Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musa’ad, bersama stakeholder terkait lainnya, menyambut kedatangan Kapal Tol Laut di Pelabuhan Depapre, Kamis (28/1) . ( FOTO: PEMPROV PAPUA FOR CEPOS)

Tol Laut, Harapan Tekan Harga Barang di Pegunungan Papua

JAYAPURA-  Wakil Bupati Puncak Jaya, Deinas Geley menyebutkan bahwa dibukanya Pelabuhan Depapre, Kabupaten Jayapura, sebagai rute Tol Laut di Papua merupakan langkah maju.   Geley mengapresiasi Presiden Joko Widodo, Gubernur Papua Lukas Enembe dan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw atas terobosan tersebut.

 “Ini harapan baru bagi ekonomi Papua dan langkah maju untuk menekan harga-harga barang di daerah Pegunungan Papua yang selama ini masih mahal. Saya optimis kami di Puncak Jaya bakal merasakan dampak dari beroperasi Pelabuhan Depapre,” terang Deinas Geley, Rabu (3/2) kemarin.

 Seperti halnya harga beras yang Wabub Geley pastikan akan turun. Sebab distribusi beras dari Merauke tak lagi dikirim ke Pulau Jawa, tapi langsung dikirim ke Jayapura untuk diterbangkan ke wilayah Pegunungan Papua.

 “Waktu saya menjabat Direktur Umum di PD Irian Bhakti, kami sudah merencanakan untuk membeli beras dari Merauke dan langsung di kirim ke Jayapura, lalu didistribusi ke kabupaten-kabupaten Pegunungan Papua. Namun waktu itu terkendala. Sekarang dengan Tol Laut melalui Pelabuhan Depapre, maka rencana itu bisa diwujudkan,” jelasnya.

 Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Papua menyambut kedatangan Kapal Tol Laut di Pelabuhan Depapre, Kamis (28/1) lalu. Dalam kesempatan itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Sekda Papua, Muhammad Musa’ad,  menyebutkan Tol Laut dapat mengurangi biaya distribusi. Misalnya beras asal Merauke yang sebelum adanya Tol Laut harus dibawa dulu ke Surabaya, sebelum kemudian kapalnya kembali ke Jayapura.

“Namun, dengan adanya Tol Laut, beras asal Merauke bisa langsung diangkut ke Jayapura tanpa harus ke Surabaya. Beras dari Merauke ini bisa langsung didistribusikan juga ke berbagai daerah di wilayah pegunungan tengah. Ketika kembali, kapal bisa diisi dengan komoditas unggulan dari Jayapura atau daerah sekitarnya, termasuk bahan material pasir dan lain sebagainya yang di Merauke itu sulit  didapat. Dengan demikian akan dapat menekan disparitas harga dan bisa beraing dengan komoditas lainnya yang berasal adari luar Papua dan Papua Barat,” terang Muhammad Musa’ad. (gr/ary)