Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke  saat melakukan pertemuan  dengan  tukang parkir, Kamis (30/1) kemarin.  ( foto: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Untuk memberikan  perlindungan kepada tukang  parkir  atas resiko pekerjaannya, Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke   akan mendaftarkan  seluruh  tukang  parkir  tersebut  ke Badan Pengelola Jamminan Sosial Tenaga Kerja (BPJamsostek). Karena itu, Kepala Dinas Perhubungan K2abupaten  Merauke  Fransiskus Anggawen  mengumpulkan   seluruh tukang  parkir tersebut  untuk memberitahukan rencana  tersebut. 

  “Jadi kita akan daftarkan saudara-saudara   masuk    menjadi  peserta BPJS Jamsostek, sehingga ketika  ada  hal-hal yang tidak diinginkan   maka saudara-saudara   menjadikan  jaminan  dari BPJS Jamsostek,’’ kata  Fransiskus  Anggawen.  

   Namun sebelum di daftarkan   ke BPJS  Jamsostek,   Frans Anggawen  meminta   untuk dilakukan daftar   ulang. Saat ini, jumlah    tukang  parkir yang  dimiliki  oleh Dinas  Perhubungan Kabupaten  Merauke sebanyak 44 orang. Menurut  Frans Anggawen, selain   tukang parkir  mereka juga yang bekerja di Terminal Pasar Wamanggu Merauke dan  Terminal Kuprik akan dilindungi dengan   BOPJS Jamsostek. 

   Namun  begitu, Frans  Anggawen mengingatkan  agar seluruh tukang  parkir tersebut bekerja denga baik dan melayani   masyarakat dengan baik, sehingga tidak   menjadi sorotan  masyarakat. “Kalau  ada yang tidak bekerja   dengan   baik  maka saya tidak segan-segan  berhentikan. Karena masih    banyak orang yang ada di luar  sana yang  mau  dengan pekerjaan ini,”  tandas  Fransiskus. 

     Terkait dengan   tukang   parkir liar  yang  masih banyak   melakukan pungutan, Frans   Anggawen  menjelaskan  bahwa   pihaknya akan segera menertibkan dengan  melibatkan  pihak Satpol   Pamong Praja. ‘’Untuk menertibkan  tukang parkir    liar itu  nanti kita    gandeng Satpol PP,’’ jelasnya.  Namun lanjut dia,     untuk kendaraan  yang  belum ada stiker   karcis langganan dari Pemerintah  Daerah maka harus diberikan  karcis  parkir.  Karena yang  dihitung  adalah karcis  yang    telah disobek. Pada kesempatan  tersebut,    terjadi dialog   dimana  tukang parkir  tersebut  belum miliki  papan nama  (ID) dan topi. (ulo/tri)