WAMENA–Setelah dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jayawijaya menggantikan Togar Rafilion, Dr. Andre Abraham akhirnya mnginjakkan kakinya di Lembah Baliem. Ia akan melakukan konsolidasi dengan jajarannya terkait penanganan perkara yang belum diselesaikan untuk kembali ditangani lagi pada 8 kabupaten yang masuk wilayah kerjanya.

Kejari Jayawijaya Dr, Andre Abraham saat ditemui di Bandara Wamena mengakui, dirinya baru dilantik pada 24 Agustus di Kejaksaan Tinggi Papua dan hari ini ia baru mendarat di Wamena.

“Sayaberkomitmen untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu, terutama penanganan perkara Pidum dan korupsi,”ungkapnya, Jumat (28/8) kemarin.

Ia mengaku, sebelum di Jayawijaya, ia menjadi Kajari di Balige dan setelah itu menjadi koordinator di Kejati Sumatera Barat dan akhirnya tiba di Papua khususnya di Wamena.

Ia menegaskan akan mengawasi secara maksimal penggunaan keuangan negara di wilayah Lapago, namun tentu ia masih harus mempelajari wilayah yang jauh dari Jayawijaya untuk membangun komunikasi.

Secara terpisah, Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi berharap, melalui Kejari yang baru ini, penegakan hukum di Lapago dan khususnya di Jayawijaya semakin nyata dan semakin memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

Ia mengharapkan Kajari yang baru ini bisa secepatnya membangun koordinasi dengan 8 Pemkab di Lapago dan bisa segera beradaptasi dengan lingkungan kerjanya, karena wilayah Pengunungan Tengah Papua ini berbeda dari sisi alam maupun karakteristik masyarakatnya dengan wilayah lain di Papua.(jo/tho)