Jhon Richard Banua, SE, MSi (FOTO: Denny/ Cepos)

Surat Bebas Covid dan Izin Masuk /Keluar Wajib Dimiliki 

WAMENA-Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19  Jayawijaya Jhon Richard Banua menyatakan bahwa pengawasan jalan darat yang meliputi wilayah Kabupaten Yalimo tetap menjadi perhatian pemerintah setempat. Dimana Bupati Yalimo telah mengeluarkan surat edaran setiap pelintas batas wajib menunjukkan surat izin dan surat bebas Covid untuk melintas dari Jayapura maupun dari Wamena.

   Hanya saja untuk koordinasi  dilakukan dengan Sekda Yalimo, karena Bupati dan Wakil Bupati Yalimo sedang maju dalam Pilkada. Ada petugas yang disiagakan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di Distrik Benawa Kabuaten Yalimo.

  “Tim gabungan dari Kabupaten Yalimo sudah ada disana, untuk melakukan pemeriksaan dimana warga yang tidak bisa menunjukkan surat izin masuk dan surat bebas Covid tidak diperbolehkan masuk ke wilayah Lapago melalui jalan darat,” ungkapnya, Selasa (29/9) kemarin.

  Menurutnya, petugas di Benawa tak melakukan pemeriksaan rapid test atau lainnya,  mereka hanya melihat surat -surat yang dibawa oleh warga yang masuk maupun keluar dengan menggunakan akses jalan darat. Apabila dokuman perizinan dan tak ada surat bebas covid dari yang berwenang maka warga tersebut tak diperbolehan masuk atau keluar.

  “Petugas disana selektif,  kalau tak punya surat izin dan bebas covid tidak diperbolehkan masuk dan keluar dari wilayah Lapago melalui jalan darat, ini merupakan langkah yang diambil pemda Yalimo untuk melakukan pegawasan terhadap Covid -19.”jelas Jhon Banua.

  Sementara untuk pengawasan jalur Udara, Pemerintah Jayawijaya tetap memperkuat pengawasan yang dilakukan di Bandara Sentani Jayapura dengan melaukan rapid test kepada para penumpang yang ingin naik ke wilayah Lembah Baliem.

  “Kalau hasil rapid testnya reaktif, ia tidak diperkenankan untuk naik ke Wamena, harus melakukan karantina dan pemeriksaan lanjutan lagi untuk memastikan kondisi kesehatannya,”jelas Jhon Banua.

  Beberapa waktu lalu, kata Jhon Banua ada pasien yang hasil rapid dari Jayapura menunjukan non reaktif, namun setelah dilakukan pemeriksaan kembali 14 hari kemudian ternyata reaktif dan ditindak lanjuti dalam pemeriksaan swab test hasilnya positif.

  “Kasus ini yang menjadikan Jayawijaya saat ini ada 28 Pasien, karena pasien yang ian ini tidak melakukankarantina mandiri selama 14 hari sehingga verus ini disebarkan kepada orang lain ,” bebernya. (jo/tri)