TANDATANGAN PRASASTI: Menteri Agama RI Fachrul Razi saat menandatangani prasasti pencanangan Pembangunan Gedung LKUB dan Monumen Zona Integritas Kerukunan Antar Umat Beragama di Kabupaten Jayapura yang disaksikan oleh Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Ketua LKUB Kabupaten Jayapura Pdt. Albert Yoku di komplek kantor Bupati Jayapura, Kamis (3/9). ( FOTO: Robert Mboik/Cepos)

*Enam Kepala Daerah Terima Penghargaan dari Menag 

JAYAPURA- Sejumlah kepala daerah bupati/wali kota di Provinsi Papua mendapatkan penghargaan dari Menteri Agama, Fachrul Razi, dalam kepedulian menjaga kerukunan umat beragama di daerahnya masing-masing. 

Menag Fachrul Razi memberikan penghargaan ini di Swissbel Hotel Papua, Jayapura, Kamis (3/9), dalam kunjungan kerjanya di Kota Jayapura.

Enam kepala daerah yang menerima penghargaan yaitu Wali Kota Jayapura, Bupati Jayapura, Bupati Tolikara, Bupati Mamberamo Tengah, Bupati Puncak, dan Bupati Kepulauan Yapen. Keenam kepala daerah menerima penghargan atas kepedulian dalam menjaga kerukunan umat beragama.

“Soal kerukunan agama di Papua sangat bagus. Kami ke sini (Papua) untuk memberikan penghargaan bagi daerah-daerah di Papua yang kami nilai mampu dalam menjaga kerukunan umat beragama degnan baik,” terang Menteri Agama, Fachrul Razi, Kamis (3/9) kemarin.

Kata Menag Fachrul Razi, penilaian yang diberikan untuk kepala daerah yang mendapatkan penghargaan tersebut dilakukan pihaknya dengan  melibatkan Pemerintah Provinsi Papua.

“Artinya, semua masukan kita pelajari untuk kemudian menentukan daerah mana yang menjaga kerukunan antar umat beragama dengan sangat baik. Itu yang kami berikan penghargaan,” ungkapnya.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., yang menerima penghargaan tersebut menunjukkan rasa syukur dan apresiasi bagi seluruh umat beragama di Kota Jayapura. Karena telah bergandengan tangan dalam menciptakan Kota Jayapura sebagai rumah aman dan damai bagi semua pemeluk agama.

“Contoh konkrit di mana adanya kerukunan umat beragama di Kota Jayapura adalah saat perayaan Natal, pemuda muslim ikut membantu mengamankan Malam Kudus. Begitu pula ketika Perayaan Idul Fitri, pemuda gereja ikut mengamankan Takbiran,” jelas Benhur Tomi Mano.

Menurut wali kota dua periode ini, Pemkot Jayapura juga telah ikut berkontribusi membangun gedung Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dengan sumber dana APBD. Hal ini guna memberikan tempat bagi semua pimpinan agama di Kota Jayapura untuk berdiskusi bersama, membicarakan program kerja dalam menjaga keharmonisan umat beragama di Kota Jayapura.

“Saya harap, seluruh umat beragama di Kota Jayapura tetap menjaga persatuan dan kesatuan. Setiap umat marilah kita menjalankan ajaran agama masing-masing dan itu diberikan kebebasan dengan saling menghormati dan saling menjaga,” pungkasnya.

Dalam kunkernya kemarin, Menag Fachrul Razi juga didaulat meletakkan batu pertama pembangunan gedung layanan KUB, monumen Zona Integritas KUB di Sentani, Kabupaten Jayapura, bersama Bupati Mathius Awoitauw dan Ketua FKUB Provinsi NAD, Maluku dan Papua yang diwakili Ketua FKUB Kabupaten Jayapura.

Peletakan batu pertama ini sebagai tanda dimulainya pembangunan gedung Layanan Kerukunan Umat Beragama (LKUB) Kabupaten Jayapura di Kompleks Perkantoran Bupati Jayapura, Gunung Merah, Sentani, Kabupaten Jayapura. 

Selain mencanangkan pembangunan gedung LKUB, Menteri Agama juga mencanangkan pembangunan monumen Zona Integritas Kerukunan Umat Beragama (ZIKUB).

Pencanangan pembangunan dua bangunan itu  dilaksanakan pada saat kunjungan kerja ke Papua terkait dengan program  ‘Kita Cinta Papua’.

“Tadi kami sudah canangkan pembangunan gedung Layanan KUB dan juga monumen zona integritas kerukunan umat beragama. Saya yakin ini bukan sekedar simbol, tapi betul-betul menunjukkan kerukunan umat beragama khususnya yang ada di Kabupaten Jayapura ini dan umumnya di seluruh Papua,” kata Menag Fachrul Razi.

Dia berharap dengan adanya Monumen Zona Integritas Antar Umat Beragama yang akan dibangun di pintu masuk bandara Sentani ini, diharapkan semakin mewujudkan kerukunan antara umat beragama di wilayah Papua secara khusus di Kabupaten Jayapura.

“Misalnya, pada saat orang ada singgungan-singgungan sedikit, begitu melihat (monumen) ini dia merasa bahwa kita harus rukun kembali,” tuturnya.

Dia mengaku sangat  mengapresiasi pencanangan pembangunan gedung Layanan KUB dan juga monumen Zona Integritas Kerukunan Umat Beragama yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder yang ada di daerah itu. Fachrul berharap, kerukunan tersebut bisa ditularkan ke seluruh Papua bahkan Indonesia pada umumnya.  

“Alhamdulillah, saya sangat menghargai upaya ini. Mudah-mudahan kedepannya kita semua lebih rukun lagi. Bukan saja di Jayapura, tapi juga di Papua dan Indonesia,” ujarnya.

Dia menjelaskan, program ‘Kita Cinta Papua’ di dalam Kementerian Agama RI itu mencakup beberapa bidang pendidikan dan beberapa bidang lainnya.

“Banyak sekali yang ada di dalam program ‘Kita Cinta Papua’ ini, khususnya di bidang pendidikan. Jadi kami membantu beasiswa kepada 235 anak-anak Papua asli, mulai hari ini mereka berangkat untuk sekolah di enam kota besar di Indonesia. Kami harapkan anak-anak ini sekolah dengan baik hingga mendapat gelar Strata Satu (S1), kemudian di tahun depan dan tahun depannya lagi kita lanjutkan lagi program ini,” paparnya.

“Kalau dia mau lanjut sekolah lagi, maka kita tingkatkan ke sekolah luar negeri misalnya, karena kami punya program yang namanya program 5.000 doktor, itu bisa kita manfaatkan mereka disana. Kami ingin betul-betul anak Papua maju bukan sekarang saja, tapi terus setiap tahun akan ada,” tambahnya.

Disamping itu, menurut Fachrul Razi, dalam program Kita Cinta Papua ini ada juga bantuan-bantuan terhadap rumah ibadah dan bantuan-bantuan pendidikan kepada 5  agama yakni Islam, Katolik, Kristen, Hindu dan Buddha.”Mudah-mudahan akan jalan semua program-program itu,” katanya.

Di tempat yang sama, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw, SE, M.Si, mengungkapkan Pemkab Jayapura  telah mencanangkan komitmen bersama zona integritas kerukunan umat beragama di Kabupaten Jayapura pada tahun 2016 lalu.

“Pada hari ini bapak menteri  mencanangkan kelanjutan dari komitmen kami masyarakat Kabupaten Jayapura pada tanggal 28 Mei 2016 lalu di hadapan bapak menteri agama. Juga dengan pelaksanaan MTQ tingkat Papua dan Pesparawi yang kami laksanakan pada saat itu bersamaan waktunya dan juga pembukaannya bersama-sama. Diawali dengan pawai keberagaman dari seluruh komponen masyarakat, baik itu dari berbagai agama maupun masyarakat adat dan juga masyarakat nusantara,” ucapnya.

Menurut bupati dua periode itu, komitmen bersama segenap komponen masyarakat mulai dari berbagai agama, masyarakat adat dan masyarakat Nusantara menyatakan kebersamaan untuk hidup rukun dan berdampingan di bumi Kenambai Umbai.

“Kami nyatakan kebersamaan kami di tempat ini, untuk selalu hidup berdampingan dan juga hidup dalam satu kasih kepada sesama manusia,” tambahnya. (gr/roy/nat)