Kios-kios di Jalan Sulawesi yang menjual beras Operasi pasar dari Bulog Wamena ( FOTO: Denny/ Cepos) 

WAMENA–Temuan Petugas Disnakerindag terkait adanya  oknum pedagang yang menjual beras Bulog ukuran 50 Kg seharga Rp 1 juta hingga Rp. 1,5 juta kepada masyarakat, ditanggapi serius dari pihak Kantor Cabang Pembantu Perum Bulog Wamena.

   Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Perum Bulog Wamena Sudarsono menyatakan masalah ini masih harus dilakukan penelusuran karena kemungkinan beras yang temukan itu dibeli dari jatah ASN atau TNI/Polri yang telah disalurkan.

    “Jangan sampai beras jatah ASN, ini mungkin saja dijual kembali sehingga kita tak bisa pantau sampai ke situ, karena ASN, TNI/ Polri yang bujang juga terkadang menjual beras jatahnya kepada pedagang, sehingga kita tak mungkin pantau kesana,”ungkapnya Jumat (27/3) kemarin.

   Ia menegaskan jika yang menjual beras dengan harga yang tinggi itu pedagang dari jaringan Rumah Pangan Kita (RPK), menjual beras operasi pasar itu di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan, maka Bulog Wamena memastikan akan memblack list dan mencabut izinnya dan pedagang tersebut tak boleh lagi untuk menjual beras tersebut lagi.

   Ia mengaku   ada pengawasan yang dilakukan Satgas pangan, sehingga apabila ada beras operasi pasar yang dijual dengan harga tinggi, maka Satgas ini akan melaporkan kepada Bulog dan berikutnya anggota RPK  tersebut tak akan diberikan lagi beras tersebut untuk untuk diperjualbelikan.

  “Tapi kalau pedagang itu membeli beras jatah dari ASN atau TNI/Polri yang menjual jatahnya itu terserah dari pedagang itu mau dijual berapa, tapi kalau dari Bulog Wamena tak diperbolehkan untuk dijual dengan harga tinggi,” jelasnya.

  Ia juga menambahkan jika Bulog Wamena hanya bisa mengintervensi beras yang berasal dari operasi pasar yang dijualkan di RPK. Kalau untuk beras yang didatangkan selain beras Bulog, maka pihak Bulog tak punya kewenangan untuk intervensi.

  “Pedagang yang terhimpun dalam RPK setiap pengambilan beras operasi pasar itu dihitung mengambil berapa dan sudah terjual berapa, tapi mereka tak ambil banyak hanya satu ton atau 2 ton sehingga bisa terpantau,”tambahnya. (jo/tri)