CENDERAMATA: Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw menyerahkan cenderamata kepada mantan Karo SDM Polda Papua, Kombes Pol. Aris Haryanto di Mapolda Papua, Selasa (25/8). ( FOTO: Elfira/Cepos)

*Pelaku Pembunuhan Staf KPUD Yahukimo Diduga Pecatan Aparat Keamanan

JAYAPURA-Pelaku pembunuhan terhadap salah seorang staf Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Yahukimo bernama Henry Jovinski (24), Selasa (11/8) lalu mulai terkuak. 

Pelaku yang menusuk korban hingga meninggal dunia dengan tiga tusukan benda tajam di tubuhnya di Jembatan Brasa Kecil (Kali Teh), Distrik Dekai Kabupaten Yahukimo, saat ini dalam pengejaran aparat keamanan.

Pelaku diduga merupakan mantan aparat keamanan yang dipecat dari kesatuannya lantaran terlibat dalam kasus penjualan amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata di Timika pada tahun 2018.

Kapolda Papua, Irjen Pol. Paulus Waterpauw menegaskan, pelaku pembunuh staf KPU Yahukimo harus ditangkap hidup ataupun mati. 

“Pelaku merupakan mantan aparat keamanan yang dipecat dari satuannya, karena terlibat dalam kasus penjualan amunisi bersama beberapa pelaku lainnya kepada Kelompok Kriminal Bersenjata di Timika pada tahun 2018,” ucap Kapolda kepada wartawan usai pimpin Sertijab di Mapolda Papua, Selasa (25/8).

Menurut Kapolda, pelaku sebelumnya sudah menjalani proses hukuman namun kabur dari tahanan dan melakukan kekerasan di Kabupaten Yahukimo.

“Saya telah perintahkan anggota di lapangan untuk menangkap hidup atau mati pelaku pembunuhan. Sebab, kasus ini telah menguras perhatian publik. Sejumlah pejabat utama Polda Papua telah saya kirim ke Yahukimo untuk mengungkap fakta yang terjadi, sekaligus memburu pembunuh Hendry Jovinsky ini,” tutur Kapolda.

Demikian juga terhadap kasus pembunuhan Muhammad Thoyid (39) seorang pekerja meubel asal Pasuruan Jawa Timur. Ia dibunuh secara sadis di Distrik Dekai, pada (20/8) di Jalan Bandara.

Kapolda menyampaikan, anggota di lapangan masih mendalami motif pembunuhan terhadap Jovinsky dan Thoyid. Dimana pengungkapan kedua kasus ini dipimpin Direktur Reskrimum Polda Papua, Dansat Brimob, Wadir Intelkam.

“Laporan sementara motif pelaku membunuh korbannya lantaran sakit hati dikarenakan dipecat dari satuannya. Namun ini masih kami telusuri. Sebab, ada alibi dalam kasus ini berdasarkan keterangan saksi,” beber Kapolda.

Lanjut Kapolda, dalam waktu dekat dirinya akan bertolak ke Yahukimo untuk memimpin permasalahan tersebut. Karena kasus ini cukup serius. “Saya akan pimpin langsung pengungkapan kasus ini karena kejadiannya sangat sadis dan tidak manusiawi. Pejabat yang ragu- ragu saya akan pertimbangkan,” tegasnya.

Menurut Kapolda, dua kasus yang terjadi di Kabupaten Yahukimo di luar daripada kebiasaan konflik yang terjadi di Papua. Apalagi ini menjelang Pemilihan Kepala Daerah di Yahukimo pada Desember mendatang.

“Kita akan dimintai pertanggungjawabannya oleh semua pihak berkaitan  dengan kekerasan terhadap penyelenggara Pilkada,” ungkapnya.

Pasca kejadian yang menewaskan staf KPU Yahukimo, Kapolda mengaku sudah memerintahkan seluruh jajaran untuk melakukan pengamanan ketat terhadap penyelenggara.

“Kami meminta kepada penyelenggara untuk berkoordinasi baik kepada aparat kepolisian di wilayah masing-masing. Jangan bepergian sendirian, jika mau melakukan kegiatan dengan melakukan perjalanan jauh minta bantuan pengamanan kepada polisi di wilayah masimg-masing. Sehingga kejadian di yahukimo tidak terulang lagi,” pintanya.

Sementara itu, Polres Yahukimo mengakui jika pelaku pembunuhan staf KPU Yahukimo telah berpindah tempat. Sementara untuk pelaku pembunuhan Muhamad Toyip berbeda, sehingga kepolisian masih terus mendalami kasus pembunuhan ini dan mengharapkan agar warga bisa bekerja sama untuk memberikan informasi kepada aparat kepolisian untuk mengungkap kasus ini.

Kapolres Yahukimo, AKBP. Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan, berdasarkan  informasi masyarakat, pelaku pembunuhan staf KPU Yahukimo diduga telah berpindah tempat. Sehingga pihaknya masih mengejar pelaku dan juga telah meminta kerja sama dari masyarakat. Apabila melihat atau mengetahui keberdaan pelaku agar melapor ke pihak berwajib atau pemerintah setempat.

“Untuk pembunuhn terhadap Muhammad Toyib di Dekai pelakunya berbeda. Kami masih terus mengembangkan kasus ini dengan mencari saksi yang melihat, dan mendengar agar bisa mengetahui pelakunya,”ungkapnya via selulernya Selasa (25/8) kemarin.

Ia juga memastikan jika Polres Yahukimo juga terus berupaya meningkatkan kegiatan Kepolisian. Berupa patroli dan razia senjata tajam di kampung-kampung sekitar TKP dan Dekai. Dimana pihaknya berhasil mengumpulkan alat-alat perang tradisional berupa panah,busur kemudian parang yang memang digunakan bukan untuk peruntukannya yakni berkebun. 

“Kami sita semuanya karena ini yang dapat memicu terjadinya kejahatan, apabila terlalu sering masyarakat membawa alat tajam dalam aktivitasnya di dalam kota. Biasanya alat tajam seperti parang itu diguakan di kebun kalau bawa dalam kota kita amankan,”beber Ignatius Benny.

Dikatakan, moment  ini juga dilaksanakan khususnya di Dekai ibukota Kabupaten Yahukimo, untuk cipta kondisi dalam rangka pelaksanaan pesta demokrasi Pilkada di Yahukimo.  Namun hingga saat ini secara umum, situasi Kamtibmas masih kondusif dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa.

“Situasi Kamtibmas di Yahukimo secara umum berjalan dengan normal. Aktivitas masyarakat juga berjalan seperti biasa, seperti dipasar, pertokoan dan kios -kios,”ujarnya 

Ignatius Benny menambahkan, pihaknya bersama Forkopimda Yahukimo  melaksanakan sosialisasi kepada tokoh dan tokoh agama, agar menyampaikan kepada masyarakat yang ada di kampung-kampung agar bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Yahukimo.

”Masyarakat juga sangat mendukung Kepolisian agar segera menangkap pelaku dan diproses hokum. Karena sangat meresahkan dan merugikan masyarakat.”tutupnya. (fia/jo/nat)