MERAUKE-Para terduga teroris yang berhasil ditangkap oleh Detasemen  Khusus 88 dibackup Polres Merauke beberapa  waktu lalu, akan segera dipindahkan dari  Merauke menuju Jakarta dalam waktu dekat ini. Hanya  saja hari dan tanggal  pemindahan tersebut serta menggunakan sarana transportasi apa, sampai saat ini masih dirahasiakan. 

   Kapolres Merauke AKBP Ir. Untung Sangaji, M.Hum ketika ditemui Cenderawasih Pos di ruang kerjanya,  Kamis (17/6) kemarin mengungkapkan, bahwa ada rencana untuk segera dilakukan pemindahan  para tersangka tersebut, namun dirinya  tidak mau membeberkan hari dan tanggal pemberangkatan para terduga teroris tersebut. Termasuk  nantinya menggunakan sarana transportasi apa  dari Merauke.

   Sebab, menurut Kapolres, bahwa  para tersangka yang akan dipindahkan tersebut bukan  melakukan tindak pidana biasa, tapi yang akan dipindahkan ini adalah para terduga  teroris yang akan melakukan pengeboman, sehingga pemindahannya dilakukan secara silent tanpa harus diketahui oleh publik.  Begitu juga saat dilakukan penangkapan secara  serentak dalam waktu yang bersamaan di sejumlah titik atau distrik di Merauke,  dilakukan secara silent

   “Jadi pemindahannya akan dilakukan  secara silent nanti, sehingga kita tidak akan  memberitahukan tanggal dan harinya termasuk  menggunakan sarana transportasi apa,’’ tandasnya. 

   Namun begitu, lanjut Kapolres bahwa para terduga teroris yang ada di Merauke ini akan dipindahkan bersama dengan para terduga teroris  yang sudah diamankan di Makassar.  Soal jumlah terduga teroris tersebut  yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, Kapolres  enggan membeberkan.  Namun  diakuinya bahwa memang banyak  yang telah diamankan  namun tidak semua yang diamankan tersebut menjadi tersangka.

    Sebab, ada juga yang berstatus  sebagai saksi. Jika merujuk dari pernyataan Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius Fachiri,  bahwa jumlah yang telah ditetapkan sebagai tersangka sebanyak 11 orang. Namun kabar  yang beredar jika  bertambah menjadi 12 orang.  Namun Kapolres tidak mengiyakan maupun membantah saat dikonfirmasi. Namun yang pasti, tandas Kapolres bahwa para terduga teroris tersebut  sampai Kamis (17/6) masih ada di Merauke. (ulo/tri)