Jhon Richard Banua, SE. MSi ( FOTO: Denny/ Cepos )

WAMENA-Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid -19 Jayawijaya Jhon Richard Banua, menyatakan bahwa pasca ditemukannya  seorang anak SD yang terpapar Covid-19, kini tim gugus masih terus melakukan tracing atau pelacakan orang yang pernah kontak. Karena, pasien merupakan anak –anak, dipastikan punya kontak yang banyak dengan teman-temannya. 

   “Sampai saat ini kita masih ada di 28 pasien covid -19 yang masih dalam perawatan, sementara belum ada tambahan pasien lagi, namun kami masih mencari kontak khususnya siswa SD yang terpapar Covid -19 ini, sehingga bisa dilakukan pemeriksaan,”ungkapnya Senin (28/9) kemarin.

  Selaku Bupati Jayawijaya, Jhon Banua juga memastikan untuk aktifitas sekolah di  Jayawijaya belum bisa dibuka dulu. Apalagi Covid -19 ini telah terpapar ke siswa SD pastinya akan semakin berkembang besar apabila aktititas belajar mengajar kembali dilakukan.  Diharapkan belajar dari rumah harus tetap dilakukan untuk mendukung siswa di Jayawijaya.

  “Kita lihat sekarang ada siswa SD yang terpapar Covid -19, sehingga tidak bisa kita membuka sekolah dulu untuk mengantisipasi penyebaran covid -19, kita juga masih mencari kontak pasien ini agar tidak terus ditularkan dari satu orang ke orang lain,”katanya.

  Bupati Jhon berharap agar warga yang merasa pernah kontak langsung dengan pasien yang positif untuk melaporkan kepada tim gugus, agar bisa langsung dilakukan pemeriksaan. “Jangan lagi membahayakan orang dengan penyebaran virus ini,”bebernya.

  Jhon Banua juga mengaku belum melakukan koordinasi dengan Asosiasi Bupati Pegunungn Tengah Papua untuk mengambil langkah lockdown atau menutup aktifitas bandara, sehingga belum bia dilakukan. Pihaknya masih fokus untuk mencari penularan covid -19 di dalam Jayawijaya sendiri, karena dari 1 kasus menjadi 27 kasus.

  “Kita belum tahu dari 27 orang ini ada berapa lagi pasien yang akan ditemukan, karena dari 1 orang bisa menyebarkan ke 27 orang, ini yang masih sedang kita tracing terus , kita akan perkuat pemeriksaan di Sentani dan tidak melakukan lockdown,”bebernya. (jo/tri)