Komisioner KPU RI Ilham Saputra saat memantau langsung pelaksanaan simulasi pemungutan suara yang dilaksanakan 11 KPU di halaman Kantor Distrik Tanah Miring Merauke, Sabtu (21/11) ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE- Dengan penerapan protokol Covid yang cukup  ketat,  masyarakat  diimbau tidak perlu takut datang untuk menyalurkan hak politiknya pada 9 Desember mendatang memilih calon pemimpin 5 tahun ke depan sesuai pilihannya. 

  “Simulasi ini sebetulnya adalah termasuk tanda kesiapan dan dengan simulasi ini masyarakat  bisa tahu  bahwa ternyata bahwa kita menerapkan  protokol kesehatan secara ketat sehingga masyarakat  tidak perlu takut datang ke TPS,” kata Devisi Tehnis KPU RI  Ilham Saputra  kepada wartawan saat menyaksikan secara langsung proses simulasi pemungutan suara yang diikuti 11 kabupaten yang menggelar   Pilkada serentak di Papua di halaman Kantor Distrik Tanah Miring Merauke, Sabtu  (21/11). 

  Menurut  Ilham, bahwa setiap pemilih yang datang ke TPS  terlebih dahulu mencuci tangan. Setelah mencuci tangan  kemudian dilakukan pengecekan suhu dan jaga jarak antara satu pemilih dengan pemilih lainnya. Jika ada pemilih yang mempunyai suhu diatas  37 derajat  celcius maka yang bersangkutan akan memberikan suara di tempat yang disiapkan khusus. 

  “Pemilih diberi sarung tangan.  Pintu masuk dan pintu keluar disediakan tempat cuci tangan lagi,’’ terangnya. 

   Namun simulasi  ini, lanjut Ilham  Saputra tidak berlaku  untuk daerah yang memberlakukan sistem Noken. ‘’Berdasarkan  putusan MK,  tinggal 13 daerah di Papua yang menggunakan sistem Noken.  Sementara  untuk Pilkada serentak  kali ini, hanya satu daerah yang  menggelar  sistem Noken. Kalau tidak salah Yahukimo. Jadi tidak boleh  tambah-tambah lagi,” jelasnya. 

   Secara nasional, Ilham  menjelaskan bahwa persiapan sudah mencapai 85 persen.  Sedangkan partisipasi masyarakat untuk memberikan suaranya di TPS diharapkan diatas angka 77,5 persen.   Ilham Saputra juga menilai  bahwa  untuk pelaksanaan Pilkada serentak ini Merauke lebih siap. “Kita juga menerapkan sistem informasi rekapitulasi,” jelasnya. 

  Sirekap ini, tambahnya dimana hasil rekapitulasi perhitungan di TPS  langsung difoto dan dikirimkan ke sentra data di KPU.  Sementara itu, Ketua KPU Merauke  Theresia Mahuze, SH menjelaskan  bahwa pemilihan kali ini berbeda dengan pemilihan-pemilihan sebelumnya. Dimana Pilkada kali dilakukan ditengah pandemi  Covid-19 dan untuk pertama kalinya mengunakan sistem informasi rekapitulasi. 

   “Tentunya, tugas kami sebagai penyelenggara memastiakan pemilih dan penyelenggara baik KPPS, PPS , PPD dan KPU aman dan selamat dari Covid-19,” tandasnya. 

  Selain itu, memastikan  partisipasi pemilih meningkat dan memastikan seluruh penyelenggara  bekerja dengan baik, jujur, menjaga netralitas dan integritas serta meminimalisir pelanggaran. (ulo/tri)