Kondisi Taman Pholeuw Park yang berada di Kampung Khleypulou, Distrik Sentani Timur. Taman yang baru diresmikan Juni lalu, sementara ini ditutup dan tidak menerima kunjungan wisatawan. ( FOTO: Robert MboIk Cepos)

SENTANI-Taman Poleuw Park yang baru saja diresmikan pada Juni lalu, sementara ini ditutup dan tidak menerima kunjungan wisatawan.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat kabupaten Jayapura, Tery Ayomi mengatakan, ditutupnya tempat wisata tersebut karena sedang dalam masa pemeliharaan.

Menurut Tery, rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan di area taman menjadi  dasar bagi pemerintah menutup sementara aktivitas warga atau wisatawan di tempat itu.

“Sejak dibuka untuk umum, kami melihat masyarakat tidak menjaga kebersihan. Banyak sekali ludah pinang yang berhamburan di mana-mana. Padahal  tempat  ini harus dijaga baik, agar tetap terlihat indah dan asri,” ujarnya.

Dikatakan, tindakan pengunjung yang tidak terpuji seperti buang sampah sembarang dan juga ludah pinang. Padahal tempat itu dibangun dengan biaya yang tidak sedikit. Lanjut dia, meski ditutup sementara dari aktivitas umum, namun pihaknya tetap menempatkan petugas di sana untuk menjaga tempat itu. Selain itu, para pekerja juga akan mulai bekerja untuk melaksanakan pemeliharaan di sana.

Lebih lanjut Tery menerangkan, penutupan tempat wisata itu juga untuk membatasi penyebaran Covid-19.

Pihaknya mengaku, sebelum ditutup, tempat itu selalu ramai dikunjungi. Hal ini tentu bertolak belakang dengan semangat gugus tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Jayapura yang selalu mengarahkan masyarakat untuk tidak berkumpul atau berkerumun di tengah pandemi Covid-19. Penutupan tempat wisata tersebut akan berlangsung selama beberapa waktu kedepan.

“Kami sudah sampaikan ke ibu Sekda supaya tempat ini ditutup sementara. Tapi kita tidak tahu penutupan ini sampai kapan. Jadi alasannya ada dua, pertama karena masuk pemeliharaan kemudian untuk menghambat penyebaran Covid-19,”pungkasnya. (roy/tho)