zadrak Klement kepada media ini di Kantor Bupati Jayapura, Kamis, (10/12).

Sementara itu Kepala Distrik Gresi Selatan, Oktovianus Hirwa SH menjelaskan, pemalangan itu dilakukan oleh masyarakat Kampung Bangai, di mana kampung ini merupakan  pusat ibukota Distrik Gresi Selatan.

“Mereka minta supaya tidak perlu ada lagi kegiatan Musrenbang distrik, mereka anggap percuma karena setiap ada usulan, belum pernah ada jawaban,” katanya.

Ada berbagai kendala yang dialami oleh masyarakat di sana, mulai dari akses jalan menuju ke kota untuk memasarkan hasil bumi, kemudian akses untuk menuju ke sekolah dan juga fasilitas kesehatan.

“Jalan ini sebenarnya yang menjadi prioritas utama bagi masyarakat yang ada di Gresi Selatan. Di Kampung Bangai ini pusat pelayanan. Mulai dari bidang pendidikan, kesehatan, pemerintahan bahkan ekonomi,” jelasnya.

Meski begitu, dirinya juga menyesalkan tindakan masyarakat yang melakukan pemalangan terhadap kantor distrik untuk tujuan menyampaikan aspirasi mereka.

“Kantor distrik ini sebenarnya bukan untuk menyelesaikan masalah jalan yang selama ini kita butuhkan,” tandasnya.

Dia mengakui, ruas jalan di wilayah itu memang sudah pernah dikerjakan pada 2017 lalu, namun 3 tahun belakangan ini mengalami kerusakan yang sangat parah. Ruas jalan yang rusak parah itu terjadi mulai Kampung Bangai ke Bring. Dari Bangai SP2  juga rusak berat.(roy/tho)