Sebagian Travel Agent Belum Jual Tiket

JAYAPURA – Terkait dengan mulai aktif kembali layanan penerbangan di Papua, termasuk juga di Jayapura, cukup memberi angin segar bagi para penyedia jasa travel agent yang hampir 3 bulan tidak dapat menjalankan aktivitas jual beli tiket dikarenakanya operasional penerbangan bagi penumpang dihentikan sementara..

 Meski demikian, beberapa agent travel masih belum melakukan kegiatan operasional karena dinilai masih rumitnya persyaratan yang diminta oleh pemerintah bagi calon penumpang yang berangkat.

 Ketua DPD Association of the Indonesia Tours and Travel Agencies (ASITA) Papua, Iwanta Paranginangin mengatakan,  sebagian dari anggota ASITA sudah menjual tiket namun sebagian lagi belum dapat melakukan penjualan tiket karena terkendala persyaratan yang harus diurus para penumpang.

 “Kadang kami ragu ketika konsumen kami arahkan unuk melengkapi persyaratan terlebih dahulu sebelum membeli tiket. Namun di saat persyaratannya lengkap mereka tidak mendapatkan seat. Meski akan dialihkan pada penerbangan berikutnya, tetap saja jika pesawat masuknya seminggu lagi kasihan mereka harus urus persyaratan ulang, dengan demikian sebagaian dari kami masih belum melakukan penjualan tiket seperti biasa,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Jumat (26/6) kemarin.

 Memang saat ini pihaknya mulai kembali aktivitas namun tidak semuanya, sambil menunggu kondisi ke depan seperti apa. Jika kedepannya semakin membaik secara otomatis pelayanan para travel agent dapat berjalan lebih baik lagi.

“Saat ini kami hanya melayani penjualan tiket saja, sedangkan untuk paket wisata belum dapat kami jual, mengingat kondisi saat ini dan juga peraturan yang masih membatasi orang masuk ke Papua selain mereka yang berdomisili di Papua,” terangnya.

 Diakuinya, untuk penjualan paket-paket wisata, bukan hanya di Papua saja yang belum menjual. Di Bali juga sebelumnya sempat dibuka tapi kemudian ditutup lagi karena Covid-19 masih meningkat.

“Kami melihat jika pariwisata di Bali sudah kembali aktif, mungkin baru kami akan mulai mencoba berdiskusi dengan pemerintah terkait layanan paket wisata di Papua, dengan pastinya berpatokan pada protokol kesehatan,” terangnya. (ana/ary)