Sugeng Purnomo ( FOTO: Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penembakan Intan Jaya baik yang berada di Jayapura dan Intan Jaya, telah meninggalkan Papua, Senin (12/10) kemarin. 

TGPF yang dibentuk Menkopolhukam berdasarkan  keputusan  nomor 83 tahun 2020 dibagi dalam dua kelompok dan diberikan tugas berbeda.

Tim pencari fakta yang pertama ke Sugapa, ubukota Kabupaten Intan Jaya, sejak Rabu (7/10). Sementara tim kedua menuju Jayapura dengan tujuan melakukan pertemuan dengan jajaran pemerintah.

Deputi III Kemenkopolhukam, Sugeng Purnomo mengatakan, tim sebelumnya terus menggali dan mendalami keterangan dari berbagai pihak. Sekalipun rentetan kontak tembak terjadi di Intan Jaya yang menyebabkan 1 anggota TGPF tertembak saat pulang dari Distrik Hitadipa, Jumat  (9/10).

“Senin (12/10) tim yang ada di Intan Jaya tinggalkan Sugapa dan langsung ke Jakarta, kemarin mereka terakhir kumpulkan data,” kata Sugeng saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, kemarin (12/10).

Dikatakan, setiba di Jakarta nantinya. Bahan investigasi dari kedua tim yang ada di Intan Jaya dan Jayapura akan dipadukan untuk selanjutnya dilaporkan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

“Usai pelaporan dari kedua tim ini baru akan dirilis oleh Menkopolhukam hasilnya,” jelasnya.

Disinggung apakah tim nanti kembali lagi ke Papua jika data yang masih kurang, Sugeng mengaku akan mengkoordinasikan hal itu nantinya.

Sebelumnya pada Minggu (11/10), TGPF kasus penembakan Intan Jaya terus menggali dan mendalami keterangan dari berbagai pihak. Termasuk keluarga korban untuk memperkuat data dan informasi.

Dalam melaksanakan investigasinya, beberapa kali tim diganggu dengan adanya kontak tembak di Intan Jaya. Bahkan, iring-iringan mobil meteka dihujani peluru saat pulang dari Hitadipa tempat dimana Pdt Yerimia Zanmbani ditembak hingga meninggal dunia.

“Ini kami lakukan sampai malam, jadi target akan terus kami kejar hingga tercapai,” tegas Ketua TGPF Benny Mamoto di Intan Jaya, Minggu (11/10) sebagaimana rilis yang diterima Cenderawasih Pos.

Diakuinya, TGPF berhasil meyakinkan keluarga Pdt Yeremia Zanambani untuk melakukan otopsi dan mendatangani BAP dari pihak kepolisian. Yang mana sebelumnya pihak keluarga korban tidak mau menandatangani BAP dari pihak kepolisian. Otopsi akan dilakukan pada kesempatan lain. 

Tugas  TGPF mengumpulkan data lapangan untuk membuat terang peristiwa. Seluruh informasi yang diperoleh di lapangan akan kami analisa, dievaluasi kemudian akan dilaporkan kepada Menkopolhukam selaku penanggung jawab. 

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengatakan, TGPF sudah berhasil tiba di TKP di Kabupaten Intan Jaya dengan tingkat kesulitan dan gangguan yang dihadapi selama berada di Intan Jaya.

“TNI-Polri akan terus mengawal TGPF guna mengumpulkan beberapa data maupun informasi di lapangan. Ke depan beberapa pihak yang akan datang kami akan bantu semaksimal mungkin,” kata Kapolda Paulus Waterpauw saat mengantar keberangkatan TGPF kembali ke Jakarta.

Sebagai aparat penegak hukum, pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap KKB. Dimana kelompok tersebut sebenarnya memiliki senjata yang bukan hak dan kewenangannya.

“KKB telah melakukan gangguan nyata, dalam catatan kami tercatat sudah 22 kali aksi penembakan yang terjadi di Intan Jaya yang dilakukan oleh KKB,” ucap Kapolda Waterpauw didampingi Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Herman Asaribab.

Polda Papua sendiri terus berupaya semaksimal mungkin untuk bisa mengungkap semua kejahatan yang telah dilakukan oleh KKB. Pihaknya juga meminta dukungan semua pihak, agar apa yang diakukan sebagai penegak hukum dapat dilakukan sesuai dengan harapan.

“Kami tidak ingin ada lagi kejahatan yang dilakukan kepada warga dan aparat TNI-Polri di Kabupaten Intan Jaya, kita ingin hidup damai tanpa adanya gangguan kelompok tersebut,” pungkasnya. (fia/nat)