Terima No Urut 1 Didimus-Esau Sebut ini Jalan Tuhan

DEKAI-KPU Kabupaten Yahukimo akhirnya, Kamis (24/9) menggelar agenda pencabutan nomor urut kepada pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli-Esau Miram. Hanya dalam tahapan ini hanya pasangan Didimus-Esau yang mengikuti proses tersebut mengingat pasangan incumbent Abock Busup-Yulianus Heluka tidak bisa mengikuti tahapan ini karena salah satu calon tengah terpapar Covid-19.

Pasangan Didimus Yahuli-Esau Miram menyapa massa pendukungnya sambil mengangkat nomor urut 1 sesaat setelah menerima dari KPU dalam pleno di kantor KPU Yahukimo, Kamis (24/9). ( FOTO: Gamel/Cepos)

Dan sesuai aturan PKPU Nomor 5 tahun 2020, bagi pasangan baik personal atau satu pasang maka secara otomatis semua tahapan ditunda bagi pasangan  yang terpapar. Sehari sebelumnya KPU juga melakukan pleno tertutup dalam agenda penetapan dan untuk Yahukimo saat ini baru 1 yang ditetapkan sebagai calon yang akan maju dalam Pemilukada Yahukimo. Nah pasangan Abock Busup- Yulianus Heluka sendiri akan diberi waktu selama 20 hari untuk menunggu proses pemulihan.

Bila selama 20 hari ternyata pasangan atau salah satunya masih berstatus positif Covid maka sesuai PKPU bisa dilakukan pergantian. Sementara agenda kemarin bukan lagi pencabutan nomor urut melainkan penyerahan nomor urut. Karena hanya 1 kandidat dan pasangan Didimus-Esau akhirnya diberi nomor urut 1.

Ketua KPU Yahukimo, Yesaya Magayang menyampaikan bahwa pihaknya sudah memulai tahapan mulai dari  pendaftaran kemudian melakukan verifikasi berkas dan kemudian penetapan dan dalam penetapan tersebut telah diplenokan untuk satu pasangan.

Namun karena hanya satu pasang akhirnya prosesnya dilakukan dengan memberikan nomor urut dan pasangan yang lain ditunda kemudian dilengkapi dengan berita acara. “Sesuai aturan seperti itu. Kami sudah pleno tertutup untuk penetapan satu calon dan calon lainnya ditunda itu juga kami buatkan berita acara, semua dibuatkan berita acara,” jelas Yesaya. Lalu tanggal 26 September hingga 5 Desember akan dilakukan kampanye dan  secara tegas ia  meminta ini diatur dengan baik dan setiap paslon harus bisa mengatur massanya.

“Berhubung situasi sedang covid maka kami minta kepada semua pasangan calon dalam melaksanakan kampanye itu ada pembatasan, maksimal 100 orang dan semua mematuhi protokol covid,” jelasnya.

KPU juga meminta pasangan Didimus-Esau untuk menandatangani pakta integritas terkait kepatuhan mengikuti aturan protokol Covid-19. “Untuk waktu dan lokasi akan kami atur selanjutnya yang jelas wajib mematuhi protokol covid,” bebernya.

Terkait ini Bawaslu Yahukimo juga menyatakan hal serupa. “Hingga saat ini kami lihat semua proses masih berjalan tertib dan kami minta ini tetap dijaga. Ingatkan kepada tim dan pendukung harus mematuhi protokol kesehatan dan sesuai PKPU nomor 13 tahun 2020 siapapun orang Yahukimo wajib mematuhi aturan ini,” ucap Ketua Bawaslu Yahukimo Sepius Mirin.

Untuk kampanye dijelaskan bahwa ada batasan dan rambu yang harus dipatuhi.  “Untuk terbuka tim paslon hanya bisa menghadirkan massa sekitar 100 orang sedangkan kampanye tertutup hanya 50 orang. Kalau kita sayang Yahukimo maka kita harus menyayangi diri sendiri sebab salah satu nyawa jadi korban maka itu kerugian bagi Yahukimo,” tegasnya.

Kapolres Yahukimo, AKBP Deni. H secara umum menyampaikan bahwa hingga kini keamanan di Yahukimo terbilang kondusif dan ia melihat massa yang hadir juga mematuhi protokoler Covid.

Deny menyebut dengan dibackup brimob Polda Papua pihaknya siap mengamankan daerah hingga pencoblosan nanti. “Kami siap untuk memastikan jika situasi kondusif,” imbuhnya.

Sementara pasangan Didimus – Esau menanggapi pemberian nomor urut 1 dimana kata Didimus ini menjadi bagian rencana Tuhan untuk sebuah perjuangan panjang. Sejak 1  Januari hingga 24 September  ada banyak hal yang sudah dilalui. Tak sedikit pengorbanan yang diberikan bersama pasangannya sehingga ketika KPU menyerahkan nomor urut 1 maka ia menganggap bahwa semua adalah waktu Tuhan.

“Tuhan yang menuntun kami hingga sampai dititik ini dan saya berterima kasih kepada semua masyarakat yang sudah mendoakan kami. Kita akan berdiri bersama – sama untuk membawa Yahukimo pada sebuah pemulihan dan perubahan. Ini hari yang dijanjikan Tuhan,” kata Didimus usai menerima nomor urut.

Ia menyebut sejak 1 Januari ia harus jauh dari keluarga, tahan lapar, tahan dahaga dan tahan semua isu yang muncul. Kami akan memberi warna politik dan demokrasi yang berbeda dalam 2 bulan ke depan. Didimus juga mengapresiasi kinerja KPU yang dianggap menunjukkan proses demokrasi yang baik. Berbagai tahapan dilakukan sesuai aturan dan semua berjalan tertib.

“Saya pikir KPU berjalan di rel yang benar, semua proses dan mekanisme dilakukan sesuai aturan dan terlihat semua tertib. Kami sendiri menyatakan siap mendukung kebijakan dan aturan main termasuk menyangkut protokol covid,” beber Didimus.

Esau Miram menambahkan bahwa nomor 1 menandakan Yahukimo adalah daerah yang luas dengan 12 suku dan nomor 1  ini bisa dimaknai dengan 1 Yahukimo. Ia meminta situasi yang ada saat ini dijaga untuk selanjutnya dimenangkan untuk pesta ini. “Yang terpenting adalah Yahukimo harus menjadi satu, mendorong semangat yang sama untuk perubahan yang lebih baik. Setelah tahapan ini  kami akan lakukan kampanye dan kami akan tetap mematuhi aturan. Apapun PKPU dan undang – undang itu harus  dipatuhi,” pungkasnya didampingi Ketua Tim Sukses, Kenius Heselo. (ade/nat)