Jonathan Wororomi (FOTO: Gamel Cepos)

JAYAPURA –  Pembelajaran yang dilakukan secara online di tengah pandemi covid dikatakan perlu dilakukan secara matang dan masive. Hanya pada kenyataannya hingga kini belum semua mahasiswa bisa melakukan pembelajaran secara online yang biasa  menggunakan aplikasi di PC ataupun Hp. Pembantu Rektor III Uncen Jonathan Wororomi menyampaikan, untuk pemanfaatan fasilitas IT guna mendukung proses  pembelajaran di Kampus Uncen  sejak tahun 2020 yang dilakukan sesungguhnya menggunakan beberapa aplikasi standart. 

 Pertama google class room, zoom dan whatsapp. Ketiga aplikasi ini cukup familiar namun  mahasiswa lebih familiar dan tugas – tugas dishare lewat WA kemudian zoom sedangkan aplikasi video konfrence yang lain bahkan google class room yang digunakan sebagai media pembelajaran ternyata tak semua bisa dilakukan. “Jika whatsapp 90 persen bisa sedangkan yang lain hanya 60 – 70 persen dan ini artinya masih ada mahasiswa yang belum bisa mengikuti pembelajaran secara online,” kata Wororomi kepada Cenderawasih Pos di Auditorium Uncen, Rabu (17/3).

 Pembelajaran secara online ini menjadi penting guna membangun sistem pembelajaran. “Ketiga aplikasi ini sebenarnya belum cukup sebab yang dibutuhkan adalah membangun sistem yaitu learning management system (LMS) dan ini kami tawarkan dalam PKKMB tahun lalu,” bebernya. Terkait ini Wororomi berpendapat meski tak ada covid seharusnya infrastruktur pendidikan yang tak selalu offline bisa digarap maksimal. Hal tersebut layaknya yang diterapkan di negara  negara maju lainnya. “Jadi yang perlu dipahami adalah meski tanpa covid harusnya LMS tetap harus ada sebab ini kebutuhan dan kita perlu membangun infrastruktur IT dengan cara LMS ini,” pungkasnya. (ade/wen)