Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP, MH., yang diwakili Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Papua, Elsye Penina Rumbekwan, S.Pi, M.Si, menandatangani deklarasi bersama penguatan sinergitas antara lembaga di Hotel Horison, Kotaraja, Distrik Abepura, Selasa (24/11). (FOTO: Yewen/Cepos)

JAYAPURA-Balai Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura, menggelar kegiatan Deklarasi Bersama Penguatan sinergitas Antara Lembaga, dalam rangka mempertahankan wilayah Papua Bebas Rabies dan Avian Influenza. 

Gubernur Papua, Lukas Enembe, SIP., MH., mengatakan, pihaknya terus mendukung upaya pencegahan masuknya dan menyebarnya penyakit rabies dan flu burung di wilayah Provinsi Papua. 

Hal ini termuat dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2006 Pelarangan Pemasukan Hewan Penularan Rabies dan Flu Burung ke wilayah Provinsi Papua. Dimana Perda ini melarang masuknya hewan penularan rabies dan flu burung di Provinsi Papua.

“Hari ini (kemarin-red) kita berkumpul bersama seluruh lembaga dan instansi, untuk bersama-sama menyamakan persepsi dan mencegah dan mengendalikan masuknya penyakit rabies dan flu burung di Provinsi Papua,” ungkap Gubernur Lukas Enembe dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Papua Bidang Kemasyarakatan dan SDM Provinsi Papua, Elsye Penina Rumbekwan, S.Pi, M.Si., di Hotel Horison Kotaraja, Distrik Abepura, Selasa (24/11).

Gubernur Enembe berharap, melalui deklarasi ini akan tercipta komunikasi secara aktif dan sinergitas antara lembaga dan instansi teknis. Dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam mencegah penyakit rabies dan flu burung di Papua.

“Saya mengimbau instansi teknis dan lembaga di bandar udara pelabuhan laut, untuk bersama pemerintah daerah baik provinsi maupun maupun kabupaten/kota di Papua dan seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan berperan aktif dalam mengawasi distribusi hewan penyebaran dan flu burung dan produk turunnya turunannya di tanah Papua,” pintanya. 

Sementara Itu, Kepala Karantina Pertanian Kelas 1 Jayapura, drh. Muhlis Natsir, M.Kes mengatakan, pihaknya terus berkomitmen untuk tetap menjaga wilayah Papua bebas dari rabies dan flu burung. Apalagi Provinsi Papua merupakan salah satu provinsi yang bebas dari rabies dan flu burung.

“Dengan deklarasi ini, maka kami terus meningkatkan komitmen secara bersama-sama dengan lembaga dan instansi yang ada di Provinsi Papua, sehingga bersama-sama melakukan pencegahan terhadap media pembawa rabies dan flu burung di Papua,” ungkapnya.

Natsir menyampaikan, dengan adanya sinergitas dengan seluruh lembaga dan instansi, maka pihaknya bisa melakukan pencegahan terhadap hewan yang masuk dan keluar dari wilayah udara dan laut, maupun wilayah perbatasan RI-PNG.(bet/nat)