Atlet Rugby Papua saat melakukan latihan classroom di salah satu hotel di Jayapura, Kamis (17/9).

JAYAPURA – Cabang olahraga Rugby Papua memiliki kebiasaan unik selama ini, mereka menyebutnya “Checkball“. Checkball merupakan sebuah tradisi turun-temurun keluarga besar Rugby Papua, dimana setiap atlet diwajibkan untuk selalu membawa bola Rugby yang telah diberikan setiap saat setiap waktu.

Tujuan dari “Checkball” ini merupakan bentuk disiplin yang diterapkan kepada setiap atlet, juga menjadi bentuk bagian dari tanggung jawab atlet untuk menguasai bola dengan baik dan agar para atlet tersebut dapat menyatuh dengan bola tersebut.

Pelatih kepala cabang olahraga Rugby Papua, George Deda mengatakan, bermain Rugby dengan teknik dan seni yang baik, dibutuhkan keterampilan dalam mengelola bola. Sehingga “checkball” sangat bermanfaat bagi performa atlet di lapangan.

“Atlet harus terbiasa mengelola bola setiap saat, baik saat ke ruang makan, saat jogging, saat jalan, ke roilet, dan keperluan lainnya. Kecuali ke Gereja,” ungkap Deda sapaan akrabnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (17/9).

Tak tangung-tangung, kata Deda, mereka telah menyiapkan hukuman bagi para atlet bila tak membawa bola tersebut.

“Apabila atlet tidak membawa bola Rugby di tangan, maka sanksi tegas akan diberikan, yakni push up sebanyak 50 kali,” ujar Deda.

Sehingga tak heran bila kita berjumpa dengan para atlet Rugby Papua selalu membawa bola Rugby. Ternyata “Checkball merupakan salah satu tradisi Rygby Papua menuju prestasi gemilang di PON XX 2021.

“Setiap atlet akan selalu dicek oleh tim pelatih atau official untuk memastikan atlet tetap membawa bola Rugby kemana saja, manfaatnya agar atlet bisa menguasi bolanya,” tandasnya. (eri/gin).