Natalia Rui (27) isteri dari Fredy Waromi saat bersama enam anaknya. Dimana saat ini mereka begitu merindukan ayah mereka untuk pulang kerumahnya di Hamadi, Rabu (12/6) ( FOTO : Elfira/Cepos)

Mendengar Curhatan Keluarga Nelayan yang Ditahan di PNG 

Seperti apa perasaan dan keberadaan kedua keluarga nelayan dari Hamadi yang ditangkap Polisi PNG beberapa waktu lalu!

Laporan-Elfira

Wanita parubaya itu menangis sejadi-jadinya ketika tim Cenderawasih Pos memperlihatkan foto dua anak lelakinya menggunakan baju tahanan Negara Papua Nugini, dua kelopak matanya menatap layar HP sembari mencium foto anaknya yang bernama Soleman Waromi dan Freddy Waromi, sedang air matanya terus menetes.

“Oh anakku, ini anakku,” Ia berteriak histeris dengan posisi HP menempel di wajahnya.

Jumima Moboay tak bisa menyembunyikan perasaan sedihnya, juga rindunya terhadap dua anak lelakinya. Hampir tiga minggu, dua anak lelakinya itu tak pulang ke rumah. Sedang enam cucunya terus merengek, menangis sembari menanyakan keberadaan ayah mereka.

Setiap hari, menjelang tidur dan pagi setelah bangun. Cucunya kerap menanyakan ayah mereka untuk meminta uang jajan, jika mendengar pertanyaan-pertanyaan dari sang cucu. Air mata wanita 56 tahun itu tumpah ke pipi.

“Setiap kali mereka (cucu-red) meminta uang, saya hanya bisa menangis. Saya mau kasih mereka uang dengan apa? Sedang saya sendiri juga masih bergantung pada bapak mereka,” ucapnya dengan suara terbata-bata. 

Sebagai Ibu yang melahirkan mereka, Jumima hanya bisa berharap jika anak lelakinya itu dibebaskan  dalam persidangan dan segera berkumpul bersama keluarganya yang sejak tiga minggu terakhir ini merindukan kepulangannya.

Ia berharap, agar pemerintah  dapat membantunya untuk segera membebaskan dua anaknya yang menjadi nelayan sejak mereka masih remaja. 

Kesedihan juga nampak terlihat di wajah Natalia Rui (27), isteri dari Fredy Waromi. Ibu dengan 6 anak ini mengetahui kabar suaminya ditangkap Polisi Papua Nugini pada Rabu (5/6), padahal suaminya keluar dari rumah untuk melaut pada  tanggal 30 Mei.

Saat itu, tak ada firasat apapun yang dirasakan Natalia selaku isteri dan sang suami pamit seperti biasanya. Ia terkejut diiringi dengan kemarahan ketika mengetahui suaminya ditangkap Polisi PNG.

“Kenapa mereka harus ditangkap?  separah apa kesalahan yang diperbuat suami saya hingga Ia dimasukan ke penjara,” ucap ibu 6 anak ini, dengan kelopak mata yang sembab.

Kini, Ibu Freddy Waromi serta Isteri yang merupakan warga Hamadi Belakang Pasar RT 4 RW 3 Distrik Jayapura Selatan ini tak pernah lagi mendengar kabar setelah percakapan terakkhir mereka melalui telpon seluler pada Rabu (5/6) lalu.

Sedih di wajah wanita asal Aitape PNG itu tak bisa ditutupi, suami yang menjadi nelayan selama 20 tahun kini menikmati hari-harinya di ruang tahanan PNG. Sementara Ia dan enam anaknya membutuhkan biaya hidup darinya.

“Saya ingin dia segera pulang, kami semua di rumah merindukannya. Jika nanti dia dibebaskan saya tak ingin dia melaut jauh,” pintanya.

Biasanya, suaminya itu pergi melaut paling lama bermalam dua hari di lautan. Lalu kembali, memasarkan hasil tangkapannya di Pasar Hamadi.

Ia meminta pemerintah bisa mengeluarkan suaminya itu, pasalnya mereka bergantung pada suaminya. Dua anaknya yang sudah bersekolah tentu membutuhkan biaya, belum lagi empat anaknya yang masih kecil yang kerap menanyakan keberadaan ayah mereka setiap kali menjelang tidur di malam hari.**