JAYAPURA- Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) melalui juru bicaranya, Sebby Sembom mengklaim telah menembak mati satu prajurit TNI atas nama Prada Ginanjar dalam kontak tembak dengan aparat TNI-Polri di Kampung Mamba Kabupaten Intan Jaya, kemarin (15/2) pukul 08. 00 WIT.

“Kami telah menerima laporan bahwa benar  TPNPB Kodap VIII  Intan Jaya di bawah pimpinan Sabinus Waker bertanggung jawab atas penyerangan dan penembakan tersebut. Penyerangan ini dipimpin langsung oleh Komandan Kompi yaitu O. Kogeya,” kata Sebby dalam rilisnya, tadi malam.

Dikatakan Sebby bahwa dengan melihat eskalasi konflik perang antar pasukan TPNPB dan pasukan TNI – Polri di Papua maka pihaknya dari pengendali  manajemen markas pusat TPNPB   menyampaikan kepada pemerintah Republik Indonesia bahwa perang yang dilakukan TPNPB tidak akan berhenti. Karenanya pemerintah Indonesia  perlu membuka diri dan bersedia untuk duduk di meja perundingan bersama pimpinan TPNPB dan semua elemen perjuangan guna mencari solusi.

“Itu satu solusi yang kami berikan, duduk bersama untuk mencari solusi namun untuk insiden penembakan kali ini kami nyatakan bahwa kami yang bertanggungjawab,” bebernya.

Sementara disinggung soal Intan Jaya yang kini dijadikan lokasi peperangan dan dijadikan home base kelompok TPN-OPM, hal ini dibantah Sebby. Mereka menolak anggapan jika Intan Jaya dijadikan markas perjuangan baru mengingat semua tempat ada penggeraknya. Namun Intan Jaya, Ndugama dan Puncak Papua saat ini sudah mulai digerakkan dan pihaknya akan tetap bertahan untuk terus berjuang dengan kemerdekaan Papua.

“Tidak benar, itu omong kosong kalau Kapolda menyampaikan bahwa kami sudah terdesak dan akhirnya berkumpul di Intan Jaya. Tak benar karena pasukan di Kali Kopi sudah terpojok akhirnya pindah ke Intan Jaya. Semua tempat akan dilakukan perang sesuai dengan waktunya,” tambahnya.

Tak hanya itu, Sebby juga membantah pernyataan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni yang menyampaikan bahwa OPM sering melakukan pengancaman untuk meminta – minta uang. Sebby menganggap pernyataan tersebut adalah lelucon. “Itu bupati pintar mengarang saja,” protesnya. (fia/ade/nat)