Tiga Prajurit Dirawat di Marthen Indey

JAYAPURA-Teror dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dibawah pimpinan Lamek Taplo di Kabupaten Pegunungan Bintang terus terjadi selama setahun ini. Kondisi ini menyebabkan warga di Kabupaten Pegunungan Bintang merasa terintimidasi dan tak dapat beraktivitas seperti biasanya.

Komandan Resor Militer 172/Praja Wira Yakthi, Brigjen TNI Izak Pangemanan mengatakan, warga di sejumlah daerah di Pegunungan Bintang tak bisa melaksanakan kegiatan pertanian seperti biasanya. Hal ini dipicu teror kelompok Lamek Taplo yang sering meneror aparat TNI,  Polri dan masyarakat setempat.

KKB dibawah pimpinan Lamek Taplo terlibat dalam sejumlah aksi teror di Pegunungan Bintang dalam beberapa bulan terakhir. Seperti penyerangan truk pekerja Jalan Trans-Papua Ruas Yahukimo-Pegunungan Bintang pada 2 Maret 2020 di Distrik Oksop yang mengakibatkan tiga pekerja mengalami luka.

Tidak hanya itu, kelompok ini juga menembaki pesawat TNI AU jenis CASA CN-2909 pada 22 Maret 2020 sebelum mendarat di Bandara Oksibil. Melakukan penyerangan terhadap sejumlah anggota TNI AD yang sedang berpatroli di Serambakon pada 29 Maret 2020. Akibatnya satu anggota TNI yakni Sersan Dua Irfan Setiawan, mengalami cedera di kaki saat mencoba menghindari tembakan KKB dari atas bukit.

Hingga terakhir, kelompok Lamek Taplo menyerang Satgas Pamtas dari Batalyon Infantri 312/Kala Hitam di Distrik Serambakon,  Kabupaten Pegunungan Bintang pada Selasa (20/10). Akibat serangann tersebut, tiga anggota TNI terluka.

“Kelompok ini menyerang aparat TNI yang sementara bertugas untuk menjamin keamanan masyarakat setempat. Ini berdampak pada aktivitas pembangunan di Pegunungan Bintang,” ungkap Izak saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (21/10).

Sementara itu, ketiga prajurit yang terluka karena serangan kelompok Lamek Taplo pada Selasa (20/10) telah dievakuasi dari Pegunungan Bintang ke Jayapura dengan pesawat Trigana pada Rabu (21/10).

“Kondisi kesehatan ketiga prajurit yang mengalami luka baik-baik saja. Mereka sedang berada di Rumah Sakit Marthen Indey untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut,” jelasnya.

Adapun ketiga anggota yang terluka adalah Prajurit Kepala Hendrik terluka di telapak kaki bagian kanan,  Prajurit Dua Haldan terluka di kaki bagian kanan dan Prajurit Dua Gusman luka memar di dada sebelah kiri. Hanya Hendrik yang terluka karena terkena peluru.

“Anggota di lapangan sedang melakukan pengejaran terhadap kelompok ini, kita melakukan langkah untuk memberikan keyakinan rasa aman kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPN-PB) Sebby Sambom mengatakan, TPN-PB paling bertangung jawab dalam peristiwa ini. Dimana pada 20 Oktober 2020 pukul 09.20 pagi telah terjadi penembakan oleh TPNPB Ngalum Kupel terhadap 2 truk militer TNI di Distrik Serambakon dan satu truk muatan TNI.

“Dua tembak mati di tempat dan tiga lainnya mengalami  luka-luka dan dievakuasi ke rumah RSUD  Oksibil,” koarnya.

“Penyerangan TPNPB dipimpin oleh komandan batalyon meme dibawah pimpinan komandan operasi Otopius Mimin. Komandan batalion Meme dan Panglima TPNPB Kodap Ngalum Kupel Lamek Tablo bertanggungjawab atas serangan dan penembakan ini,” sambungnya.

Sebby Sembom menyebutkan, Panglima Kodap XV Ngalum Kupel, Brigjen Lamek Tablo juga terus berkomitmen melakukan perlawanan sampai Papua merdeka. “Kami tetap bertahan perang ini dan pasukan kami tetap siap sampai kami merdeka,” tutupnya.(fia/oel/nat)