Petugas dari Satpol PP dan Perhubungan saat melakukan pengawasan Ruas Jalan Irian , Safridarwin, Tawes dan Sulawesi Wamena agar tak ada perdagangan di Badan jalan dan penertiban arus lalu lintas, Jumat (2/10) ( FOTO: Denny/ Cepos )

Petugas dari Satpol PP dan Perhubungan saat melakukan pengawasan Ruas Jalan Irian , Safridarwin, Tawes dan Sulawesi Wamena agar tak ada perdagangan di Badan jalan dan penertiban arus lalu lintas, Jumat (2/10) ( FOTO: Denny/ Cepos )

Mama-mama Pedagang Harus Jualan di Dalam Pasar

WAMENA – Penertiban terhadap  Mama-mama pendagang sayur dan komoditi pertanian di Jalan Irian dan Safrin Wamena mulai dilakukan. Dimana, sejak Jumat (2/10 kemarin, tak ada lagi  aktifitas jual beli di atas trotoar jalan tersebut. Tak hanya itu, pemerintah juga menertibkan arus lalulintas untuk satu jalur dan tidak semrawut lagi di ruas jalan tersebut.

   Puluhan aparat dari Satuan Polisi Pamong Praja Pemda Jayawjaya  dan juga petugas dari Dinas Perhubungan dikerahkan untuk melakukan pengawasan di ruas jalan itu. Petugas ini untuk memastikan para pedagang ini tak lagi melaukan aktifitas jual beli lagi  di ruas jalan tersebut.

   Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jayawijaya Pardomuan Harahap menyatakan, sesuai instruksi Bupati untuk Safridarwin, Irian , Tawes, dan Sulawesi itu dibersihkan dari pedagang kaki lima. Dinas Perhubungan juga menertibkan arus lalu lintas dari dari satu arah dan masyarakat juga memahami fungsi rambu-rambu yang telah terpasang.

  “Pengawasan ini akan berlanjut terus, sebab sejak Jayawijaya masuk dalam Pandemi Covid-19, pada Maret lalu, sebenarnya jalan ini telah steril. Namun karena pengawasannya tidak lanjut, sehingga   arus lalulintas disini kembali semrawut, ini yang jadi masalah ,”ungkapnya Jumat (2/10) kemarin.

   Ia menyatakan sejak rapat kemarin , pihaknya akan mengawasi beberapa minggu kedepan supaya pedagang mama -mama ini bisa tahu, jika pemerintah sudah menyiapkan tempat berjualan di Pasar Potikelek, Misi (Wouma) , Sinakma, dan Pasar Baru (Jibama).

  “Teman -teman dari Perindag sudah menginformasikan kepada kami, kalau pasar misi usai direnovasi pasca dibakar pada saat kerusuhan, kini sudah bisa digunakan kembali untuk berjualan, termasuk fasilitas di Pasar Potikelek juga sudah dilengkapi bersama keamanannya,”bebernya.

   Secara terpisah Kasatpol PP Pemda Jayawijaya Nixon Wetipo mengaku  sesuai tupoksinya, mengerahkan  25 personel  untuk berjaga -jaga disana, sejak pagi hari sebelum mama -mama padagang datang untuk membuka jualanya jalan -jalan tersebut.

   Nixon mengatakan 3 hari sebelum dilakukan penertiban pihaknya bersama Perindag dan Perhubungan telah melakukan sosialisasi di beberapa titik ini. Dimana mulai Kamis (1/10) semua pedagang kaki lima semua masuk ke pasar dan sudah langsung dieksekusi dan memang menuai protes dari mama -mama pedagang.

  “Kita menjaga agar mama -mama Pedagang yang dari kampung tidak menjual hasil kebunnya di ruas jalan ini,  mereka harus tetap jualan di pasar -pasar yang telah disiapkan. Sementara untuk mama-mama penjual makanan siap saji bakar baru sudah mulai masuk ke pasar kemarin,”tambahnya. (jo/tri)