Beranda LINTAS PAPUA MERAUKE Telanjur Termakan Hoax, Banyak Lansia Tidak Mau Vaksin 

Telanjur Termakan Hoax, Banyak Lansia Tidak Mau Vaksin 

0
Telanjur Termakan Hoax, Banyak Lansia Tidak Mau Vaksin 
Pertemuan Ketua-Ketua RT dengan Kepala Puskesmas Kelapa Lima Merauke terkait dengan vaksinasi di Puskesmas Kelapa Lima Merauke, Jumat (4/6) ( FOTO: Sulo/Cepos)
Pertemuan Ketua-Ketua RT dengan Kepala Puskesmas Kelapa Lima Merauke terkait dengan vaksinasi di Puskesmas Kelapa Lima Merauke, Jumat (4/6) ( FOTO: Sulo/Cepos)

MERAUKE-Akibat  telanjur termakan hoax atau berita bohong melalui media sosial selama ini terkait dengan dampak dari vaksin Covid-19, banyak pra dan lanjut usia (Lansia)  maupun anak dari para para dan lansia  tersebut tidak mau divaksinasi. 

  Oleh karena itu, Puskesmas Kelapa Lima Merauke mengundang seluruh ketua-ketua RT  untuk mendapatkan sosialisasi terkait dengan vaksinasi  tersebut di Puskesmas Kelapa Lima Merauke, Jumat  (4/6). 

  Ketua-Ketua RT yang hampir seluruhnya sudah masuk kategori pra dan lanjut usia tersebut untuk menjalani vaksin semua, sehingga menjadi contoh bagi para pra lansia dan lansia lainnya di lingkungan  RT masing-masing. ‘’Mau tidak mau kita wajib ikuti vaksin. Harus memberi contoh kepada warga  di lingkungan kita masing-masing. Kita harus mendukung program pemerintah,’’ kata salah satu ketua RT.

    Dalam rapat itu pula, terungkap  bahwa Puskesmas Kelapa Lima akan turun ke  rumah-rumah ibadah maupun ke setiap RT untuk memberikan sosialisasi kepala masyarakat terkait vaksinasi Covid tersebut. 

   Kepala Puskesmas Kelapa Lima Agata Putu  Nanembun, ditemui  Cenderawasih Pos seusai pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa  pihaknya harus turun ke masyarakat untuk memberikan pemahaman yang benar  terkait dengan vaksinasi Covid tersebut. 

  Sebab menurutnya, masyarakat telanjur  termakan hoax terkait dengan  vaksinasi.  ‘’Banyak orang tua lanjut usia  maupun anak-anak dari para lansia tersebut tidak mau divaksin. Karena mereka telanjur termakan dengan  informasi dan berita hoax melalui media sosial  maupun lewat media streaming selama ini terkait dengan vaksin tersebut. Nah, ini yang akan kita luruskan  dan beri pemahaman kepada masyarakat,’’ kata Agata. 

   Diakui Agata, bahwa sebagai orang tua atau lanjut usia, rata-rata memiliki penyakit bawaan seperti darah tinggi dan sebagainya. Namun tentunya kata dia, sebelum divaksin semua akan melalui pemeriksaan screening. ‘’Tidak terkecuali, semua melalui screening oleh dokter. Melalui screening itu akan ditentukan oleh dokter apakah  bisa divaksin atau ditunda. Jadi tidak perlu takut untuk datang divaksin,’’ terangnya. 

  Dikatakan, vaksinasi masyarakat umum  bersama dengan lansia ini  kemungkinan akan dilakukan di  Aula  Kantor Lurah Kelapa Lima Merauke. ‘’Tapi  untuk lansia, vaksinasinya tetap dilakukan di  puskesmas,’’ tandasnya. 

  Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke  dr. Neville R. Muskita menjelaskan bahwa dari 41.000 sasaran  vaksinasi untuk Lansia, yang sudah divaksin baru  sekitar 1.000 orang. Artinya masih jauh dari sasaran. Sehingga untuk meningkatkan sasaran tersebut,  masyarakat umum yang mau vaksinasi wajib membawa  2 lansia dan pra lansia untuk di vaksin. (ulo/tri)  

error: Content is protected !!