Yorrys Raweyai (FOTO : Dok Cepos)

JAYAPURA – Tingginya harga tiket pesawat baik dari Papua ke luar Papua maupun sebaliknya hingga kini belum bisa dipecahkan. Angka yang harus dibayarkan masyarakat untuk sekali penerbangan semakin memberatkan. Mirisnya persoalan yang sudah sampai di telinga presiden ini tak kunjung menemukan solusi. Masyarakat masih terus menunggu untuk melakukan penerbangan namun dengan harga yang berada di batas kewajaran.

 Terkait ini salah satu calon anggota DPD RI perwakilan Papua, Yorrys Raweyai berharap kementerian bisa lebih serius menyelesaikan persoalan tingginya harga tiket ini.  Ia mengakui segala sesuatu terkait barang di Papua memang jauh lebih mahal dibanding daerah lain di Indonesia.

 Namun ini tak lepas dari biaya transportasi dan pajak ini itu  hingga menjadikan satu produk barang lebih mahal. Namun kondisi ini tentunya sedikit berbeda jika dikaitkan dengan harga tiket pesawat yang memiliki standart harga.

 “Saya melihat pihak kementerian sedang melakukan pertemuan dan membahas bersama stakeholder termasuk pihak maskapai untuk mensikapi tingginya harga tiket ini. Hanya saja belum ada keputusan final hasilnya seperti apa,” kata Yorrys melalui ponselnya, Kamis (23/5)

 Mantan politisi partai Golkar ini tak menampik jika tiket pesawat ke Papua harganya jauh lebih mahal dibanding ke luar negeri. Dan kata Yorrys yang menjadi pertanyaan adalah mengapa bisa semahal itu jika dihari-hari biasa harganya bisa turun. 

 “Ini akan menjadi pembahasan kami nanti  tapi bukan hanya penerbangan namun bahan dasar lainnya. Kalau harga barang-barang mahal masyarakat mungkin masih memaklumi tapi kalau harga tiket bisa selangit itu yang harus dijawab,” bebernya.

 “Kalau bicara dengan konteks ini kami sarankan untuk menteri harus lebih serius. Bukan karena momentum pemilu dan lebaran saja tapi paling tidak ketika ada hari besar harga juga stabil,” imbuhnya.

 Sebelumnya Ketua Komisi IV DPR Papua, Yarius Balingga  yang bermitra dengan dinas perhubungan juga menyatakan hal serupa. Akan memanggil pihak maskapai dan dinas perhubungan untuk menjawab soal tingginya harga tiket. 

“Banyak sekali keluhan masyarakat dan saya pikir kami juga akan ikut bingung kalau harga tiket seperti itu,” tegas Yarius Balingga. (ade)