*Yunus Wonda: PON Tanggung Jawab Besar Masyarakat Papua 

JAYAPURA-Tagline Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Tahun 2021, Torang Bisa!, menjadi pemacu bagi Pemprov Papua, Panitia Besar (PB) PON, 4 Sub PB PON, seluruh stakeholder  dan masyarakat di tanah Papua untuk menyukseskan pelaksanaan event olahraga nasional PON yang baru pertama kali digelar di tanah Papua. 

Menjelang 100 hari pelaksanaan PON XX Papua,  PB PON Papua menggelar Gebyar PON XX 2021 untuk Provinsi Papua, Sabtu (19/6).

Pemerintah Papua, dalam hal ini PB PON dan 4 Sub PB PON tinggal menyisakan waktu 100 hari menuju pelaksanaan pesta olahraga terbesar Indonesia itu.

Tentu, waktu tersebut sangat krusial bagi Papua dalam berbenah menjadi tuan rumah yang mampu mencapai empat sukses. Sukses penyelenggaraan, prestasi, ekonomi dan administrasi.

Dalam rangkaian Gebyar PON XX Papua yang berlangsung di halaman kantor Gubernur Papua tersebut, panitia menyelenggarakan beberapa kegiatan, seperti fun games, contest foto, sosialisasi PON, tarian budaya serta penampilan band Kotak dan Ras Muhamad, termasuk penampilan 35 band lokal Papua.

Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda mengatakan bahwa PON XX 2021 adalah hajatan negara yang dipercayakan kepada masyarakat Papua. Untuk itu, Yunus Wonda meminta seluruh lapisan masyarakat yang ada di tanah Papua memiliki kewajiban untuk sama-sama ikut menyukseskan event olahraga nasional empat tahunan tersebut.

“PON tanggung jawab besar masyarakat Papua yang ada di atas tanah ini. Untuk itu, kami menyampaikan kepada semua masyarakat, mari sukseskan PON XX. Event ini, di atas tanah ini harus pastikan PON bisa berjalan dengan baik,” ungkap Yunus Wonda dalam sambutannya.

Yunus berharap, seluruh masyarakat Papua memiliki tanggung jawab untuk mengawal PON XX bisa berjalan sukses dan aman di Papua agar meninggalkan sejarah manis bagi masyarakat Papua.

“PON menyatukan seluruh anak bangsa. Biarkan seluruh hadir di Papua datang dengan senyum. Kita harap saat mereka pulang merasakan hal yang sama,” ujar Yunus Wonda.

Gubernur Papua, yang diwakili Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Pembangunan Otsus, Triwarno Purnomo mengatakan, bahwa persiapan PON XX di Papua memiliki tantangan yang sangat rumit. Tapi berkat tekad dan kerja keras, mereka optimis PON XX bisa berjalan sukses di Papua.

“PON merupakan kerja panjang dan tanpa kenal lelah dan selalu diiringi dengan berbagai tantangan. Tetapi kita saat ini bisa membuktikan bahwa Papua bisa bahwa Papua bisa mengedepankan prestasi dan sportivitas,” ucap Gubernur Papua dalam sambutannya yang dibacakan Purnomo.

“Pak Gubernur  berpesan PON harus mengedepankan protokol kesehatan, karena berbeda dengan sebelumnya. Pak Gubernur bertekad siap menyukseskan PON XX. Mari kita jadikan PON sebagai kebangakitan Papua di segala sektor,” pungkas Purnomo.

Sementara itu, Ketua Sub PB PON Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano menyampaikan bahwa seluruh masyarakat harus lebih aktif lagi dalam menerapkan protokol kesehatan. Agar Kota Jayapura dan tiga kluster lainnya benar-benar sudah menjadi zona hijau dalam melaksanakan PON XX 2021.

“Kegiatan ini (gebyar) merupakan kegiatan  untuk menggaungkan PON XX yang penyelenggaraan sudah di depan mata kita,” ucap Tomi Mano.

Orang nomor satu di Kota Jayapura itu juga menegaskan bahwa Kota Jayapura atau Sub PB PON Kota Jayapura sudah sangat siap dalam menyambut PON XX 2021Papua.

“Kota Jayapura merupakan ibukota provinsi yang menjadi barometer di Papua. Karena itu, saya selaku ketua Sub PB PON Kota mengatakan bahwa Kota Jayapura siap mendukung penyelenggaraan PON XX. Dimana Kota Jayapura merupakan klaster terbesar dan venue cabor terbanyak di Papua, dan kami siap sukseskan,” tegas Tomi Mano.

“Kami juga berharap dukungan dari pemerintah Papua agar semuanya bisa berjalan dengan sukses. Dalam pelaksanaan PON menerapkan 4 sukses yang telah ditetapkan oleh PB PON. Saya mengajak kita bergandeng tangan untuk mensukseskan PON di tanah Papua. Papua aman dan siap menggelar PON XX,” tutup Tomi Mano.

Sementara KONI Papua melalui Sekretaris Umumnya, Kenius Kogoya juga menyebutkan jika PON XX merupakan kesempatan yang langka bagi masyarakat Papua. Untuk itu, ia juga menegaskan bahwa KONI Papua siap menciptakan sejarah baru bagi olahraga di bumi Cenderawasih.

“100 tahun lagi PON belum tentu ada di Papua, oleh karena itu kita akan tunjukan sesuatu dan buktikan bahwa kitong bisa. oleh sebab PON ini merupakan banyak kebangkitan baru bagi olahraga Papua, dan kehadiran PON di Papua merupakan tolok ukur pembinaan prestasi olahraga di Papua,” pungkasnya.

PON XX Papua akan dilaksanakan pada 2-15 Oktober di empat klaster, Kota/Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke. Event olahraga nasional empat tahunan itu akan mempertandingkan 37 cabang olahraga dengan 56 disiplin dan 679 nomor pertandingan.

Klaster Kota Jayapura akan mempertandingkan renang perairan terbuka, paralayang, selam laut, angkat besi, angkat berat, binaraga, softball (putra), baseball (penyisihan), sepak takraw, voli indoor, voli pasir, bulutangkis, canoeing, rowing, traditional boat race, layar, sepakbola (putra), sepatu roda, taekwondo, karate, tenis dan tinju.

Klaster Kabupaten Jayapura mempertandingkan gantole, renang artistik, loncat indah, polo air, renang, selam kolam, senam artistik, senam ritmik, senam aerobik, softball (putri), baseball, hoki outdoor, hoki indoor, kempo, panahan, muaythai, pencak silat, rugby, menembak, cricket dan sepakbola.

Klaster Mimika mempertandingkan aeromodelling, terbang layang, terjun payung, atletik, basket 5×5, basket 3×3, panjat tebing, biliar, bola tangan, futsal, judo, tarung derajat. Untuk klaster Merauke sendiri mempertandingkan anggar, bermotor, catur, gulat, wushu dan sepakbola putri.

PB PON Papua bersama empat Sub PB PON, Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Mimika dan Merauke saat ini terus mengebut kesiapan mereka sebagai tuan rumah PON XX 2021 Papua. (eri/nat)