MERAUKE-Lantaran tidak diberi  surat  nikah, seorang   kepala keluarga di Merauke   berinisial MM  tega menganiaya  istrinya   yang  berinisial Nu  (26). Kasus  kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)    tersebut dialami Nu  di rumahnya,  jalan  Binaloka Kelurahan Samkai Merauke, Jumat (31/7) sekitar  pukul  20.30 WIT.  

Kasubag Humas  AKP Ariffin, S.Sos

   Kapolres Merauke AKBP  Agustinus Ary Purwanto , SIK melalui Kasubag Humas  AKP Ariffin, S.Sos, membenarkan  kasus  KDRT  tersebut saat dikonfirmasi, Senin (3/8).  Kronologi    kejadiannya, ungkap Kasubag Humas   berawal saat   pelapor MM pulang ke rumahnya  lalu   meminta surat nikah kepada korban. 

  Belum diketahui   untuk apa surat  nikah yang  diminta    terlapor tersebut.    Kemudian  terjadi adu mulut  antara pelapor dan terlapor. Karena  lepas kendali,   terlapor  kemudian melakukan pemukulan terhadap  pelapor. Melihat   kejadian tersebut, anak  pelapor langsung  melaporkan  kepada kakak pelapor. 

  Sementara   terlapor yang mengetahui   keluarga dari kakak   pelapor  akan datang  langsung  melarikan.   Akibat     penganiayaan tersebut, pelapor   mendatangi Sentra Pelayanan  Kepolisian  Terpadu (SPKT)  Polres Merauke   untuk proses  hukum lebih   lanjut.  

  Menurut   Kasubag Humas, pihaknya akan segera memanggil  terlapor  terkait dengan laporan   kasus KDRT tersebut. Karena  kasus-kasus seperti   lanjutnya, biasanya  lebih banyak  diselesaikan   secara kekeluargaan  sebelum  dilanjutkan    untuk proses  hukum   lebih lanjut.  

  “Karena ini menyangkut  rumah tangga, tentunya kita panggil  terlapor dan  pelapor. Kalau   tidak ada penyelesaian secara kekeluargaan barulah dilanjutkan ke proses  hukum,” pungkasnya. (ulo/tri)