Kadinkes Kota:  Khusus Bulan September, 27  Pasien Covid Meninggal

Tinggi, Tingkat Kematian Kasus Covid-19

JAYAPURA- Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura dr Ni Nyoman Sri Antari mengungkapkan, tingkat angka kematian akibat ada pandemic Covid-19 di Kota Jayapura sangat tinggi, walaupun angka kematian di angka 1,6 masih kecil tapi jika matinya akibat Covid-19 tentu hal tersebut tidak bagus.

  Sehingga masyarakat diminta jangan menganggap Corona ini tidak ada, jadi setelah nanti ada meninggal baru percaya sehingga Kadinkes tidak ingin kasus meninggal akibat Covid-19 ini banyak di Kota Jayapura.

“Kita ada 5000 pasien Covid-19 sementara yang meninggal ada 81 orang jadi kalau dihitung ini ada berapa sih kasusnya, tapi kita tetap harus waspada dan hati-hati karena fenomena yang terjadi memang dalam satu bulan pasti ada pasien Covid-19 yang meninggal dunia. Apalagi pada bulan September lalu ada kasus kematian sebanyak 27 orang itu hampir sama dengan 5 bulan kematian sebelumnya,’’jelasnya, Kamis (12/11)kemarin.

Sehingga Kadinkes minta masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan, jangan malas tahu dan anggap sepele virus Corona ini dan angka kematian memang banyak yang terkena angka produktif biasanya orang yang imunitasnya rendah, punya penyakit penyerta, sedangkan yang terkena gejala ringan sedang tidak dirawat di Rumah Sakit rata-rata yang kena usia angkatan kerja.

“Kita masuk urutan tertinggi kasus Covid-19 di Indonesia berdasarkan persentase jumlah penduduk, karena jumlah penduduk kita ada sekira 420 ribu dan yang terpapar Covid-19 sudah ada di angka 5000 lebih jadi jika prosentase tertinggi jika dibanding dengan daerah lain di Indonesia,”ungkapnya, Kamis (12/11)kemarin.

Diakui, tingginya kasus Covid-19 di Kota Jayapura diakibatkan karena masyarakat masih banyak yang belum sadar dalam menerapkan protokol kesehatan maupun masih suka berkerumun, hal inilah yang menyebabkan penyebaran Covid-19 masih ada. Oleh karenanya, dalam memutus mata rantai Covid-19 harus adanya kesadaran diri dari warga dalam menerapkan protokol kesehatan serta saling menjaga sama lain.(dil/wen)