Para peserta sosialisasi sekaligus dialog terkait  dana Otsus 2 persen   untuk bidang keagamaan  yang dilakukan  oleh MRP  Pokja Agama  kepada tokoh  agama dedominasi gereja yang ada di Merauke, Sabtu (8/11)  ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE- Anggota   Majelis Rakyat Papua Kelompok  Kerja (Pokja) Agama  melakukan sosialisasi sekaligus dialog dengan sejumlah  tokoh dedominasi agama  yang ada di Merauke  terkait alokasi  dana Otonomi Khusus 2 persen  yang diterima Pemerintah Kabupaten Merauke  setiap tahunnya di Swiss Belhotel Merauke,   Jumat (7/11). 

Tim Pokja Agama yang beranggotakan 2 rang diketuai Dorince Mehue, SE saat membuka kegiatan ini mengungkapkan, kegiatan  ini digelar di 8 titik  di Provinsi Papua yang dimulai dari Kabupaten Merauke. ‘’Dari 16 Anggota MRP Pokja Agama  saat ini, tim kami bagi kedalam 8 kelompok yang akan datang di   8 titik  yang dimulai dari  Merauke,’’ kata Dorince Mehue.  Menurutnya, dari  seluruh kunjungan yang dilakukan  tersebut,   masalah yang diangkat dan dibicarakan bagaimana peningkatan spritualisme umat  yang dimulai dari Kota Rusa Merauke. 

‘’Mudah-mudahan apa yang kami bawa bisa bagikan sehinga kita semua satu kesatuan  mengangkat hati kepada Tuhan dan memberikan jawaban sesuai kehendak Tuhan.  Saya pikir, kita semua tahu bahwa hamba Tuhan punya air mata sudah kering. Itu kata-kata kami dan suatu waktu air mata itu  entah kapan, Tuhan akan mengubahnya  dari 5 wilayah adat  ini akan mengalirkan mata air  untuk memberikan  berkat  kepada seluruh umat yang ada di atas  tanah ini ,’’ katanya.  Menurut Dorince Mehue, bahwa sama  dengan   kaum perempuan Papua di Tanah  Papua  yang diberikan alokasi   2 persen dari dana Otsus yang  diterima  setiap daerah di Papua, maka  Pokja keagamaan juga diberikan   alokasi  2 persen dari dana Otsus  tersebut. 

‘’Ini perlu kami sampaikan meski   kemungkinan dari kita sudah ada   yang tahu  bahwa   untuk keagamaan dialokasikan  2 persen dari dana Otsus yang persen setiap daerah,’’ jelasnya. Dorince Mehue yang pertama kalinya datang ke   Merauke   mengaku  terkagum-kagum denga anugrah    yang diberikan Tuhan atas  Merauke. ‘’Saya mengajak   kita semua mengucap syukur diatas tanah ini dalam situasi apapun  karena Tuhan kasih anugrah   yang luar biasa untuk Merauke,’’ jelasnya.  Pada  kesempatan tersebut, ada peserta yang hadir  dalam pertemuan ini menyatakan penolakannya  terhadap  rencana pemerintah melakukan pemekaran  Provinsi Papua Selatan dengan  alasan sumber daya manusia Papua  khususnya bagian Selatan Papua yang belum siap.  (ulo/tho)