Sentra  Gakkumdu yang terdiri dari Komisioner  Bawaslu,  Penyidik Reserse Kriminal Polres Merauke dan Jaksa  Penuntut dari Kejaksaan Negeri Merauke saat menggelar  konfrensi  pers di Kantor Bawaslu Merauke, Senin (5/10). ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Sentra  Gakkumdu pada Badan pengawas Pemilu (Bawaslu)  Kabupaten Merauke  akhirnya menghentikan   proses  penyelidikan video  viral  dugaan  penyerahan uang  yang dilakukan  oleh calon bupati Merauke  Hendrik  Mahuze  kepada  salah satu partai pengusung di salah satu  hotel di Jakarta   beberapa waktu  lalu. 

   Kepastian penghentian  penyelidikan  tersebut,  terungkap  dalam  jumpa pers yang  digelar  Sentra  Gakkumdu  di  Kantor Bawaslu  Kabupaten Merauke.  Hadir dalam   jumpa pers tersebut   Ketua  Bawaslu Kabupaten Merauke Oktafina Amtop, S.Sos dan 3 Komisioner  KPU lainnya, Kasat Reskrim  AKP Carollan Rhamdhani, SIK, SH, MH  dan  Kasi Pidum Kejaksaan Negeri  Merauke Caterina, SH.

   “Tadi malam  dari jam  sekitar pukul  02.00-08.00 WIT, dilakukan  pembahasan di Sentra Gakkumdu  yang terdiri dari Bawaslu, pihak Peneyidik   dari   Kepolisian dan  pihak Penuntut Umum dari Kejaksaan. Dan,  untuk hasil pembahasan    dari   rapat  ketiga  ini, kesimpulan bahwa berkaitan  dengan dugaan tindak pidana  pidana  pemilu bahwa  kasus   ini tidak  dapat dilanjutkan   ke tahap penuntutan  dikarenakan   tidak  cukup bukti,’’ kata   Koordinator  Devisi Penindakan   Bawaslu Kabupaten Merauke  Agustinus Mahuze.  

    Dijelaskan,   bahwa   kasus  ini  dihentikan dan  tidak   dapat dilanjutkan  ke  penuntutan dikarenakan pertama,   penyidik  kesulitan  mendapatkan  barang bukti.    Pertama    rekaman CCTV   di hotel  tempat penyerahan  uang tersebut  sudah  dihapus. Karena  pihak  hotel   telah mengatur  secara   sistimatik  14  hari   rekaman  akan terhapus sendiri.

   Sementara,    rekaman  CCTV   tersebut  sudah   diupload    sekitar 1 bulan   lalu.   Kedua,    lanjutnya, orang yang menguopload     video  tersebut   tidak  lagi diketahui keberadaannya. Terakhir   waktu bagi  penyidik  yang  tergolong  singkat  hanya 14 hari   sesuai UU  Pemilu   untuk mengumpulkan   barang bukti. 

   “Jadi   rekaman CCTV itu  distel secara  sistimatis  14 hari akan terhapus dengan sendirinya sementara    dari kejadian  sampai ke video  viral  itu    sudah berlangsung selama  1 bulan. Karena kejadian 8   Agustus  sementara  diviralkan  9 September,’’ jelas  Devisi  Hukum,  dan  Humas   KPU Merauke  B. Tukidjo, SH.   

   Dikatakan, penelusuran dan penyelidikan ini  sudah cukup  jauh dengan mendatangi  TKP  sampai menggali keterangan  ahli.  Namun   orang   yang mengupload  tidak diketemukan. ‘’Jadi     penyidik  kesulitan mendapatkan  barang  bukti sehingga tidak dilanjutkan   ke   penuntutan,’’ tandasnya.    

   Karena  tidak  dapat dilanjutkan ke penuntutan,  maka  kasus tersebut dihentikan.  Sekadar diketahui,  kasus   temuan   ini dilimpahkan   dari Bawaslu  Kabupaten Merauke ke  Sentra Gakkumdu  karena ada dugaan terjadi  pelanggaran pemilu dalam video  viral  penyerahan  uang tersebut. Hanya  saja,  pihak  penyidik  tidak memiliki  cukup  bukti sehingga  harus dihentikan. (ulo/tri)