Menakar Keamanan Jembatan Youtefa

Jembatan Youtefa Kota Jayapura tak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kota Jayapura, melainkan masyarakat Papua pada umumnya. Namun, sejak diresmikan Presiden RI, Ir. Joko Widodo, sampai bahkan gambarnya masuk nominal uang pecahan Rp 75 ribu yang dikeluarkan secara khusus oleh Bank Indonesia, jembatan ini banyak memakan korban jiwa. Lantas bagaimana upaya Pemkot Jayapura menyikapi peristiwa ini? Berikut laporan Cenderawasih Pos

Pos jaga terpadu yang telah rampung dibangun Pemkot Jayapura di wilayah Jembatan Youtefa. Setelah diresmikan, pos jaga terpadu akan mengawasi aktivitas warga di Jembatan Youtefa.

Laporan: Grtaianus Silas 

Siapa sangka jika jembatan sepanjang 732 meter dengan lebar 21 meter bertipe melengkung yang berfungsi mendekatkan jarak dan waktu tempuh antara Hamadi – Holtekamp ini sudah banyak memakan korban jiwa. 

Adalah Jembatan Youtefa, sudah banyak warga yang menjadi korban akibat terjatuh. Bahkan terakhir diketahui, dalam sepekan, hanya berselang beberapa hari saja, dua korban meninggal dunia akibat terjatuh dari jembatan tersebut. 

 Dengan Jembatan Youtefa yang terus memakan korban, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., meminta masyarakat yang melakukan aktivitas di Jembatan Youtefa untuk perlu berhati-hati karena sudah beberapa kali terjadi kejadian yang sampai menyebabkan korban meninggal dunia. “Kalau tidak hati-hati, maka akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” ungkap Dr. Benhur Tomi Mano, MM.

 Pemerintah Kota Jayapura dinilai telah terus menerus memberikan peringatan kepada warga untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak diinginkan di jembatan tersebut. Pasalnya, bisa berakibat fatal bagi keselamatan nyawa.

 “Kami sudah memberikan peringatan, sosialisasi di media, bahkan turun langsung ke lapangan untuk menegur mereka. Termasuk yang suka selfie ekstrem dan mancing hingga keluar dari pagar pembatas,” tegasnya.

 “Karena itu dapat berakibat fatal bagi orang yang bersangkutan, termasuk kalau selfie yang berlebihan sampai keluar dari pagar pembatas, termasuk memancing, yang mana membahayakan diri sendiri. Apalagi di situ anginnya sangat kencang,” sambungnya.

 Bukan hanya ruas jalan Jembatan Youtefa, melainkan pula Ring Road yang merupakan jalan bebas hambatan, sehingga kendaraan tidak boleh memutar, berhenti, apalagi memarkir kendaraannya di bahu jalan.

 Karena terus bertambahnya korban yang berjatuhan di Jembatan Youtefa, bersama Polresta Jayapura Kota, Pemkot Jayapura membangun satu pos jaga terpadu bagi anggota Satpol PP, Polresta Jayapura Kota, Kodim 1701 Jayapura, hingga Dansatrol Lantamal X Jayapura untuk melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyakarat di jembatan tersebut.

 Tak hanya itu, pemasangan CCTV di setiap titik di Jembatan Youtefa dinilai perlu dilakukan guna memastikan tidak ada lagi korban yang jatuh. “Kita akan terus ingatkan warga. Kami juga akan tertibkan. Sebab, Jembatan Youtefa itu bukan tempat orang miras di situ. Itu tempat rekreasi, sehingga perlu kita tertibkan. Makanya, pos jaga kita bangun di situ untuk melakuakan pengawasan aktivitas warga terutama di malam hari. Soalnya, yang korban ini paling banyak karena miras, tidak kontrol  dan jatuh,” terangnya.

 Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Ir. Rustan Saru, MM., mengaku bahwa selama ini pihaknya telah menggandeng Polresta Jayapura Kota untuk melakukan patroli rutin di kawasan Jembatan Youtefa dan Ring Road dalam rangka penertiban warga yang melakukan aktivitas di sana.

 “Dari segala macam persoalan di Jembatan Youtefa, baik itu orang mabuk, orang yang parkir di bahu jalan di sepanjang jembatan, maupun warga yang selfie di luar pagar pembatas, termasuk yang memancing, Pemerintah Kota Jayapura telah mengambil langkah-langkah, di antaranya patroli rutin setiap Sabtu – Minggu, dengan menggandeng Polresta Jayapura Kota,” tambahnya.

 Kata Wawalkot Rustan, patroli biasanya dilakukan di siang dan malam hari. Namun, diakui Rustan juga bahwa warga yang ditertibkan biasanya masih membandel dengan datang lagi ke lokasi tersebut. Seperti halnya, penertiban balapan liar yang dilakukan saat bulan puasa lalu.

“Kita dengan masyarakat adat dan pemilik hak ulayat juga sudah komunikasi bahwa kendaraan tidak boleh parkir juga di bahu jalan di sepanjang jembatan. Termasuk juga di ring road. Kalau mau foto-foto ya boleh saja, tapi parkirnya itu di sebelum jembatan, yang sudah kita siapkan parkiran di situ,” katanya.

 “Kemudian, di area jembatan itu juga sebenarnya tidak boleh memancing. Jangan nekad mancing di situ. Lagipula tempat mancing di Kota Jayapura juga banyak, termasuk di Pantai Dok II maupun di tempat lainnya yang lebih aman,” sambungnya.

 Sedangkan selfie diperbolehkan, tapi tidak boleh keluar pagar pembatas jembatan. “Makanya, untuk jangka pendek, kita akan instruksikan petugas kita, baik Polantas maupun Polsekta setempat, Satpol PP Kota Jayapura untuk kita patroli siang dan malam hari,” pungkasnya.(*/wen)