TINJAU ISTORA: Plt Kadisorda Papua, Alexander Kapisa didampingi Project Manager PT PP Joko Nugroho saat meninjau progres venue Istora Papua Bangkit, Kamis (6/8) siang. (FOTO: Erik / Cepos)

JAYAPURA-Istana Olahraga (Istora) Papua Bangkit tak hanya sekedar terbaik di Indonesia, tapi venue yang berada di sisi kanan Stadion Papua Bangkit itu juga akan memecahkan rekor Muri.

Venue yang mengalahkan kemegahan Istora Senayan Jakarta itu memiliki tiga item sekaligus yang akan dicatat oleh rekor Muri. Yakni bentangan atap baja dome terpanjang, sistem pendingin dan konstruksi atap.

Project Manager PT PP, Joko Nugroho mengatakan bahwa untuk bentangan atap atau dome Istora ini menjadi yang terpanjang se Indonesia dengan bentangan 80 meter.

“Steel duct atau pendingin untuk aliran udaranya sangat halus di sini (Istora Papua Bangkit) dari pada yang di Senayan. Main bulu tangkis, shuttle cocknya tidak goyang. Atap juga kita catatkan di rekor Muri. Atapnya tidak ada baut dan risiko kebocoran sangat minim,” ungkap Joko kepada Cenderawasih Pos saat ditemui di Istora Papua Bangkit, Kamis (6/8).

“Ada tiga yang kita daftarkan, dan sementara dalam proses nanti kalau sudah selesai baru disertifikasi,” sambungnya.

Istora Papua Bangkit juga memiliki beberapa keunggulan dari Istora yang lainnya. Dimana hampir semua komponen atau material harus didatangkan dari luar negeri. “Lampu kami datangkan dari Jepang, kursi China, dan vinyl lapangan dari Perancis” ucap Joko.

Selain itu, untuk spesifikasi lampu, Istora Papua Bangkit menggunakan sistem pencahayaan persis pencahayaan Stadion Papua Bangkit yang mengikuti beat musik.

“Dan yang paling penting, di sisi luar bangunan akan kami hiasi dengan lampu, tidak semua venue dilengkapi dengan lampu di luar,” jelasnya.

Venue yang menghabiskan anggaran APBN senilai Rp 278 miliar itu kini mencapai progres 95 persen. Dibangun sejak 1 November 2018 ditargetkan rampung bulan September mendatang.

Insert, Istora Papua Bangkit yang berada di sisi kanan Stadion Papua Bangkit.

Istora Papua Bangkit juga memiliki field of play 3600 meter persegi, lebih luas dari pada Istora GBK. Nantinya, Istora Papua Bangkit akan menjadi venue pertandingan cabang olahraga Senam di PON XX 2021.

Venue ini juga memiliki daya tampung 8.000 penonton. Uniknya, bila dilihat dari luar, desain Istora Papua Bangkit memiliki kemiripan dengan honai rumah adat masyarakat di Pegunungan Tengah Papua.

“Venue ini akan menjadi ciri khas khusus, bahwasanya di Papua ada bangunan semegah ini dengan struktur baja,” ujar Faris.

Pasca PON, Istora nantinya dapat difungsikan sebagai bangunan serba guna. Tak hanya mempertandingkan cabang olahraga senam, tapi cabang olahraga seperti bulutangkis, basket, voli, futsal serta beberapa cabang olahraga lainnya.

Selain difungsikan sebagai venue olahraga, Istora juga dapat digunakan melaksanakan kegiatan masyarakat umum, seperti acara keagamaan.

Plt. Kadisorda Papua, Alexander Kapisa mengatakan, Papua bangga bisa memiliki Istora terbaik di Indonesia. “Orang Papua bangga punya Istora. Dari sisi arsitektur, penataan bagunan ini yang terbaik di Indonesia, dari sisi kapasitas juga sangat besar, mencapai 3.000 penonton,” tutupnya. (eri/nat)