DEMO: Sejumlah mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi demo di Kampus USTJ, Kamis (15/8). Aksi demo ini dilakukan dalam rangka mendukung pertemuan Pasifik Island Forum (PIF) di Tuvalu. ( FOTO : Noel/Cepos)

Puluhan Pendemo Diamankan

JAYAPURA-Aksi demo yang dilakukan United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) untuk mendukung  pertemuan Pasifik Island Forum (PIF) di Tuvalu, dibubarkan aparat Kepolisian.  

Sejumlah lokasi aksi demo yang dilakukan di Kota dan Kabupaten Jayapura, langsung dibubarkan aparat Kepolisian. Bahkan sejumlah pendemo diamankan untuk dimintai keterangannya. 

Kapolres Jayapura, AKBP Vikctor Macbon mengatakan, aksi itu tidak mendapatkan izin dari pihak Kepolisian. Sehingga dianggap menganggu ketertiban umum dan akhirnya dibubar paksa.

“Sudah kami amankan dan sejauh ini sedang didalami apa motifnya. Sehingga kami belum menyimpulkan tujuan dari aksi itu,” ungkap Kapolres Victor Macbon yang dihubungi Cenderawasih Pos melalui sambungan teleponnya, Kamis (15/8).

Dari pantauan Cenderawasih Pos di Sentani, Kabupaten Jayapura, sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat melakukan aksi demo di jalan dekat  lampu merah Jalan Poros utama kota Sentani. 

Mereka datang dengan membawa pamflet dan spanduk berisi tulisan yang menyatakan dukungan kepada ULMWP dalam Pasific Island Forum. 

Aksi demo ini langsung mendapat respon dari Polres Jayapura. Polisi terpaksa membubarkan aksi itu karena mereka tidak mengantongi izin. Warga yang melakukan aksi demo ini juga diamankan ke Mapolres Jayapura untuk dimintai keterangannya.

Sementara itu, seorang warga yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, sekelompok orang yang membawa gambar bendera bintang kejora itu rencananya melanjutkan aksinya ke Pos VII Sentani. Namun respon cepat dari petugas keamanan akhirnya aksi itu dihentikan. “Saya dengar tadi mereka mau ke Pos Tujuh, tapi pak polisi datang,” paparnya

Selain di Sentani, Kabupaten Jayapura, aksi serupa juga dilakukan di beberapa lokasi di Kota Jayapura, di antaranya Expo Waena, kampus USTJ, Perumnas III dan lingkaran Abepura serta di daerah Dok V Yapis, Distrik Jayapura Utara. 

Juru Bicara Komite Aksi ULMWP, Iceh Morib kepada Cenderawasih Pos menyebutkan, selain membubarkan aksi demo, aparat Kepolisian juga mengamankan puluhan orang yang terlibat aksi demo.

Iceh Morib bahkan menyebutkan, Kepala Biro Politik ULMWP, Bazoka Logo juga ikut diamankan polisi. “Ada juga satu anak usia 7 tahun yang ditahan. Bazoka Logo kepala biro politik, baru ditangkap dan tiba di Polres jam 6 sore. Kami sayangkan tindakan ini,” ungkapnya melalui pesan WA kepada Cenderawasih Pos, kemarin. 

Dalam pesannya yang disampaikan kepada Cenderawasih Pos, Iceh mengatakan sikap dirinya dan para pendemo mewakili masyarakat Papua sudah jelas yaitu mendukung proses pertemuan PIF di Tuvalu. 

Iceh Murib, mengatakan penangkapan juga terjadi terhadap massa aksi di Expo. Mereka dihadang dan ditahan di Polsek Abepura. “Massa aksi wilayah Expo mulai start dari asrama Pegunungan Bintang dan dapat tangkap. Ada 18 orang yang ditangkap di Expo,” tuturnya. 

Dirinya menyebutkan, 18 orang yang diamankan di Expo Waena, langsung dibawa ke Mapolres Jayapura Kota dan bergabung dengan massa lainnya dari Dok V Yapis. “Sampai malam ini (kemarin, Red), semua berjumlah 74 orang.

Sementara itu, Kepala Kantor Koordinasi ULMWP di West Papua, Markus Haluk mengatakan  ada puluhan demonstran yang tergabung dalam yang mendukung pertemuan Pasifik Island Forum di Tuvalu, yang diamankan aparat Kepolisian.

“Puluhan massa aksi Komite Aksi ULMWP ditangkap dan dibawa ke kantor polisi dengan truk Polresta Kota Jayapura dan daerah lain juga ada masa aksi,” tambahnya. (roy/oel/nat)