Resmikan Mapolres Tolikara, Waterpauw Pamit

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Wakil Bupati Tolikara Dinus Wanimbo dan Kapolres Tolikara AKBP Yuvenalis Takamully saat meresmikan Mapolres Tolikara di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Rabu (30/12). (Foto:Elfira/Cepos)

KARUBAGA-Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw meresmikan Mapolres Tolikara di Karubaga, Kabupaten Tolikara, Rabu (30/12) kemarin.
Mapolres yang dibangun sejak tahun 2019 dengan anggaran sebesar Rp 21 miliar merupakan Mapolres termegah di wilayah pegunungan tengah Papua. Bahkan Mapolres Tolikara ini diumpamakan sebagai hotel bintang empat yang ada di Kabupaten Tolikara.
Usai peresmian, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw mengingatkan kepada anggota untuk memelihara bangunan yang sudah ada serta meningkatkan kinerja setiap petugas Kepolisian sebagai jawaban atas peningkatan sarana dan prasarana yang sudah ada.
“Hindarkan dari setiap tindakan, perbuatan, perkataan serta sikap yang kontraproduktif dengan prinsip prinsip pelayanan yang prima,” ucap Kapolda Paulus Waterpauw kepada wartawan usai meresmikan bangunan Mapolres Tolikara.
Tidak hanya itu, setiap kantor polisi menurut Waterpauw menjadi rumah bagi masyarakat dalam menyelesaikan setiap masalahnya. Untuk itu, setiap anggota Polri wajib meningkatkan pengetahuan, baik masalah hukum, adat istiadat, dan hukum agama serta alternatif pemecahan masalah. Sehingga akan sangat berguna dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang ada di tengah masyarakat.
“Siapapun yang datang melapor layanilah dengan baik. Berikan pelayanan dengan sepenuh hati maka mengalirlah cinta kasih mereka dan ikut menjaga kondusitivitas keamanan di Tolikara. Anggota harus hadir di tengah masyarakat dan jadikan kantor polisi menjadi rumah bagi masyarakat,” tuturnya.
Selaku orang tua dan kaka, Putra Papua asal Komoro ini menitipkan kepada generasi muda agar beraktivitas yang positif dan memanfaatkan ruang yang ada. Sehingga tidak menyesal dikemudian hari.
“Kedatangan saya di Tolikara sekaligus untuk pamit pada Hamba Tuhan dan para tokoh. Dimana sudah 18 tahun saya mengabdi menjadi angota Polri sejak menjadi Kapolres Mimika,” ungkapnya.
Sementara itu, Kapolres Tolikara AKBP Yuvenalis Takamully menjelaskan bahwa luas pembangunan Mako Polres Tolikara sebesar 775 Meter dan masih ada beberapa fungsi yang tidak bisa mendapatkan bangunan atau ruangan yaitu Satuan Sabhara, Narkoba dan Perencanaan.
“Kami telah mengusulkan pembangunan kepada pihak Polda untuk dapat memanfaatkan lahan sisa bangunan kantor,” ucap Kapolres.
Dikatakan, saat ini personel Polres Tolikara sebanyak 196 personel terdapat 542 kampung, 46 distrik dengan jumlah penduduk kurang lebih 2,05 ribu dengan memiliki 2 Polsek yaitu Polsek Karubaga dan Polsek Bokondini dengan kekuatan masing-masing sebanyak 14 Polsek dan 12 personel Pospol Bokondini.
“Kami mengalami kesulitan namun dengan bekerja sama dengan para Kepala Suku, ondoafi, Pemnda dan TNI dan Stakeholder di Kabupaten Tolikara sehingga pekerjaan itu bisa ditangani dengan baik,” ucapnya.
Sementara itu, Bupati Tolikara, Usman G Wanimbo, SE., M.Si., dalam sambutannya yang disampaikan Wakil Bupati Dinus Wanimbo, SH., MH., menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Kapolda Papua dan jajaran karena berhalangan hadir pada acara peresmian.
“Kemarin, beliau (bupati, red) dengan keluarga sudah berusaha untuk naik ke Tolikara. Namun karena ada satu dan lain hal beliau batal berangkat ke Tolikara. Bupati berpesan dengan dibagunkannya gedung Mapolres Tolikara yang baru dan termegah untuk ukuran daerah Pengunungan Papua ini bermanfaat besar bagi seluruh warga Tolikara,” ucap Wabup Dinus Wanimbo.
Diharapkan dengan adanya gedung yang baru ini, pelayanan Polri dalam hal ini Polres Tolikara kepada masyarakat bisa lebih ditingkatkan.
Diakuinya bahwa pelayanan Polres Tolikara bersama jajarannya selama ini sangat baik. Terbukti hingga kini di seluruh Tolikara selalu aman. “Situasi ini tercipta bukan karena kita hebat. Tetapi semua terwujud karena kerja sama kita bersama antara Pemda,TNI-Polri dan seluruh komponen masyarakat. Situasi ini patut kita tingkatkan kedepan hanya dengan kebersamaan dan kesatuan kita,” tegasnya.
Ditambahkan, daerah Tolikara ini dirintis dengan kekuatan Injil yang disebarkan pembawa ajaran Nasrani. Dimana setelah itu, menurut Wabup Dinus Wanimbo, pemerintahan masuk. “Karena itu Pemkab, TNI-Polri bersama tokoh agama, kita bersinergi membangun daerah ini. Hubungan ini sudah terbangun lama dan kita patut tingkatkan,” tutupnya. (fia/Diskominfo Tolikara/nat)